Resahkan warga, Oknum Kepala Puskesmas Pembantu diduga lakukan perselingkuhan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Tengah – Sudah kurang lebih 4 Tahun ini, warga Desa Harapan Rejo, Kecamatan Seputih Agung, Kabupate Lampung resah oleh tingkah laku seorang oknum PNS yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pembantu di wilayah tersebut.

Oknun PNS yang diketahui bernama Imam Subari ini diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap beberapa wanita, bahkan melarikan istri Purnawirawan TNI dengan melakukan nikah siri, diketahui juga kalau oknum tersebut jaran masuk kantor dan mengabaikan aturan disiplin aparatur sipil negara.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dalam Pasal 1 disebutkan bahwa, Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk mentaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan undang-undang dan peraturan kedinasan, yang apabila tidak ditaati dan dilanggar akan dijatuhi hukuman disiplin. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau perbuatan PNS yang tidak mentaati kewajiban yang melanggar larangan ketentuan disiplin PNS Pusat atau Daerah.

Tindakan dan tingkah laku oknum PNS tersebut sudah jelas-jelas tidak sesuai dengan aturan dan melangar sumpah jabatan, sehingga masyarakat tidak nyaman dengan perbuatannya.

“Kampung kami sudah rusak dibuatnya, contohnya beberapa waktu lalu telah terjadi adanya keributan dikediaman Rustina dikarenakan Rustina tersebut telah menikah siri dengan Imam Subari,” jelas Darmadi itupun saya tahu karna istri saya ribut sama marni maka nya terbongkar aib ini jelas nya warga setempat kepada awak media, Kamis (22/7/21).

Lanjut Darmadi, Sejak Tahun 2016, diketahui Rustina tersebut masih istri yang sah secara hukum agama dari Bapak Darmadi, warga dusun 1 / RT VII Kampung Harapan Rejo, atas perbuatan Bapak Imam Subari yang mengganggu rumah tangga orang, yang jadi korban bukan hanya Bapak Darmadi saja bahkan masih ada 4 lagi warga Kampung Harapan Rejo yang menjadi korban hancurnya rumah tangga mereka, atas perbuatan Imam Subari selama menjabat sebagai Kepala Puskesmas Pembantu di Kampung Harapan Rejo, jelasnya

Ditempat yang sama, saat ditemui dikediamannya, Kepala Kampung Harapan Rejo, Suprapto membenarkan apa yang dikatakan oleh masyarakat itu benar-benar terjadi dikampungnya, bahwa Imam Subari telah melakukan perbuatan bejatnya bertahun-tahun lamanya, kami benar-benar tidak nyaman lagi atas keberadaannya dan Dinasnya dikampung kami, ujarnya.

Sementara, suami sahnya Rustina juga sangat nengharapkan dan meminta kepada Kepala Daerah khususnya Lampung Tengah untuk memberikan sangsi seberat-beratnya kepada Imam Subari selaku Pegawai Negeri Sipil,”Kami warga masyarakat akan melakukan demo apa bila Imam Subari masih ditetap Dinas di kampung kami,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi ke rumah kediaman Imam Subari, di Daerah Yukum Bandar Jaya, rumahnya dalam keadaan tertutup, menurut salah satu tetangganya, rumah itu tutup terus.

Awak mediapun mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui saluran telpon yang diberikan oleh salah satu warga Bangun Rejo, namun tidak diangkat, anggota tim media pun akhirnya menghubungi Imam Subari melalui WhatsApp untuk minta waktunya terkait permasalahan ini.

Imam Subari menjawab,”Supaya jelas biang keladinya Rus, surat perjanjian nikah sirih sama Rus, 3 tahun 2 bulan, Rus yang kurang ajar, 2 bulan gak mau dengan saya malah dengan orang lain, surat perjanjian bisa di bakar sama Rus, aku hancur tiap bulan ngasih Rus uang 3 sampai 4 juta, aku sekarang mau nuntut Rus, karena perjanjian siapa yang mengingkari denda,” jawab Imam Subari via WhatsApp.

Akhirnya tim Mitrapol mendatangi UPTD Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (06/07/2021) untuk mengkonfirmasi berita dugaan perselingkuhan Imam Sobari ini, namun Tim media tidak bisa bertemu dengan Kepala UPTD Puskesmas Simpang Agung Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah, yang menurut keterangan dari salah satu staf, Kepala UPTD sedang tidak ada di tempat

Tim pun mencoba untuk menghubungi Kepala UPTD Puskesmas melalui WA, dan menurut keterangan Kepala UPTD Puskesmas Kec. Seputih Agung Bambang, selama ini yang bersangkutan selalu masuk dilihat dari keterangan absensi/Daftar hadir, jika dugaan perselingkuhan ini memenuhi bukti yang kuat dan akurat, kami akan memanggil yang bersangkutan akan memberi teguran dan sangsi bahkan akan kami laporkan kedinas, ujarnya.

 

Pewarta : Lami

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *