Kejanggalan bangunan MAN IC Lamtim, PPK Daroji : Besok kita cek kalau kurang pas kita suruh perbaiki

  • Whatsapp
Daroji, Kasi Binmas Kemenag Lamtim dan Ketua PPK MAN IC Lamtim, saat ditemui Mitrapol.com, Kamis ( 05/08).

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Adanya temuan dan kejanggalan dari hasil pekerjaan oleh pihak rekanan dalam pembangunan mes guru di MAN Insan Cendikia Kabupaten Lampung Timur. Maka, selanjutnya tim media menemui PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) guna mendapatkan informasi.

Daroji selaku Kasi Binmas Kemenag Lamtim, dan sekaligus Ketua PPK pembangunan MAN IC Lamtim, menjelaskan perannya dari beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak rekanan.

” Ya, saya selaku Ketua PPK, ada tiga kegiatan di MAN Insan Cendikia Lampung Timur, yakni pertama pembangunan RKB ( Ruang Kelas Belajar ) dikerjakan CV.Fiesta Merdeka, kedua pembangunan asrama siswa dikerjakan CV.Bulan Bintang, ketiga pembangunan mes guru dikerjakan CV.sketsa. Dari ketiganya yang sudah berjalan pembangunan mes guru, dan kontrak lebih awal itu ,” jelas Daroji kepada Mitrapol.com, Kamis ( 05/08 ) pagi.

Terkait, adanya temuan atas kejanggalan dari pemasangan material besi pembangunan mes guru. Ia menyatakan, bahwa pihaknya bersama tim telah menjadwalkan kehadiran dalam pengawasan.

” Mengenai besi, itu variatif ada besi 8 dan besi 10,cuma detailnya saya belum lihat. Minimal konsultan harus tau, karena ini dana negara. Sumbernya SBSN dan yang mengawasi berjenjang. Hari Selasa kemarin kesana, untuk monitoring dan saya jadwalkan tiga kali kesana. Sejauh ini sudah kami lihat, bersama PTP dan konsultan pengawas serta dengan tim pembantu PPK. Kita berharap kegiatan itu sesuai dengan spek. Jadi pengawasan kami berlapis, selain konsultan pengawas yang kita tunjuk,pengelola teknik PU,selanjutnya PPK dan tim pembantu termasuk Ali Wijanarko dan stafnya ,” kata Daroji.

Pada kesempatan itu, Daroji menerangkan, bahwa sistem pembayaran dalam kegiatan kepada pihak rekanan dilakukan melalui progres dan termin dari hasil pekerjaan. Ia berjanji, akan segera meninjau lokasi dan menindaklanjuti adanya temuan di masing – masing kegiatan.

” Kegiatan ini tidak ada uang muka, kami pakai progres. Pekerjaan baru 40 % baru kita bayar, itu termin pertama sampai lima kali. Jika menemukan ada yang kurang pas, saya punya hak untuk menegur. Artinya belum ada uang negara yang dirugikan, karena belum kita kasih uang. Besok saya akan kesana, coba nanti saya lihat dilapangan. Kalau ditemukan kurang pas, kita suruh perbaiki ,” tutup Daroji.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *