Dua LSM Minta Pemprov dan Pemkot di Sulut Segera Ambil Tindakan Atas Bertambahnya Kasus Covid-19 di PT JRBM

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, BOLMONG – Merebaknya kasus Covid-19 di area perusahaan milik PT. JRBM hingga ratusan karyawannya banyak yang positif Covid-19 dan anehnya lagi aktivitas perusahaan masih aktif dan belum ada tindakan dari pemerintah setempat.

Dua LSM di Bolmong, Baik Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) dan Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Mengecam keras sikap lambat pemerintah terkait ratusan karyawan PT. JRBM dikabarkan positif covid-19.

Seperti yang disampaikan Ketua LP2BM Ali Imran Aduka, Bahwa harusnya pemerintah Provinsi dan Kabupaten tegas menyikapi persoalan ini, agar korban yang terpapar covid-19 tidak lebih besar lagi.

Menurutnya, Sikap lambat pemerintah bertindak untuk menghentikan aktivitas kegiatan PT. JRBM ini, terindikasi ada sesuatu yang dijadikan pertimbangan khusus, menyebabnya lambatnya penindakan berdasarkan surat edaran nomor 8 tahun 2020, tentang penegakan prokes covid-19.

” Ada indikasi pemerintah sengaja memperlambat proses penutupan aktivitas kegiatan perusahan tersebut. Sementara sudah ada kariyawan yang meninggal dunia maupun ratusan orang kariyawan berdasarkan data dinkes bolmong maupun kotamobagu positif terpapar virus covid-19,” Ujarnya.

Ali Aduka Mendesak Gubernur Sulut segera menjalankan isi dari surat edaran itu, untuk menimalisir dampak penularan yang lebih luas lagi serta memutuskan mata rantai virus.

” Pak Gubernur jangan lambat melihat persoalan ini. Negara hari ini dalam kondisi darurat covid. Tindakan tegas menutup kegiatan harus secepatnya di lakukan berdasarkan aturan yang dibuat oleh pemerintah sendiri,” Pungkas Ketua LP2BM Ali Imran Aduka, Selasa (27/07/21).

Senada Juga di Katakan Ketua LP2KP Orwien Tulalo, Peran pemerintah harus jalan dan jangan hanya menerima laporan jumlah yang terpapar positif covid-19, tanpa ada langkah penindakan yang terukur Yakni dengan menutup kegiatan perusahan untuk sementara waktu dan melindungi hak karyawan yang di isolasi mandiri.

” Gubernur Sulut dan Bupati Bolmong diminta tutup kegiatan perusahan untuk sementara waktu, guna mengantisipasi bertambahnya kariyawan yang positif Covid-19,” Tandasnya.

Lebih lanjut Ucap Orwien, Semestinya persoalan ratusan karyawan PT. JRBM yang sudah positif terpapar covid-19 jado perhatian khusus, dan jangan di anggap sebela mata oleh pemerintah, apa terlebih ini menyangkut nyawa manusia yang bekerja disana.

” Pak Gubernur dan Ibu Bupati harus sadari bahwa ratusan kariyawan yang bekerja disana dan sudah positif covid-19 melalui tes PCR itu, mereka memiliki keluarga dirumah, jika virus ini tertular di akibatkan kegiatan belum dihentikan, hal ini akan membahayakan keselamatan jiwa mereka maupun masyarakat yang berinteraksi dengan mereka.

Seraya menambahkan, saat ini darurat covid-19, Dimana negara terus memperketat pengawasan untuk tidak meluasnya penyebaran virus maupun korban yang terpapar virus. Herannya, ratusan kariyawan JRBM sudah jelas positif covid-19, aktivitas JRBM terus berjalan. Ada apa? Tanya Ketua LP2KP Orwien Tulalo.

 

Pewarta : Chandra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *