Kejari Belitung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Tipikor Dana Apbdes Air Saga

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Babel – Kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana APBDes Air Saga Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung yang telah dilakukan penyelidikan dan penyidikan sejak tanggal, 3 Agustus 2020 lalu, akhirnya Kejari Belitung menetapkan dua tersangka

“Tim penyidik Kejari Belitung sebelumnya sudah meminta keterangan dari 17 saksi dan keterangan ahli dua orang serta memeriksa dokumen yang terkait dengan kasus ini, sehingga kami bisa menyimpulkan bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan Desa Air Saga,” terang Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja saat menggelar konfrensi pers didampingi Kasi Pidus Rakhmad Irwan dan Kasi Intelijen Mdr. Anggoro, Kamis 12 Agustus 2021.

Dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut, yakni berinisial AHB yang diketahui mantan kepala desa dan GY mantan kaur keuangan Desa Air Saga.

Adapun Kerugian negara dalan kasus ini mencapai Rp. 1.120.358.746 dari dua periode tahun anggaran yaitu 2018 dan 2019, berdasarkan hasil penghitungan kerugian negara oleh Inspektorat Kabupaten Belitung.

Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja juga menerangkan tentang modus yang dilakukan tersangka, yaitu dengan cara mengambil uang pada Bank Sumsel Babel dan membuat slip penarikan tidak sesuai nilai yang tertera pada Surat Permintaan Pembayaran (SPP) ataupun surat pertanggungjawaban nya. (SPJ), sejak 2018 hingga 2019.

Pejabat yang berwenang yaitu Kades dan kaur keuangan terbukti menandatangani Slip penarikan melebihi nilai kegiatan yang dilaksanakan dan SPJ yang telah diterbitkan tidak bisa di pertanggungjawabkan

Sehingga dengan modus tersebut tercatat saldo pada pembukuan seolah nyata, ada penarikan uang dan masih ada sisanya, “Padahal sebenarnya uang itu telah kosong, berarti terjadi pemalsuan,” ungkapnya.

Selanjutnya jajaran Pidsus Kejari Belitung akan mencari fakta terkait uang yang telah digunakan oleh kedua tersangka mengalir kemana saja, walaupun dari pengakuan tersangka, bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi, penyidik tetap akan terus mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat berdasarkan keterangan kedua tersangka, karena dalam tipikor itu tidak hanya menghukum orang tapi juga bagaimana caranya mengembalikan kerugian negara.”tandas I Gede Punia Atmaja

Kemudian pasal yang diterapkan primair Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.

Subsidair Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemerantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahum 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemerantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUPidana.

Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja berharap dengan pengungkapan kasus dugaan tipikor pengelolaan keuangan Desa Air Saga ini dapat dijadikan pelajaran untuk kedepannya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada seluruh aparatur desa di wilayah Kabupaten Belitung supaya mengelola keuangan desa secara lebih baik, karena tidak menutup kemungkinan bisa terjadi lagi kasus yang sama jika tidak menjadi perhatian serius oleh semua pihak, dan berharap perkara ini secepatnya akan dapat kami limpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Teblyandi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *