Upaya Pemerintah Pekon Cipta Mulya bersama Satgas Covid-19 dalam penanganan Covid-19

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Barat – Pemerintah berupaya dengan berbagai cara untuk mengatasi lonjakan kasus COVID-19, mulai Dari yang sederhana mungkin. disisi lain, pemerintah menerapkan kebijakan PPKM untuk mengurangi penyebaran virus serta mempercepat vaksinasi.

Juga Pemerintah fokus pada peningkatan layanan kesehatan terutama menambah jumlah tempat tidur dan ruang isolasi, menambah obat-obatan yang diperlukan, peralatan seperti APD, termasuk menambah tenaga kesehatan.

Seperti Nandang Romadona Selaku Peratin (Kepala Desa) Pekon (Desa) Cipta Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat dan Rika Mustika Amd.Kep. selaku Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Puskesmas Kebun tebu mengatakan, upaya Pemerintah Pekon Cipta terus meningkatkan Himbauan untuk tetap menjaga kesehatan kepada masyarakat dan Warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoma).

” Untuk masalah penanganan Covid-19 yang telah dilaksanakan untuk di Pekon Cipta Mulya ini yang pertama, untuk Keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) itu kita bagikan sembako terus juga kalau untuk tiap harinya, perawat Desa ataupun bidan desa memberikan obat atau vitamin dengan kondisi di lapangan,”.

” Selanjutnya, Perawat Desa Terus melaksanakan komunikasi dengan yang sedang melaksanakan isoma, lalu terus ditanya apa keluhan-keluhannya terus dikoordinasikan juga dengan dokter setelah koordinasi dengan dokter terus diberikan obat sesuai yang menjadi keluhan,” terangnya Pada Senin, (09/08/2021).

Nandang Menegaskan, Melalui edukasi, himbauan-himbauan, dan penyemprotan disinfektan, Pemerintah Pekon Cipta Mulya Bersama Satgas Covid-19 Bersatu Melawan Corona (Covid-19).

”Selain memberikan bantuan, dalam penanganan dasarnya juga untuk pemutus mata rantai Covid-19, kita melaksanakan penyemprotan secara massal di tempat fasilitas umum. Lalu memberikan masker untuk warga yang melaksanakan ibadah salat Jumat ataupun ibadah keagamaan.”

“Seperti contoh kemarin, Warga yang melaksanakan ibadah shalat Idul Adha sebelum itu kita laksanakan penyemprotan seluruh fasilitas umum ataupun masjid dan juga semua rumah-rumah warga kita semprot disinfektan, dan juga yang selanjutnya dalam beberapa hari setelah Warga melaksanakan itu isolasi Mandiri selesai dan juga alhamdulillah berangsur aktivitas di Pekon Cipta mulia ini kembali normal lagi Karena yang selama ini melaksanakan isolasi Mandiri sebanyak 43 orang itu udah dinyatakan bebas ataupun negatif dan dinyatakan sehat oleh pihak kesehatan atau pihak Puskesmas Kecamatan kebun tebu,” pungkasnya.

Disamping itu, Di Masa pandemi COVID-19 menunjukkan peran dan profesionalitas perawat di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 di seluruh Indonesia. Tetap setia merawat para pasien meskipun selalu dihadapkan pada kemungkinan besar terpapar COVID-19 dan resiko-resiko berat yang bisa ditimbulkan.

Rika Mustika Amd.Kep. Selaku Perawat Desa Mengatakan, Edukasi dan promosi kesehatan memegang peran utama dalam penanganan COVID-19. Selama masa pandemi, pemerintah telah merekomendasikan seluruh warga untuk menerapkan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Dengan edukasi dan promosi kesehatan yang baik maka tingkat penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Edukasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19. Berikut ini merupakan beberapa edukasi yang dapat diberikan pada komunitas:

– Sering cuci tangan menggunakan sabun dan air. Penggunaan hand sanitizer mengandung alkohol minimal 60% dapat menjadi pilihan alternatif apabila tidak terdapat air dan sabun.

– Menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup hidung dan mulut dengan lengan siku atau tisu lalu membuang tisu ke tempat sampah.

– Cuci tangan sebelum menyentuh wajah, terutama mata, hidung, mulut.

– Menjaga jarak antarindividu minimal 1,5 meter dan menjauhi orang yang batuk atau bersin.

– Orang dengan gejala infeksi pernapasan akut dianjurkan untuk memakai masker bedah, menjaga jarak, menutup batuk atau bersin dengan tisu atau baju, dan mencuci tangan.

– Pasien imunokompromais atau sakit disarankan untuk tetap di rumah dan jangan mendatangi keramaian.

– Pemakaian masker bedah disarankan pada orang dengan gejala batuk pilek dan tenaga kesehatan melakukan kontak dengan pasien.

– Keluar rumah apabila terdapat keperluan penting. Apabila perlu keluar rumah, disarankan menggunakan masker, tidak memakai aksesoris, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air atau hand sanitizer setelah menyentuh benda atau permukaan apapun, dan hindari penggunaan transportasi umum.

– Lakukan disinfeksi pada barang atau permukaan yang sering disentuh.

– Melakukan social distancing dan pembatasan perjalanan sebagai upaya kesehatan masyarakat.

– Berobat ke fasilitas kesehatan hanya jika diperlukan.

 

 

Pewarta: Deni Andestia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *