Konsumen mengeluh, SPBU 24-34102 Ganjar Agung Kota Metro Prioritaskan Pengecor BBM

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Buruknya praktek dari penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dalam skala besar (pengecoran) masih saja terjadi secara terang – terangan, terlihat di SPBU 24 – 34102 di Jl.Soekarno – Hatta Kelurahan Ganjar Agung Kota Metro,Lampung.

Dari pantauan Mitrapol.com, SPBU 24-34102 tersebut menjual BBM bersubsidi ( Premium ) kepada pembeli pengecor setiap harinya,baik kendaraan roda 2 dan roda 4 yang mencapai puluhan kendaraan. Pemandangan itu jelas terlihat setiap hari hingga mengurai ke jalan raya. Hampir seluruh kendaraan memiliki daya tampung angkut tangki cukup besar yang melebihi kapasitas.

Namun, sangat disayangkan jika pengisian ini sepertinya diprioritaskan bagi para pengecor BBM ( premium ), bukan bagi pemilik kendaraan pribadi. Hal ini, justru sangat merugikan bagi seluruh konsumen lainnya. Perlu tindakan tegas dari aparat penegak hukum diwilayah tersebut untuk menertibkan kegiatan ini. Sehingga tidak terkesan tutup mata akibat kecurangan ini. Apalagi telah berlangsung lama, sepertinya sang pengusaha mencari keuntungan setiap hari dari para pengecor dan diduga adanya uang tips setiap membeli BBM (bensin).

Yoga, salah satu warga Bandar Lampung menyesalkan, jika SPBU 24 – 34102 Ganjar Agung Kota Metro tersebut, memprioritaskan para pengecor dari pada pengendara umum.

“ Kecewa saya, melihat mereka petugas operator mendahulukan para pengecor. Seharusnya ada tindakan dari aparat wilayah sini agar ditertibkan. Bisa lihat sendiri seluruh kendaraan mereka ( pengecor.red ) tangki berkapasitas besar ,” kata Yoga kepada Mitrapol.com, Sabtu ( 14/08 ).

Akibat dari praktik pengecoran ini, Yoga mengatakan, di SPBU 24.341.02 sangat meresahkan dan merugikan konsumen karena banyak masyarakat tidak kebagian BBM bersubsidi.

” SPBU ini lebih mengutamakan pengecoran baik yang menggunakan motor dan mobil yang dilangsir. Bahkan mereka secara berulang – ulang, dengan begitu masyarakat berharap agar aparat penegak hukum diwilayah Kelurahan Ganjar Agung Kota Metro bertindak tegas ,” ujarnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 55 yang berbunyi :

” Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 miliar “.

Apakah kegiatan pengecoran BBM ( bensin ) ini akan ada penertiban/tindakan tegas dari aparat penegak hukum di Kota Metro ? Kita lihat saja.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *