Warga Nagan Raya berharap perusahaan terbuka masalah CSR

  • Whatsapp

MITRAPOl.com, Kabupaten Nagan Raya – Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh harus terbuka terkait program dana CSR, karena menurut warga selama ini pihak perusahaan sangat tertutup soal penyaluran dana CSR yang merupakan kewajiban perusahaan sebagaimana yang diamanahkan oleh undang-undang.

Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah warga dalam sebuah diskusi publik yang digelar oleh Gerakan Anti Korupsi (Gerak) Aceh didesa Krueng ceuko kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya pada hari, Sabtu (31/07/2021) dibalai desa setempat.

Diskusi yang mengangkat tema”kolaborasi mendorong akuntabilitas sosial sektor pertambangan dikabupaten Nagan Raya”.

Acara diskusi ini dipandu oleh koordinator Gerak Aceh Barat Edy Syahputra dan di hadiri oleh perwakilan warga lima desa yang berada di ring satu IUP, PT. Bara Energi Lestari yang bergerak di bidang tambang batu bara masing-masing Desa paya udeung, Alue Buloh, Krueng Ceuko, Krueng Mangkom dan Kuta Aceh.

Kordinator Gerak Aceh Barat dalam pembukaan diskusi tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi warga dalam mendorong program akuntabilitas sosial sektor pertambangan dikecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, serta berdiskusi sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh warga yang berdampingan dengan lokasi perusahaan pertambangan.

Dalam diskusi tersebut perwakilan warga juga menyampaikan berbagai keluhan, salah satu nya belum adanya perhatian dan pemberdayaan kaum perempuan, Juliana salah seorang tokoh perempuan Desa Krueng Ceuko berharap perusahaan bisa membuat program pemberdayaan perempuan di desanya,”selama ini belum ada program untuk kaum ibu-ibu dari perusahaan yang berada di desa kami”.ujar Yuliana.

Sementara itu Keuchik (kades-red)Desa Krueng Ceuko Samsul Anwar.Spd dalam sambutan nya mengatakan bahwa selama ini PT.Bara Energi Lestari (BEL) memang ada menyalurkan dana CSR yang disalurkan oleh perusahaan tambang batu bara ini, namun dalam bentuk pembangunan fisik, “iya memang selama ini ada penyaluran CSR di desa kami, namun selama ini dalam bentuk fisik, jadi untuk tahun ini kami telah mengajukan proposal untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kelompok masyarakat dan kami berharap agar pihak perusahaan dapat menindak lanjuti perihal tersebut,” ujar Samsul Anwar.

Lebih lanjut Samsol Anwar juga mengatakan pihak nya juga tetap menjaga komitmen bersama terkait pemerataan tenaga kerja, dan segera melayangkan surat permohonan untuk dilakukan training terhadap pemuda – pemudi diwilayah tersebut sesuai dengan kebutuhan pihak perusahaan,”kami juga mendorong agar perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal guna mengurangi angka pengangguran didesa kami khususnya dan Nagan Raya pada umumnya tutup Samsul Anwar.

 

Pewarta T.Ridwan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *