Pungutan di SMPN 2 Kota Cirebon dikeluhkan orang tua wali murid

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Cirebon Jabar – Walaupun anggaran Bos terus mengalir disetiap Sekolah, namun masih ada saja pihak Sekolah yang melakukan pungutan kepada wali murid, seperti yang dilakukan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Cirebon.

Berawal dari adanya aduan salah seorang orang tua murid dari salah satu Sekolah Favorit di Kota Cirebon perihal pungutan yang dilakukan pihak Sekolah, beberapa awak media mencoba melakukan Klarifikasi temuan yang disampaikan pihak orang tua siswa ke SMPN 2 kota Cirebon di Jl. Siliwangi Kota Cirebon.

Diketahui bahwa pungutan yang dilakukan diantaranya adalah, biaya partisipasi mutu pendidikan SMPN 2 Kota Cirebon yang dinilai sangat fantastis yaitu sebesar Rp.1.500.000 pada tahun 2019 dan juga tahun 2020, Pungutan uang Koperasi siswa (Kopsis) sebesar Rp. 250.000, Pungutan uang biaya mutu pendidikan sekolah sebesar Rp. 1.500.000, ada Beberapa wali murid yang memang belum mampu bayar dengan pembayaran secara kontan, alhasil mereka membayar dengan mengangsur (nyicil).

Saat ditemui, Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Cirebon, Ani mengatakan bahwa dirinya tidak pernah tahu menahu perihal pungutan tersebut, karena dirinya baru menjabat sebagai Kepala Sekolah tahun 2020.

“Untuk lebih jelasnya terkait perihal tersebut, ibu temukan dengan Wakil Kepala Sekolah yang dari tahun 2019 hingga sekarang ini masih menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Cirebon yaitu IBu Win,” ujarnya.

Sementara Win, selaku Wakil Kepala Sekolah menyampaikan bahwa perihal pungutan sekolah itu sudah dimusyawarahkan dengan komite sekolah yaitu bertujuan untuk meningkatkan Mutu Pendidikan, dengan dalih bahwa Dana BOS yang diterima setiap tahunnya tidak cukup untuk meningkatkan mutu pendidikan, sehingga pihak sekolah harus menarik biaya dari wali murid agar dapat terpenuhi, itupun dilakukan melalui rapat musyawarah dengan para wali, jelasnya.

Namun setelah masa pandemi di Tahun 2020 hingga 2021 pihak sekolah sudah tidak lagi memungut atau menagih kepada para siswa maupun wali murid, dengan alasa melihat sikon masa Pandemi, jadi kita juga sudah tidak menagih, kalaupun ada wali murid yang mau bayar ya kita Terima di Tahun 2020 hanya sebagai bukti terima saja, tambah Win

Lanjutnya, Pungutan dari para orang tua wali murid ini diperbolehkan dengan landasan sesuai Surat Edaran dari Mendiknas No 20 Tahun 2003 dalam rangka untuk peningkatan mutu pendidikan yang sumber dananya diluar dari dana BOS.

Sementara dana BOS setiap tahunnya cuma bisa untuk peningkatan 1 (Satu) ruang kelas, dan yang sudah kita laksanakan yaitu Infokus, Kipas, AC dan ruang Aula yang sudah ada di SMPN 2 Kota Cirebon ini.

Untuk Komite sendiri kita sudah persiapkan segala sesuatunya dari mulai dokumen dan Mou serta lainya sudah kita rapatkan bersama para wali murid siswa ditahun 2019 kala itu.

“Namun jika bapak bapak, kurang puas dengan jawaban kita ini, kita juga punya penanggung jawabnya pada kala itu yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Cirebon adalah Bapak Kamid yang saat ini beliau masih bertugas di SMPN 11 Kota Cirebon,” beber Wakil Kepala Sekolah

“Demi Allah, iuran biaya tersebut yang kita ajukan melalui rapat komite dan wali murid semata-mata benar-benar untuk kepentingan anak (siswanya),” pungkas Win dihadapan Kepala Sekolah.

 

 

Pewarta : Darto / Tim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *