Diduga Tak Berizin, Bangunan Tower Wifi di Lampung Timur dipertanyakan warga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Pendirian Tower Wifi yang berlokasi dua dusun, yakni dusun Magetan dan dusun Muara Jaya Desa Pasar Sukadana Lampung Timur diduga tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkab setempat.

Diketahui juga, meski belum mengantongi izin maupun rekomendasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Timur pihak pengusaha tetap nekat membangun menara.

Dari pantauan di lapangan, Senin (09/08/2021) tampak bangunan Tower Wifi tersebut telah berdiri setinggi kurang lebih 30 meter. Sementara itu, di sekitar lokasi bangunan tidak ada terpasang plang IMB.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebut namanya menyayangkan sikap pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, yang terkesan tutup mata dengan pembangunan tower yang diduga tanpa izin itu.

“Kalau memang ada izinnya, sudah pasti dipasang plangnya. Kami merasa pihak pemerintah Kabupaten Lampung Timur, tidak memikirkan keselamatan warga,” akunya.

Ia khawatir pembangunan tower wifi telekomunikasi tersebut akan berdampak buruk apa lagi dampak radiasi bagi kesehatan, bahkan akibat tower itu alat-alat elektronik mudah rusak.

“Seharusnya, pihak pengusaha yang membangun harus menunggu surat izin resmi dari Pemda Lamtim, baru bisa dibangun. Ini kenyataannya di lapangan tanpa mengantongi IMB pihak pengusaha sudah berani membangunnya. Ada apa ini?” ujarnya.

Dirinya mengaku, jika Tower Wifi tersebut memang telah mendapatkan tandatangan masyarakat setempat sebagai bentuk persetujuan, selain itu sosialisasi juga telah dilaksanakan dengan masyarakat beberapa bulan lalu.

Sementara itu, Bambang pemilik rumah tempat lokasi Tower berdiri mengatakan, bahwa Tower Wifi tersebut milik perusahaan. Ia mengakui, sebagai pekerja dari perusahaan tersebut.

“Ini Tower Wifi milik PT.GPM (Giga Parta Multimedia) yang kantor pusatnya di Nabang, Marga Tiga Lampung Timur, pemiliknya pak Muhammad Habib. Berdirinya Tower Wifi ini sudah 1 tahun lebih,” kata Bambang kepada awak media, Senin ( 09/08/21).

Bambang menjelaskan, terkait sistem bidang usaha yang dikelolanya dalam pendirian Tower Wifi serta bidang tugasnya.

“Tower Wifi ini skala kecil, sistemnya penyaluran berbagai paket kuota internet kepada warga sekitar yang ingin berlangganan. Pembayaran dilakukan setiap bulan. Saya selaku tim teknis dari perusahaan jika ada pelanggan yang ingin pasang baru,” jelas Bambang.

Mengenai perizinan Tower Wifi di wilayah Lampung Timur, Bambang menuturkan, bahwa kelengkapan berkas perizinan ada pada kantor pusat.

“Pendirian izin dari lingkungan dan tetangga ada sekitar 10 warga. Tapi izin pendirian wilayah dan lainnya, ada dikantor pusat kami di Nabang Lampung Timur, silahkan temui saja,” tuturnya.

Selanjutnya, kedepan tim media akan mempertanyakan terkait pembangunan beberapa tower wifi yang diduga tak berizin kepada Dinas PTSP Kabupaten Lampung Timur. Sehingga akibat keberadaan tower wifi tersebut dan atas laporan warga, tidak menimbulkan efek kurang baik bagi warga sekitar. Selain itu, mengingat ada kewajiban pajak dari pengusaha bagi pemkab Lampung Timur.

 

 

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *