Pergantian Antar Waktu Pimpinan DPRK Simeulue Aceh tidak ada dalam agenda Bamus 

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Simeulue Aceh – Dua Anggota DPRK Simeulue yakni Ugek Farlian dan Ihya Ullumddin membantah pernyataan Ketua DPRK Simeulue yang dimuat disalahsatu media online terkait ketidakhadiran mereka pada Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu Pimpinan DPRK Simeulue pagi tadi.

Saat dikonfirmasi media MITRAPOL, Ugek dan Ihya mengaku heran dan kaget adanya Rapat Paripurna Pergantian Antar Waktu Pimpinan DPRK Simeulue tadi pagi dan tidak ada dalam agenda Badan Musyawarah DPRK Simeulue pertanggal 13 juli 2021 yang suda di bagikan kepada Anggota DPRK Simeulue.

“Paripurna pergantian pimpinan itu sangat memiliki relevansi hukum, sehingga harus dimasukkan terlebih dahulu ke dalam jadwal Bamus melalui paripurna serta disampaikan kepada seluruh Anggota DPRK Simeulue karena sesuatu yang memiliki konsekuensi hukum itu rawan digugat,” Kata Ihya kepada MITRAPOL dan sahabat media yang lain, senin (9/8/2021).

Ihya Ullumddin juga menyayangkan penjadwalan Paripurna PAW oleh Ketua DPRK Simeulue yang terkesan sangat mendadak dan serat dengan politis.

Ihiya Umuluddin

“Terhadap kecerobohan Ketua DPRK Simeulue yang mengadakan Paripurna Pergantian Antar Waktu atau PAW salah satu Pimpinan DPRK Simeulue pagi tadi dengan tidak mengagendakannya terlebih dahulu kedalam Jadwal Bamus DPRK Melalui Paripurna, itu saya anggap Melanggar Peraturan DPRK Nomor 01 tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRK Simeulue dan saya duga serat dengan kepentingan politis,” tegas Politisi Muda PKS itu.

Sebagai Anggota Banggar DPRK Simeulue, Kata Ihya, berdasarkan agenda Bamus DPRK yang telah dibagikan kepada Anggota Pertanggal 13 Juli 2021 bahwa agenda DPRK dalam minggu ini adalah lanjutan pembahasan rancangan KUA – PPAS tahun 2022.

“Dan saya pastikan tidak ada agenda Paripurna PAW pimpinan didalam jadwal Bamus pertanggal 13 Juli 2021 yang kami terima, itukan bisa merugikan Partai Hanura,” tegas Ihya.

Dia juga mengklarifikasi ketidakhadirannya dalam rapat paripurna pagi tadi itu,”Saya dalam kondisi kurang sehat batuk dan pilek dan itu sudah saya sampaikan kepada salah satu wakil ketua DPRK Simeulue Pak Poni Harjo bahkan termasuk saya sampaikan kepada sahabat saya dari Partai Hanura ibu Rosnidar Mahlil. Dan komunikasi kami dengan Partai Hanura cukup baik dan akrab. Tidak ada masalah,” ujar Ihya.

Sementara itu Anggota DPRK Simeulue Ugek Farlian membantah tudingan Ketua DPRK Simeulue yang mengatakan ketidakhadirannya di rapat paripurna tadi pagi itu karena mengantar anaknya posyandu.

Ugek parlian

“Tudingan Ketua DPRK Simeulue melalui salah satu media online bahwa saya mengantar anak ke posyandu itu tidak benar. Terkesan ketua DPRK mengada-ngada. Saya juga tidak pernah beri tahu kepada Ketua DPRK Simeulue bahwa ketidakhadiran di Paripurna dikarenakan antar anak ke Posyandu,” Kata Ugek Farlian kepada MITRAPOL dan sahabat media lainnya Senin, (9/8/2021).

Ugek Farlian juga menjelaskan ketidakhadirannya pada paripurna pagi tadi itu dikarenakan kurang sehat dan sudah menyampaikan kondisinya kepada pimpinan DPRK yakni Poni Harjo dan Ketua Fraksi PBB di DPRK Simeulue Hj. Mirati.

“Saya sudah sampaikan kondisi saya kurang sehat kepada pimpinan DPRK Simeulue, Yakni Pak Poni Harjo Wakil Ketua I, termasuk saya sampaikan kepada Ketua Fraksi PBB ibu Hj. Mirati, melalui pesan singkat whatsapp dan Hubungan saya dengan rekan-rekan di Partai Hanura Cukup baik,” jelas Ugek Farlian

 

 

Pewarta : Hendra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *