Premanisme dan Mafia Tanah di Nagan Raya, Siapa yang Bermain.?

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Kabupaten Nagan Raya – Ninja sawit di Nagan Raya sudah ditunjukkan secara terang-terangan dengan berkedok ormas tertentu sehingga menjurus kepada premanisme dengan menguasai lahan Negara maupun lahan masyarakat dengan cara merampas dan membawa nama oknum aparat.

Kejadian di desa Kabu, dusun setia budi kecamatan Tripa makmur atau yang di kenal juga dengan sebutan daerah Patok-13 beberapa waktu belakang ini mengungkap sebuah tabir premanisme dan mafia tanah oleh sekelompok orang yang telah membawa nama Bupati Nagan Raya sebagai team suksesnya dan membawa sejumlah nama oknum aparat karena sang mafia tersebut informasinya merupakan oknum salah satu ormas binaan aparat di Nagan Raya yang merasa “kebal hukum”.

Sosok Banta Lidan yang mengaku sebagai anggota ormas dan Hendra alias dek gam sebagai wakil ketua pemuda di daerah patok-13 terindikasi telah melakukan kerjasama yang illegal/terlarang di daerah tersebut dengan membawa surat perintah tugas dari Mustafa Baha untuk mengambil keuntungan pribadi maupun kelompoknya dengan cara melanggar aturan hukum yang berlaku dan diduga telah memprovokasi masyarakat setempat untuk melakukan tindakan melanggar hukum, padahal dek gam selaku wakil kepala pemuda dan 31 pemuda lainnya di gampong tersebut telah menanda tangani surat pernyataan tidak akan mengganggu lahan masyarakat yang dikelola oleh yayasan diatas materai dan seharusnya tidak boleh dilanggar oleh mereka yang telah tanda tangan surat pernyataan tersebut.

Informasi yang Mitrapol dapatkan jika PT. Gelora Sawita Makmur dengan nomer 01/GSM/III/2021 yang berbunyi surat perintah tugas yang diberikan Ho Hariaty kepada Mustafa Baha untuk melakukan pengawasan (bukan mengelola ataupun melakukan panen buah) terhadap perkebunan PT.GSM yang terletak di desa Pulo Krut dan diduga telah di salah gunakan oleh Mustafa Baha dengan mengeluarkan surat perintah kepada Banta Lidan dengan nomer surat 06/GSM/V/2021 yang berbunyi, “dapat dikelola dengan baik” dan seterusnya sosok Banta Lidan melakukan panen dengan bekerjasama dengan dek gam wakil kepala pemuda patok-13 dilahan milik masyarakat secara premanisme padahal lahan milik masyarakat milik delapan orang tersebut diluar HGU yang dimiliki oleh PT.GSM, karena HGU Perusahaan itu sendiri terletak didaerah Pulo Krut bukan di desa kabu.

Informasi awak media Mitrapol dapatkan jika para oknum tersebut telah melakukan kerjasama pembelian buah sawit curian dilahan masyarakat dan lahan Negara dengan memakai mobil angkut pribadi milik oknum aparat untuk menakut-nakuti pemilik lahan maupun pengelola lahan yang telah di zaliminya.

Wakil kepala pemuda patok-13,dek gam slalu membawa nama masyarakat dusun setia budi atau dikenal dengan nama patok-13 termasuk infonya ia mendapatkan 350 ribu per ton dari hasil mencuri di lahan masyarakat delapan orang tersebut, katanya itu jatah untuk gampongnya sebut nara sumber yang tidak ingin disebutkan namanya.

Atensi Bapak Jokowi selaku Presiden di Negeri ini yang diteruskan oleh Bapak Kapolri kepada jajarannya dalam hal pemberantasan mafia tanah dan premanisme sepertinya tidak berjalan baik di Kabupaten Nagan Raya ini karena terindikasi banyaknya oknum aparat yang memiliki kepentingan pribadi dalam hal tersebut sehingga seakan-akan telah terjadi pembiaran dengan kata lain “main mata” antara para mafia dengan oknum aparat, bahkan timbul tanda tanya di kepala masyarakat,

“Siapakah yang bermain dengan para premanisme dan mafia tanah di Nagan Raya, sehingga mereka menjadi sangat berani dan merasa ada yang melindunginya”…?

Masyarakat juga berharap Kapolres tidak “pilih bulu” dalam melakukan Penegakan Hukum yang berkeadilan secara tegas, terkait adanya indikasi terlibatnya oknum ormas binaan TNI dalam hal dugaan pencurian dan terlibat dalam hal penguasaan tanah milik orang lain secara premanisme, sehingga para mafia tindak pidana kejahatan tersebut dapat diberantas secara tuntas demi terciptanya kondisi yang kondusif di masyarakat.

Yayasan Laskar juga mendesak Polres Nagan Raya untuk segera melakukan tindakan hukum terkait laporannya di Polres Nagan Raya atas dugaan tindak pidana pencurian yang telah tertangkap tangan dan perampasan lahan masyarakat secara premanisme yang patut diduga telah dilakukan oleh Banta Lidan dan dek Gam CS di daerah Patok-13, agar Hukum yang berkeadilan dapat di tegakkan sehingga atensi Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri dapat di jalankan dengan baik oleh Polres Nagan Raya.

 

Pewarta : T. Indra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *