Bergaya sombong, MAN IC Lamtim diduga tutupi tiga proyek bernilai miliaran

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Keberadaan tiga proyek siluman bernilai miliaran yang berlokasi di MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Indonesia Cendikia desa Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur, patut dipertanyakan.

Pasalnya, sejak awal pembangunan dari peletakan batu pertama dua pekan lalu dan pantauan tim media dilokasi pekerjaan, pada hari Rabu tanggal 04 Agustus 2021, ada sebagian hasil pekerjaan proyek pembangunan gedung mess guru MAN IC oleh kontraktor pelakasana CV. SKETSA bernilai Rp. 2.266.000.000,- terlihat dikerjakan asal – asalan. Terbukti, bahwa dari pemasangan material besi yang digunakan tidak berukuran dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi RAB.

Menurut salah satu pekerja, bahwa pemasangan material besi sudah sesuai dan mengakui bahwa keseluruhan pekerja adalah warga sekitar.

” Kami hanya kerja pak, dan Ini atas perintah dari pengawas. Pengawasnya juga orang dari sini. Kami semua yang kerja dari warga sini juga. Kalau nama perusahaan saya enggak tau,” jawabnya.

Saat dipertanyakan, mengenai adanya pemasangan material besi campuran/kombinasi yang tidak berukuran dari bermacam – macam jenis. Justru para pekerja berdalih, bahwa pemasangan besi sudah atas perintah pengawas lapangan.

” Kami pasang besi yang ada saja disini pak, ada tiga jenis campuran ukuran. Ada besi ukuran 6 inch, besi 8 inchi dan besi 10 inchi. Kalau besi 10 inchi hanya untuk stek/tambahan diikat saja setelah itu dicor agar kelihatan,” tambahnya.

Melihat dari hasil pekerjaan pembangunan Mes guru diduga ada ketidakberesan. Selain itu, dilokasi pekerjaan tidak ada konsultan pengawas. Selanjutnya, tim media menemui Ali Wijanarko selaku KTU MAN IC Lamtim dan sekaligus tim wakil PPK pembangunan gedung tersebut.

Ali Wijanarko mengatakan, tidak mempunyai kewenangan dalam mengawasi seluruh pekerjaan di lokasi MAN IC dan menyarankan untuk menemui pihak Kemenag Lamtim.

” PPK pak Daroji, waktu lelang di Kanwil dan data 3 perusahaan rekanan ada dengan pak Daroji. Kita hanya penonton saja. Ada tim pembantu PPK dari kita, staf – staf kita masukkan. Pokja ada yang dari Kemenag dan Kanwil,” jawab Ali kepada tim media, Rabu ( 04/08) siang.

Pada kesempatan itu, Ali Wijanarko memberikan jawaban kurang memuaskan dan terkesan sombong serta menutup – nutupi terkait pembangunan gedung di lokasi MAN IC Lamtim. Terkesan bahwa tidak ada keterbukaan publik tentang identitas perusahaan/rekanan kepada tim media.

” Ya silahkan saja, prinsipnya kami yang punya duit, tapi bukan kita yang mengelola,” ujar Ali Wijanarko, dengan nada sombong kepada tim media.

Kedepan tim media, akan menemui Daroji selaku PPK di Kemenag Lamtim, dalam pembangunan tiga proyek yang bernilai miliaran. Selain itu, juga tim media akan meminta komentar dari salah satu LSM, untuk ikut mengawasi proses pembangunan tiga mega proyek tersebut. Sehingga pembangunan tersebut dapat berjalan sesuai dengan RAB tanpa ada celah korupsi.

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *