Tak restui Pemprov Papua terapkan lockdown. Tito Carnavian : Kita gunakan PPKM level 4

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Pemerintah Pusat memerintahkan Pemprov Papua agar menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. Hal itu lantaran Pemerintah tak merestui pemberlakuan lockdown (karantina wilayah) di Papua yang direncanakan mulai 1 Agustus mendatang.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, alasan penggunaan istilah lockdown akan membingungkan masyarakat nantinya.

“Saya sudah komunikasikan ke Pak Gubernur. Kita gunakan istilah PPKM level 4 level 3, bukan istilah lockdown. Kalau lockdown, masyarakat jadi bingung. Belum tentu seluruh masyarakat memahami arti lockdown,” kata Tito dalam keterangan pers di Kantor Presiden, disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (26/7).

Mendagri menuturkan, regulasi PPKM level 4 lebih jelas dan terperinci untuk diberlakukan.

Untuk diketahui, PPKM Level 4 ada kemiripan mendekati lockdown (penguncian). Diterapkan berdasarkan data-data penyebaran Virus Covid-19.

Pemerintah Indonesia menerapkan PPKM level 4 di 45 kabupaten/kota yang tersebar di 21 provinsi di Indonesia, diluar Pulau Jawa dan Bali pada Senin, (26/7).

Sementara di wilayah Provinsi Papua ada tiga daerah yang menerapkan PPKM Level 4, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke.

Selain itu, sejumlah daerah lain menerapkan PPKM Level 3. Beberapa di antaranya merupakan daerah penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Kita berharap terjadi penurunan kasus di Papua seperti harapan Bapak Gubernur dan masyarakat di sana,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua mengumumkan akan memberlakukan lockdown dimulai pada 1 Agustus 2021 mendatang.

Rencana itu sebagai upaya menekan laju peredaran virus Covid-19 di Papua. Hal ini juga dalam rangka persiapan PON dan sejumlah agenda lainya.

Salah satu dari poin lockdown yakni menutup akses keluar-masuk Provinsi Papua. Kebijakan itu rencananya dilakukan dua pekan berjalan.

 

Pewarta : AQM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *