Terus Bertambah, 142 Karyawan PT JRBM di Kotamobagu Positif Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kotamobagu – Penyebaran Covid terus bertambah di wilayah Kotamobagu dan sekitarnya, Kini 142 Karyawan PT. JRBM melalui hasil tes PCR, Resmi dinyatakan positif terpapar Covid-19. Demikian hal ini disampaikan kadis kesehatan kotamobagu dr. Tanty Korompot Selasa (27/07/21) Siang tadi pada awak media ketika di konfirmasi.

Menurutnya, Berdasarkan data yang dilaporkan, baik itu hasil pemeriksaan tes Antigen ada sekitar70 orang kariawan maupun hasil pemeriksaan tes PCR ada 142 orang kariyawan perusahan resmi dinyatakan positif covid-19.

” 142 Orang karawan melalui tes PCR positif covid-19, dan 70 orang karyawan melalui tes Antigen serta dari hasil PCR untuk kariyawan yang dinyatakan negatif ada 30 orang dan yang sudah selesai Isolasi Mandiri (Isoman) ada 12 orang, dan 1 orang karyawan perusahan dirujuk ke Rumah sakit,” Kata dr. Tanty Korompot kadis kesehatan kotamobagu.

Hal sama dikatakan oleh kadis kesehatan bolmong dr. Erman Paputungan, bahwa total yang positif terpapar covid-19, hasil tes PCR berjumlah 142 orang karyawan, Tes Antigen berjumlah 70 karyawan dan yang dinyatakan negatif melalui hasil tes PCR berjumlah 30 orang karyawan, serta12 orang selesai di isolasi mandiri (Isoman) dan 1 orang kariyawan dirujuk. Sekaligus Untuk yang meninggal sesuai data yang ada dua orang karyawan.

 

Menanggapi hal ini Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka mengatakan, Mendesak Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Bapak Olly DondoKambey dan Bupati Bolaang Mongondow Drs.Yasti Soepredjo Mokoagow untuk segera menutup aktivitas kegiatan PT. JRBM.

” Pak Gubernur dan Ibu Bupati Bolmong Harus ada ketegasan berdasarkan surat edaran Gubernur nomor 8 tahun 2020, bahwa lebih dari 5 yang positif terpapar covid-19 dan memiliki hubungan penularan secara epidemiologi, Maka aktivitas di tutup.” Pintah Aduka.

Lebih lanjut Kata Aduka, Sudah ratusan orang kariyawan PT. JRBM, Resmi dinyatakan positif terpapar Covid-19, Apakah pemerintah harus memunggu bertambah lagi korban yang tertular baru kemudian pemerintah bertindak berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut?

” Apakah hanya usaha masyarakat kecil saja di tindak dengan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sementara Perusahan Tambang Emas PT. JRBM yang sudah ratusan orang yang positif covid-19, lantas diberikan keluasan untuk beraktivitas terus?.” Tanya Ali Imran Aduka.

Senada Juga Dikatakan Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP) Orwien Tulalo, Diminta pemerintah jangan ada ketakutan untuk menutup kegiatan PT. JRBM walaupun inkamnya besar.

” Pemerintah tidak perlu takut menutup kegiatan PT. JRBM karena jika terus di biarkan, maka sama halnya pemerintah sengaja menginginkan penularan yang lebih luas lagi dan bisa berdampak pada masyarakat yang lain,” Ujar Orwien.

Tambahnya, Dengan adanya ratusan karyawan PT. JRBM yang positif Civid-19, di tambah dua meninggal dunia dan sudah dikebumikan secara prokes Covid-19 beberapa hari yang lalu, Harusnya pemerintah provinsi maupun kabupaten tanggap dan tegas dalam menerapkan prokes sesuai aturan dan Bukan kemudian aturan yang di keluarkan hanya dijadikan pajangan saja dan berlaku bagi usaha usaha tertentu saja. Pungkas Ketua LP2KP Orwien Tulalo.

Sayangnya Pihak Perusahan PT. JRBM hingga saat ini masih tetap bungkam dan belum menjawab upaya konfirmasi Wartawan terkait ratusan karyawannya yang positif Covid-19dan beberapayang meninggal dunia.

Baik Melalui Via Tlp tidak di respon maupun disusul konfirmasi melalui Pesan WhatsApp, Belum juga di jawab.

Wartawanpun telah 4 kali mengunjungi kantor PT. JRBM, Tapi dari keterangan security perusahan bahwa Pak Broto dan pak Joko tidak berada ditempat.

” Maaf pak, pak broto tidak berada di tempat dan pak joko lagi cuti. Sebelumnya pagi tadi pak Broto nya ada, tapi hanya datang mengisi daftar hadir dan selanjutnya sudah buru buru keluar menuju lokasi. Tutur Salah satu kariyawan PT. JRBM yang berjaga

 

Pewarta : Chandra/Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *