Sidang lanjutan, Tak satupun saksi menyatakan keterlibatan Nurdin Abdullah, berikut tanya jawab JPU, PH dan semua saksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar Sulsel – Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Makassar Ibrahim Palin membuka sidang perkara dugaan gratifikasi untuk terdakwa Nurdin Abdullah.

”Sidang perkara terdakwa Nurdin Abdullah dibuka dan terbuka untuk umum,” selanjutnya Ibrahim Palino bertanya kepada Nurdin Abdullah,

Hakim, bagaimana kondisi pak Nurdin Abdullah
NA , Alhamdulillah, sehat yang mulia

Selanjutnya Ibrahim Palino menyampaikan bahwa, ada berapa saksi yang dihadirkan JPU yaitu, Amri Mauraga, Direktur BPD Sulselbar, Haeruddin Sakti dan Rudi Moha

Inilah tanya jawab antara Hakim dan Amri Mauraga

– Hakim, apakah saudara Amri Mauraga kenal dengan Nurdin Abdullah?,
– Saksi, kenal yang mulia
– Hakim, ada hubungan keluarga?,
– Saksi, tidak

Selanjutnya Ibrahim Palino bertanya kepada saksi Haeruddin,

– Hakim, apakah saudara Haeruddin kenal Nurdin Abdullah?,
– Saksi, kenal pak
– Hakim, ada hubungan keluarga?,
– Saksi, tidak

Selanjutnya Ibrahim Palino bertanya kepada Rudi Moha

– Hakim, apakah kenal Nurdin Abdullah?,
– Saksi, kenal yang mulia
– Hakim, ada hubungan keluarga?
– Saksi, tidak

Setelah itu hakim menyumpah semua saksi,

Ibrahim Palino mengajak kepada semua saksi untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, kalau tidak tahu, bilang tidak tahu, karena ini adalah sidang Tipikor dan semua keterangan saudara akan di pertanggung jawabannya di akhirat.

Lanjut Ibrahim Palino, pernahkah semua saksi diperiksa di KPK, tiada tekanan psikis.
Sebelum menanda tangani BAP, apakah saudara baca

Semua saksi serentak menjawab, di baca yang mulia.
Hakim, semua keterangan saudara benar semuanya?

Saksi, benar semua pak

Kemudian Ibrahim Palino mempersilakan kepada JPU untuk bertanya.

Tanya jawab Hakim dengan Amri Mauraga (Dirut BPD Sulselbar)

– JPU, Sejak kapan saudara kenal NA?,
– Saksi, saya kenal sejak Oktober 2020
– JPU, bagaimana perkenalan anda terjadi?,
– Saksi, awalnya kami berdiskusi terkait kondisi Bank Sulselbar
– JPU, terkait apa, visi misi?,
– Saksi, terkait kondisi dan hal hal penting BPD Sulselbar.
– JPU, pernah mencalonkan diri?,
– Saksi, tidak
– JPU, gubernur pemegang saham di BPD?,
– Saksi, iya pak, Gubernur pemegang saham tertinggi 25 persen
– JPU, kapan diangkat PLT ?,
– Saksi, Bulan Nopember tahun 2020, dan saya menjadi PLT, bulan desember pak
– JPU, ikut seleksi dalam pengangkatan PLT?,
– Saksi, tidak pak
– JPU, apakah pak gub punya kewenangan?,
– Saksi, punya pak, karena dia punya kebijakan strategis
– JPU, kenal Reski Anggraeni?,
– Saksi, kenal pak sekretaris saya pak.
– JPU, pernah didatangi Samsul Bahri?
– Saksi, pernah pak, maaf pak saya ingin luruskan, saya ralat di BAP saya pak, di BAP saya mengatakan, bahwa yang menyetor itu Samsul Bahri, ternyata Pak Darman ajudan Gubernur
– JPU, ada Komonikasi dengan Samsul Bahri
– Saksi, saya sering ketemu yang mulia
– JPU, jadi pernah ketemu?,
– Saksi, pernah pak, dua kali
– JPU, saya mau membacakan di BAP saudara Amri mauraga, bahwa yang datang menyetor uang adalah Samsul Bahri?,
– Saksi, yang benar yang mulia adalah Pak Darman yang menyetor uang itu.
– JPU, pada saat itu, Pak Darman bertemu dengan sekretaris anda?,
– Saksi, iya pak
– JPU, kenapa tahu?,
– Saksi, saya konfirmasi Samsul Bahri dan tidak mengakui, dan betul, Pak Darman yang datang
– JPU, apakah Darman salah satu ajudan gubernur?,
– Saksi, betul yang mulia, Pak Darman yang menyeror sejumlah uang untuk masjid di pucak
– JPU, berapa jumlahnya?,
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, pada saat penyetoran, apakah Darman bicara dengan saudara?,
– Saksi, lupa pak
– JPU, Setelah Darman menyetor, apakah Reski datang lagi ke bapak
– Saksi, datang pak, melaporkan
-JPU , berapa jumlahnya?,
– Saksi, tidak tahu yang mulia.
– JPU, jumlah?,
– Saksi, tidak tahu, apa kaitannya, jumlah setoran 100 juta
– JPU, kenapa tahu
– Saksi, saya tahu di KPK
– JPU, ada lagi?,
– Saksi, tidak lagi, kecuali CSR
– JPU, apa itu bantuan CSR, jelaskan
– Saksi, untuk kepentingan masyarakat, dalam hal agama dan sosial masyarakat
– Bagaimana bisa dikasih CSR?,
– Saksi, satu saat bertemu dengan NA, mempertanyakan dana CSR
– JPU, Nopember di rujab
– Saksi, bila memungkinkan sesuai ketentuan
– JPU, ada proposal?,
– Saksi, silakan masukkan proposal
– JPU, apa persyaratan untuk mendapatkan CSR?,
– Saksi, harus ada proposal, RAB, pengurus masjid dan rekening masjid pak
– JPU, CSR berapa nominalnya?
– Saksi, 400 juta pak
– JPU, kapan disetor?,
– Saksi, lupa pak
– JPU, mekanismenya sudah di verifikasi?,
– Saksi, sudah pak
– JPU, sudah dilihat?,
– Saksi, sudah pak
– JPU, coba jelaskan,
– Saksi, diatas tanah NA yang diwakafkan
– JPU, ada penduduk disana?,
– Saksi, ada pak
– JPU, siapa yang masukkan proposal
– Saksi, panitia pak
– JPU, apakah banyak proposal yang masuk di BPD?,
– Saksi, banyak pak, semua dikasih, yang penting memenuhi syarat syarat pak.

JPU yang sama bertanya kepada Haeruddin

– JPU, Bagaimana perkenalan saudara dengan NA?,
– Saksi, saat itu ada kunjungan kerja NA ke Wajo silaturrahmi, nanti pada malam hari saya bisa bergabung dan makan durian
– JPU, sebagai apa Kenalan dengan
NA?,
– Saksi, Saya punya SPBU, lompuloe, konstrusksi juga
– JPU, punya PT lompule punya paket
– Saksi, iya pak,ada di Soppeng, ada lelang kami ikut pak
– JPU ada bicara?
– Saksi, tidak
– JPU, ada permintaan?
– Saksi, tidak
– JPU, ngobrol biasa?
– Saksi, iya pak
– JPU, pada saat itu kunjungan ke Soppeng, bagaimana kau tahu?,
– Saksi, saya ditelepon oleh Samsul Bahri minta waktu, tapi saya ada di Makassar.
– JPU, kepentingannya apa?,
– Saksi, Saya tidak tahu minta ketemu awal pebruari, saya pamit, NA minta untuk dibantu masjid
– JPU, ada penyampaian dari NA?,
– Saksi, masjid di Pucak dan beberapa masjid pak
– JPU apakah Nurdin Abdullah pernah menyampaikan RAB masjid di kawasan Kebun Raya Pucak?.
– Saksi, tidak pernah pak
– JPU, tidak pernah?
– Saksi, tidak pernah ditunjukkan soal RABnya, namun NA mengatakan akan membangun masjid di Pucak dan beberapa masjid dan butuh biaya besar.

– JPU, apakah Nurdin Abdullah pernah menunjukkan laporan pertanggungjawaban bangunan masjid?,
– Saksi, tidak pernah.
– JPU, apa yang muncul dibenak anda?
– Saksi, saya hanya bersedekah dan saya siap membantu 1 Milyar.
– JPU, berapa hari baru datang?,
– Saksi, nanti datang Samsul baru saya kasih itu uang.
– JPU, apa yang ada dipikiran anda setelah datang Nurdin Abdullah?,
– Saksi, saya ikhlas menyumbang masjid
– JPU, kenapa terlalu banyak 1 Milyar?,
– Saksi, karena Nurdin Abdullah sampaikan akan membangun masjid dan anggarannya cukup besar
– JPU, saat memberi di Wajo?
– Saksi, itu sumbangan pribadi
– JPU, apakah karena NA, atau bersedekah
– Saksi, karena bersedekah pak
– JPU, kalau bukan NA?,
– Saksi, saya tetap bantu pak.

Masih JPU yang sama bertanya kepada Rudi Moha

– JPU, kenal NA?,
– Saksi, saya kenal karena tetangga saya dan kenalan sejak kecil, NA sama saudara saya pak
– JPU, perusaahaan dibidang apa?,
– Saksi, ekspor talas
– JPU, apalagi?
– Saksi, bengkel dan jasa konstruksi
– JPU, kenal Edi Rahmat?,
– Saksi, kenal pak
– JPU, setelah menjadi gubernur, apakah hubungan tetap ada?,
– Saksi, tetap pak
– JPU, Pernah melaksanakan proyek di Pemprov?,
– Saksi, tidak pernah pak
– JPU, pernah dimintai tolong sama NA?,
– Saksi, beliau tidak pernah minta tolong
– JPU, apakah CV anda pernah kerja?,
– Saksi, tidak pak, kami hanya menyediakan bibit bibit yang diperoleh dari Jepang
– JPU,pernah ikut lelang?,
– Saksi, tidak pak
– JPU, pernah diminta NA untuk transfer uang?,
– Saksi, NA minta ditransfer, saya kasih dua, tiga kali pak pada tahun 2020
– JPU, apa yang disampaikan NA?,
– Saksi, NA, bilang saya mau kasih orang, kenapa bukan bapak yang transfer, nanti saya ganti uangnya
– JPU, saudara dapat noreknya NA
– Saksi, 2 tiga kali 20 juta
– JPU, pernah transfer’ 10 juta + 10 juta + 20 juta ?
– Saksi, NA pinjam pak
– JPU, pernah lagi minta bantuan
– Saksi, tidak pernah minta sumbangan
– JPU, apa yang disampaikan NA?,
– Saksi, banyak sembako, banyak masyarakat yang mau dibantu,
– JPU, akhirnya transfer ?
– Saksi, berulang kali
– JPU, BNI 300 juta lebih
– Saksi, jumlah totalnya
– JPU, Apakah saudara sampaikan ke NA?,
– Saksi, tidak perlu pak
– JPU, keterangan saudara, apakah benar?,
– Saksi, benar pak
– JPU, Jasman itu siapa?,
– Saksi, Jasman mengenai talas, Jasman staf pertanian pak
– JPU, transfer 3O juta, benar?,
– Saksi, benar pak

JPU lainnya bertanya kepada Amri Mauraga.
– JPU, posisinya tanah itu, apakah NA minta?,
– Saksi, tidak tahu, yang jelas itu tanah diwakafkan
– JPU, tanah yang dipucak sudah diwakafkan?,
– Saksi, verifikasi lahan untuk masjid dan untuk umum salah satu syarat mendapatkan CSR
– JPU, jadi dipersyaratkan?,
– Saksi, sangat sedikit masjid yang dapat jika itu dipersyaratkan
– JPU, pernahkah Darman minta tolong?,
– Saksi, awal bulan pembayaran gaji PNS, sehingga banyak antirian, dari pada menunggu berjam-jam, sehingga dibantu
-JPU, kamu membantu karena NA, sehingga dibantu?,
– Saksi, karena saya lihat Darman adalah ajudan pasti sibuk, sehingga dibantu
– JPU, Apakah kamu sampaikan ke NA, bahwa sudah disetor?,
– Saksi, tidak pak

Masih JPU yang sama bertanya kepada Haeruddin
– JPU, kenapa membantu NA?,
– Saksi, di pikiran kami, ada beberapa masjid dibangun Nurdin Abdullah.

Masih JPU yang sama bertanya kepada Rudi Moha,
– JPU, pernah diberi tahu NA?
– Saksi, tidak

– JPU, Nurul hidayah ini siapa?,
– Saksi, hidayah yang selalu mengatur pak gub pak
– JPU, ada lima kali penyetoran?,
– Saksi, saya pakai ATM
– JPU, punya limit yah?,
– Saksi, iya pak
-JPU, hanya membantu 100 juta, untuk siapa?,
– Saksi, untuk Hidayah
– JPU, pernah bertanya ke Hidayah tentang uang itu?,
– Saksi, tidak pernah

Penasehat Hukum pertama bertanya kepada Amri mauraga
PH, Kapan jadi PLT?
– Saksi, Bulan Oktober pak
– PH, direksi harus bertanggung jawab?
– Saksi, Iya
– PH, kapan kenal NA?,
– Saksi Tahun 2020
– PH, Berapa ajudan NA?,
– Saksi, Darman dan Samsul Bahri pak
– PH, apakah sering komunikasi dengan Pak Samsul Bahri?,
– Saksi, Saya kenal pak Samsul Bahri sejak tahun 2020
– PH, berapa kali ketemu Samsul Bahri
– Saksi, jika ada pertemuan pak
– PH, kenapa kamu bilang pak Samsul Bahri, padahal Pak Darman yang menyetor uang?,
– Saksi, saat itu saya lupa pak
– PH, yang menelpon Samsul Bahri?,

Ibrahim Palino, menyela.
Jarak pemeriksaan di BAP dengan sidang belum terlalu lama, makannya pastikan dulu Pak Samsul atau Pak Darman.
Apakah kenal Samsul Bahri?,
– Saksi, kenal pak
– Hakim , bisa membedakan Samsul Bahri dengan Darman?,
– Saksi bisa pak,
– Hakim, yang betul Darman, harus dijelaskan
– Saksi, ada dua ajudan yang selalu datang, namun yang datang menyetor adalah Darman pak
– Hakim, saat penyetoran saja Darman?
– Saksi, hanya Darman.
– Hakim, masih ingat yang datang?
– Saksi, Darman Pak
– Hakim, Darman yah!
– Saksi pada tanggal 8/12/2020
– Hakim, apa tujuan Samsul Bahri datang
– Saksi, lupa yang mulia.
– Hakim, tidak boleh lupa
– Saksi, saya lupa, demi Allah saya lupa yang mulia
– Hakim, jangan menutup nutupi,
– Saksi, lupa betul yang mulia, karena memang tidak ada pembicaraan khusus
– Hakim, pembicaraan yang umum saja?,
– Saksi, lupa yang mulia, karena tidak ada pembicaraan khusus
– Hakim, ketika saudara didatangi ajudan gubernur, apa yang mucul dihati saudara
– Saksi, tentu ada keperluan pak
– Hakim, apalagi ini yang datang bukan orang sembarangan, tentu ada yang penting yang ingin disampaikan, tapi kenapa anda lupa?,
– Saksi, saya betul betul lupa yang mulia karena banyak orang.

JPU Andri Lesmana yang betanya pada Amri Mauraga

– JPU, siapa yang nelpon saudara?
– Saksi, Darman pak
– JPU, berapa kali datang Samsul Bahri
– Saksi, dua atau tiga kali pak
– JPU, kepentingan NA atau Darman?,
– Saksi, saya tidak tahu, hanya Darman yang minta tolong untuk menyetor
– JPU, kenapa minta tolong?,
– Saksi, karena kesulitan cari parkiran dan terburu-buru, lalu antrian, sehingga Pak Darman minta bantuan
– JPU, Darman datang di ruangan saudara?,
– Saksi, singgah di tempatnya Reski pak
– JPU, sebelum singgah
– Saksi, saya ada didalam ruangan
– JPU, tahu apa yang dibicarakan?,
– Saksi, saya tidak tahu pak
– JPU, apa Reski tidak minta untuk Darman isi tanda setoran?,
– Saksi, tidak
– JPU, kapan kau tahu bahwa Darman yang menyetor?,
– Saksi, saya lihat di SCTV
– JPU, dimana disetor?,
– Saksi, diruangan Reski
– JPU, berapa lama disetor?,
– Saksi, tidak lama
– JPU, kamu tahu bahwa Darman mau menyetor? dan apakah kamu melihat Darman menulis tanda setoran?,
– Saksi, tidak pak
– JPU, bagaimana caranya bisa disetor kalau tidak ada surat setoran?
– Saksi, Reski yang menyetorkan kemudian ke Darman.
– JPU, Lalu kembali Darman?
– Saksi, iya pak
– JPU, berapa banyak disetor?
– Saksi, setorannya 100 juta pak
– JPU, awal mula pak gub dirujab, bisa dibantu gak, kamu bilang harus ada proposal?
– Saksi, tahu masjid itu ada kata-kata Pucak
-JPU, kapan proposal tersebut diterima?, – – – Saksi, di Bank Sulselbar.
– JPU, berapa lama?
– Saksi, lebih seminggu, karena ada tim khusus yang verifikasi pak
– JPU, kapan BPD terima proposal?,
– Saksi, 2 Minggu
– JPU, Pernah saudara bicara dengan Samsul Bahri?,
– Saksi, pernah diundang kepucak
– JPU, adakah bicara CSR
– Saksi, saya tidak pernah bicara dgn Samsul Bahri terkait proposal
– JPU, atensi gubernur terkait CSR?,
– Saksi, siapapun saya ketemu, apalagi gubernur, kami apresiasi pak
– JPU, Siapa nama panitia masjidnya?,
– Saksi, nama panitianya Suardi
– JPU, siapa bawa proposal ke BPD sulselbar?, Samsul Bahri atau siapa?,
– Saksi, lupa pak

– JPU, apakah banyak proposal yang masuk pada Bank Sulselbar?,
– Saksi, puluhan setiap bulan pak.
– JPU, saat verifikasi, ketemu dengan panitianya?,
– Saksi, saat ada proposal, saya disposisi, baru dikasih timnya, bukan satu orang pak
– JPU, berapa nilai dari RABnya?,
– Saksi, antara 950 juta pak
– JPU, kenapa begitu cepat pencairannya? Apakah ada atensi gubernur?,
– Saksi, semua kami usahakan cepat
– JPU, siapa yang menentukan?,
– Saksi, ada timnya yang menilai sesuai RAB pak.

JPU yang sama bertanya kepada Haeruddin

– JPU ,ada pekerjaan tahun 2020
– Saksi,ada jalan APBD
– JPU, ada bantuan pemprov?,
– Saksi, lupa pak
– JPU, dari mana bisa berkomunikasi dengan Samsul Bahri?,
– Saksi, saya bertemu di Wajo
– JPU, kapan bisa ketemu?
– Saksi, satu minggu sebelumnya
– JPU, tapi tidak jadi ketemu?,
– Saksi, tidak pak
– JPU, ada permintaan gubernur, untuk membantu masjid?,
– Saksi, tidak pak
– JPU, kenapa dikasih?,
– Saksi, kalau ada rezeki saya sumbang 1 Milyar
– JPU, dari mana uang itu?
– Saksi, uang pribadi pak
– JPU kamu kasih uang tunai?,
– Saksi,,iye pak

JPU, Kenapa nggak minta nomor rekening yayasan?

– Saksi, bukan pihak yayasan masjid yang datang menerima uang Rp 1 miliar, yang datang ajudan Nurdin Abdullah, saya kasih dengan ikhlas.

– JPU, Tak Ada Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) dari NA soal Sumbangan Masjid?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, ada harapan anda kedepan?,
– Saksi, tidak ada

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino melanjutkan pertanyaan kepada Haeruddin, kapan kamu serahkan uang itu?
– Saksi, dirumah tahun 2021

JPU yang sama bertanya kepada Rudi Moha,

– JPU, pernah pak Rudi kasih ke NA pada pilgub?,
– Saksi, pernah 300 juta
– JPU kenapa bisa?,
– Saksi, atas inisiatif saya sendiri
– JPU, bantu 300 ?,
– Saksi, iya, saya bantu pak
– JPU, langsung?,

Ibrahim Palino menskors sidang, karena sudah memasuki waktu shalat lohor, dan dilanjutkan pada pada jam 13.00.

Ibrahim Palino kembali melanjutkan sidang
dan mempersilakan kepada Penasehat Hukum untuk bertanya.

PH bertanya kepada Amri Mauraga

– PH, dalam BAP saksi nomor 14, saudara menjelaskan sempat bertemu Nurdin Abdullah pada tanggal 29 Nopember 2020, NA manyampaikan apa kepada saudara, dimungkinkan dibantu CSR?
– Saksi, betul
– PH, ada pemaksaan?,
– Saksi, tidak ada kata kata paksaan pak
– PH, tidak ada paksaan yah?,
– Saksi, tidak ada pak
– PH, selaku gubernur pemegang saham, ada peran atau ada instruksi penyaluran CSR?,
– Saksi, tida ada pak
– PH, betul betul ini ditentukan tim
– Saksi, betul pak
– PH, berapa jumlah tim?,
– Saksi, 4 orang pak
– PH, bertanggung jawab kepada siapa?,
– Saksi, RUPS pak
– PH, Apakah bantuan CSR itu masuk ke rekening masjid?,
– Saksi, betul
– PH, apakah kau tahu panitia Masjid nya?,
– PH, tahu, namanya pak Suardi

Penasehat Hukum yang sama bertanya kepada Haeruddin

– PH, pernah berhubungan dengan NA?,
– Saksi, tidak pernah
– PH, kenapa mau menyumbang?,
– Saksi, Nurdin Abdullah pernah menyampaikan bahwa mau bangun masjid
– PH, setelah itu?
– Saksi, tidak ada komunikasi
– PH, kemana berkomunikasi?,
– Saksi, Samsul Bahri
– PH, apa mengetahui bahwa dana sudah sampai 1 Milyar?,
– Saksi, iya

PH lain bertanya kepada Amri Mauraga

– PH, sesuai BAP nomor 12, pengurus masjid pucak, setelah proposal diversifikasi oleh komite, layak atau tidak dapat CSR?,
– Saksi, layak tidak layak, memang tujuannya jelas dengan verifikasi
– PH, kalau tidak ada syarat
– Saksi, ditolak pak
– PH,
– Saksi, Komite mengusulkan ke direksi
– PH, bisa ditolak
– Saksi, bisa pak
– PH, apakah berlaku sama
– Saksi, berlaku untuk semua
– PH, bahwa semua CSR, apakah sudah diaudit?,
– Saksi, sudah dan itu wajar tanpa pengecualian

PH yang sama bertanya kepada Haeruddin,
– PH, perkenalan dengan NA
– Saksi, saat itu silaturrahmi, makan malam, saat itu belum disampaikan, nanti di kantor gubernur baru dikasih tahu
– PH, Oh, pada pertemuan kedua, ada keinginan terdakwa untuk membangun masjid?
– Saksi, iya pak
– PH, berapa Masjid?,
– Saksi, tidak menyampaikan satu masjid
Tapi ada banyak masjid
– PH, sebagai dermawan, apakah dana yang disalurkan ke ajudan?
– Saksi, saya percaya ke ajudan Samsul Bahri. Ada pesannya
– PH, bagaimana anda yakin, bahwa sampai ke tardakwa?,
– Saksi, yakin sampai pak

Penasehat Hukum Arman Hanis bertanya kepada Amri Mauraga

– PH, apakah di BPD ada bagian khusus yang menangani CSR?,
– Saksi, ada pak corporate sekertaris
– PH, ada komite, siapa yang menunjuk?,
– Saksi, semua direksi, dan ada SK tetap
– PH, apakah menyeluruh?,
– Saksi, menyeluruh pak
– PH, Apakah komite meninjau lokasi?,
– Saksi, iye pak
– PH, bentuk laporan?,
– Saksi, dirapatkan dalam komite, layak atau tidak.
– PH, apakah ada rapat dalam direksi
– Saksi , iye pak

– PH, kewenangan siapa 400 juta dan diputuskan direksi?,
– Saksi, betul
– PH, diputuskan sendiri atau kolektif
– Saksi, kolektif
– PH, Kolektif kolegial yah?,
– Saksi, iya pak
– PH, ditransfer oleh komite?,
– Saksi, ditransfer komite

– PH, jika bertemu Suardi, masih ingat mukanya?,
– Saksi, masih
– PH, yang membawa proposal apakah pak Suardi?,
– Saksi, lupa pak
– PH, bapak lupa?,
– Saksi, lupa

– PH, saksi lupa, setelah selesai diperiksa KPK, saksi melihat cctv, disitu Samsul Bahri tidak pernah mengantar 100 juta?,
– Saksi, betul

– PH, Samsul Bahri bukan yg membawa proposal?,
– Saksi, lupa

Masih PH Arman Hanis bertanya kepada Haeruddin

– PH, berapa kali ingin bertemu NA, pada saat menjabat gubernur?,
– Saksi, saya bertemu di Wajo, nanti pada malam hari saya bergabung sambil makan durian. Ketika NA ada di Soppeng, tapi beliau sibuk, jadi saya What’s App, dan NA siap ketemu di kantor gubernur
– PH, dalam rangka apa ketemu di Wajo?,
– Saksi, kunjungan kerja, malam saya bertemu dan makan durian.
-PH, setelah itu mau lagi ketemu NA?
– Saksi, saya di lejja
– PH, berapa kali berusaha bertemu NA?
– PH, beberapa kali, saya penasaran, saya tidak diberikan waktu bertemu NA
– PH, saat saksi bertemu NA diundang atau tidak?
– Saksi, saya ketemu berapa menit saja, dan NA bilang, saya mau bangun masjid
– PH, bertemu di rujab atau di kantor gubernur?,
– Saksi, di kantor gubernur pak
– PH, pernah antar undangan?
– Saksi, pernah pak
– PH, undangan apa?,
– Saksi, pesta anak saya
– PH, membicarakan hal lain?
– Saksi, tidak ada sama sekali
– PH, ada permintaan uang masjid?
– Saksi, ada pak
– PH, apakah saksi, mengetahui setelah Samsul Bahri menerima uang?, bahwa uang sudah diserahkan ke panitia masjid atau tidak?,
– Saksi, saya tidak tahu.

– PH, bantuan beberapa masjid, apakah termasuk masjid ikhtiar?,
– Saksi, tidak tahu, yang jelas beberapa masjid
– PH, tidak pernah melihat Masjid?,
– Saksi, saya hanya menyumbang masjid dan saya selalu menyumbang masjid

PH Arman Hanis bertanya kepada saksi Rudi Moha

– PH, benar sudah lama kenal NA ?,
– Saksi, benar
– PH, seberapa dekat dengan Nurdin Abdullah?
– Saksi, sudah lama kenal dan sama dengan saudara pak
– PH, sejauh mana mengenal kepribadian NA?,
– Saksi, cukup lama saya mengenal beliau, setelah pulang dari Jepang dan menjadi dosen Unhas, gaji NA tidak pernah diambil, itu yang membuat saya terkesan, sehingga NA adalah sahabat saya yang luar biasa
– PH, pernah minta sesuatu ke NA?,
– Saksi, pernah, tapi dimarahi
– PH, pernah ikut lelang?,
– Saksi, tidak karena perusahaan saya tidak bisa ikut karena tidak memenuhi syarat.
– PH, pernah dijanji proyek oleh NA?
– Saksi, tidak pernah pak

Penasehat lainnya bertanya kepada saksi, Amri mauraga

– PH, saat ini jabatan anda?
– Saksi, direktur
– PH, seperti apa proses untuk pergantian direksi?,
– Saksi, 50 persen plus satu pemegang saham
– PH, berapa sahamnya pemprov?,
– Saksi, sekitar 33 persen, dulu masih 28 persen

Hakim anggota bertanya kepada Haeruddin

– Hakim, untuk apa bertemu?
– Saksi, saya penasaran, jadi saya datang ke kantor gubernur pak
– Hakim, biasa membangun masjid
– Saksi, dimana mana saja saya bangun masjid pak
– Hakim, biasanya sumbang berapa?,
– Saksi, biasa satu milyar pak

Masih Hakim anggota bertanya kepada Rudi Moha

– Hakim, tanggal 1 pernah transfer dan sudah empat kali,
– Saksi, saya transfer berulang ulang
– Hakim, kenapa bukan satu kali
– Saksi, tidak bisa pak
– Hakim, kamu kasih ke NA atau Nurhidayah, atau untuk masyarakat atau untuk NA?,
– Saksi, saya tidak tahu
– Hakim, kamu sumbang 360 juta?,
– Saksi, Saya juga biasanya sumbang organisasi, gereja, karena mereka lebih paham

Hakim anggota lainnya bertanya kepada Amri Mauraga

– Hakim, kenapa bisa jadi PLT?,
– Saksi, saya tidak tahu pak
– Hakim, berapa lama jadi PLT?,
– Saksi, dua bulan yang mulia
– Hakim, siapa itu Reski?,
– Saksi, sekretaris saya pak, saya tarik dan beda ruangan
– Hakim, tidak satu ruangan?,
– Saksi, tidak pak, namun bisa saya lihat
– Hakim, bisa kau lihat?,
– Saksi, bisa yang mulia
– Hakim, kapan diperiksa di KPK?
– Saksi, bulan Juni pak.
– Hakim, mengapa pada saat diperiksa KPK, saudara menunjuk Samsul Bahri?,
– Saksi, siap salah yang mulia
– Hakim, kenapa?,
– Saksi, saya video call, setelah saya konfrontir, ternyata Pak Darman dan kemudian setelah itu saya memeriksa cctv, ternyata Darman.

– Hakim, apakah orang ini setelah itu, naik menemui saudara?,
– Saksi, menemui sekretaris saya pak
– Hakim, silakan hubungi sekretaris
– Saksi, saya persilakan duduk, dan Pak Darman duduk
– Hakim apa yang dibawa orang itu?,
– Saksi, saya tidak tahu pak
– Hakim,apakah kamu membaca BAP?,
– Saksi, betul pak
– Hakim, sudah ada perintah dari saudara untuk menyetor?,
– Saksi, saya perintahkan ke sekretaris untuk membantu menyetor pak
– Hakim, membantu menyetorkan?,
– Saksi, sebenarnya sektetarus yang melakukan penyetoran
– Hakim, apakah memerintahkan sekretaris saudara untuk menyetor?,
– Saksi, tidak pak

Masih Hakim yang sama bertanya kepada
Rudi Moha

– Hakim, berapa transfer pertama?,
– Saksi, Tidak ingat pak
– Hakim, bagaimana kau bisa bantu 20 juta?,
– Saksi, saya tanya ke NA untuk meringankan beban masyarakat yang kena Covid
– Hakim, melalui ATM mana?,
– Saksi, lupa pak
– Hakim, pertama transfer’ 20 juta yah?
– Saksi, iya
– Hakim, kau kasih Hidayah?,
– Saksi, iya pak, pemberian uang transfor
– Hakim, saudara kasi 1,2 juta, siapa yang minta?,
– Saksi, Hidayah yang minta untuk pembeli pulsa
– Hakim, yang 700 ribu?,
– Saksi, untuk transfor pak

Kembali Ibranim Palino bertanya kepada Rudi Moha

– Hakim, ini perusahaan siapa?
– Saksi, perusahaan saya
– Hakim, rekening PT karya Baru, di BAP anda, “saya kasih 300 juta tahun 2018 untuk Pilkada”?,
– Saksi, betul, saya kasih tunai
– Hakim, siapa yang kasih masuk ke rekening Nurdin Abdullah?,
– Saksi, saya tidak tahu
– Hakim, bagaimana waktu kau kasih?,
– Saksi, saya yang sampaikan kepada tim kampanye nya,

– Hakim, tempatnya?,
– Saksi, dikantor saya pak
– Hakim, apa yang disampaikan panitia kampanye NA?,
– Saksi, bahwa jadi saya kasih,
– Hakim, tidak ada hitam putih ?,
– Saksi, tidak pak
– Hakim, tapi ada rekening korannya
– Saksi, Saya tidak tahu
– Hakim, pilkada apa?,
– Saksi, lupa yang mulia, seperti nya untuk pilkada gubernur.
– Hakim, saudara memberikan bantuan, konteksnya apa?,
– Saksi, pertama, saya melihat NA orang baik, dermawan, dan saya kenal baik
– Hakim, pernah kamu dimarahi pak gub?,
– Saksi, iya pak, karena pak NA mau orang yang kerja profesional
– Hakim, tojeng tojeng dimarahi NA?,
– Saksi, tojeng tojeng yang mulia.
– Hakim, mungkin ada perasaan saudara?,
– Saksi, saya hanya berharap ekonomi bagus, kesempatan berusaha juga baik
– Hakim, tapi ada yah harapan?,
– Saksi, jujur yang mulia ada
– Hakim, tetap ada yah, karena NA teman baik anda?,
– Saksi, iya yang mulia
– Hakim, tanggal 1, 2, 3 Agustus transfer’ ke rekening Hidayah?,
– Saksi, Awalnya ada komunikasi dengan NA, dengan adanya bantuan sosial.
– Hakim, Apakah saudara transfer, karena diminta NA
– Saksi, tidak,
– Hakim, apakah ada permintaan berikutnya untuk transfer?,
– Saksi, hanya sekali, kalau mau ikut melalui hidayah saja, dan itu bukan melalui NA.
– Hakim, siapa yang menyampaikan?,
– Saksi, Nurhidayah
– Hakim, apakah sebut nominal?,
– Saksi, tidak
– Hakim, apakah tidak ada lagi permintaan?,
– Saksi, waktu itu celengan sudah tidak ada yang mulia
– Hakim, apakah pernah NA atau Nurhidayah menyampaikan penyaluran bantuan anda?,
– Saksi, pernah pak NA minta terima kasih dan bantuanmu sudah di salurkan

Hakim anggota bertanya pada Amri Mauraga

– Hakim, Siapa yang menentukan dana CSR
– Saksi, komite lalu ke direksi yang mulia
– Hakim, tahun 2020, berapa CSR yang masuk ke BPD?,
– Saksi, saya tidak hapal, yang jelas ratusan proposal
– Hakim, berapa yang disalurkan selama tahun 2020?,
– Saksi, 25 milyar pak
– Hakim berapa persen?
– Saksi, 5 persen dari laba bersih yang diterima pak
– Hakim, dari ratusan proposal yang masuk,apakah ada yang ditolak?,
– Saksi, sangat jarang ada yang ditolak
– Hakim, jangan sampai ada yang tidak memenuhi syarat?,
– Saksi, mekanismenya ada internal, kemudian kami di audit secara periodik oleh OJK, BPK.
– Hakim, sekarang pasti banyak lagi permohonan yah?,
– Saksi, iya pak

Ibrahim Palino lanjut bertanya ke Haeruddin

– Hakim, Waktu saudara ke kantor gubernur, apakah kamu kasih tahu pak gub, bahwa ada bantuan 1 Milyar?,
– Saksi, iya pak
– Hakim, Samsul Bahri datang ke rumah anda?,
– Saksi, datang ke rumah, saya kasih uang
– Hakim, apakah saudara menelpon Samsul Bahri bahwa uang itu sudah ada?,
– Saksi, tidak menghubungi lagi, termasuk pak NA, karena saya yakin uang itu sampai ke NA pak.

– Hakim, siapa yang menghubungi
Ketika saudara bertemu?,
– Saksi, disangka saya disoppeng, tenyata saya di Makassar.
– Hakim, lalu?,
– Saksi, Pak NA bilang, saya mau bangun masjid, dan anggarannya cukup besar
– Hakim, memang untuk masjid yah?
– Saksi, betul yang mulia, dan bukan hanya masjid Pucak, tapi ada beberapa masjid.
– Hakim, “mengakui bahwa memang ada masjid yang dibangun NA dan saya sendiri pernah melihat,” kata Ibrahim Palino
Dan spontanitas saudara menyumbang 1 milyar ?,
– Saksi, siap yang mulia
– Hakim, apakah saudara yang menentukan 1 Milyar atau NA?,
– Saksi, begini, pak NA hanya menyampaikan bahwa mau bangun masjid dan anggarannya cukup besar, lalu saya menyumbang 1 Milyar, karena tidak mungkin anggarannya kecil, apalagi beberapa masjid dan saya mempunyai beberapa SPBU, karena memang saya selalu bersedekah pak

– Hakim, apakah saudara tahu, dan ada yang terbersit dihati saudara untuk sesuatu?,
– Saksi, tidak ada yang mulia,
– Hakim, memang tidak ada dalam bayang bayang saudara?,
– Saksi, tidak ada yang mulia kecuali hanya untuk beramal dan bersedekah.
– Hakim, Kamu menyumbang pak gub, Krn ada harapan?,
– Saksi, kami sudah terbiasa menyumbang pak, jujur saya bersedekah.

Setelah tanya jawab antara Hakim, JPU dan Penasehat Hukum kepada terdakwa sudah selesai, maka, Ibrahim Palino memberi kesempatan kepada NA.

Silakan pak Nurdin Abdullah, siapa tahu ada yang ingin disampaikan,silakan pak, kata Ibrahim Palino.

Secara virtual NA menjawab,“Yang pertama, ajudan saya hanya satu, yaitu Samsul Bahri, yang lain seperti Darman adalah walpri” (pengawal pribadi).

Lanjut NA, “Pak Haeruddin orangnya sosial, dia datang kerumah, mengatakan ada sesuatu pak, kedua datang lagi , dan saya memberikan apresiasi karena kualitasnya sangat bagus”.

Lanjut NA, “Jujur yang mulia, kami juga membangun Masjid Ikhtiar yang terletak di perumahan Dosen Tamalanrea, kebetulan anggarannya 25 Milyar, saya sudah mendapatkan anggaran 7 Milyar dan sekarang sudah beberapa yang selesai, beliau Haeruddin datang dan menyumbang 1 Milyar yang mulia”.

“Terkait bantuan Rudi Moha yang 300 juta terkait bantuan pilkada gubernur, itu sudah dilaporkan ke KPU yang mulia, siapa siapa yang menyumbang di Pilgub kami.

Saya hubungi Haeruddin secara terpisah ketika sidang diskors.

Haerudin dengan tegas menyatakan, bahwa dirinya menyumbang Masjid.

“Saya menyumbang masjid karena Nurdin Abdullah membangun beberapa masjid, jadi saya sumbang 1 Milyar, bukan lantaran Nurdin Abdullah sehingga saya menyumbang, tapi banyak masjid yang kami sumbang,” kata Haeruddin.

 

 

Ali Ghugunk/Kr.Sila

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *