Sidang lanjutan Prof Nurdin Abdullah, Pembelian Jetski pakai uang pribadi, berikut pernyataan para saksi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Makassar Sulsel – Sidang ke Empat Prof Nurdin Abdullah digelar pada Kamis, 12 Agustus 2021 di Pengadilan Negeri Makassar.

Sebelum membuka sidang Nurdin Abdullah, Ketua Majelis Hakim pengadilan negeri Makassar Ibrahim Palino membacakan eksepsi Edi rahmat. Dan semua eksepsi Edy Rahmat dinyatakan ditolak.

Kemudian Ketua Majelis Hakim Ibrahim Palino, membuka sidang Nurdin Abdullah dan terbuka untuk umum.

Ibrahim Palino terlebih dahulu bertanya kepada bapak Nurdin Abdullah.

– Hakim. Bagaimana kondisi kesehatan bapak Nurdin Abdullah?
– NA. Alhamdulillah, baik yang mulia.

Kemudian Ketua Majelis Hakim Ibrahim Palino mempersilakan JPU
– Hakim, silakan JPU
– Ketua Satgas Penuntutan Andi M Asri Irawan, melaporkan kepada Majelis Hakim, bahwa, “rencananya 6 orang saksi yang akan dihadirkan, namun karena Covid, sehingga hanya 5 orang yang hadir yang mulia yaitu”,

Erik Horas (Anggota DPRD Kota Makassar)
Muh Irham Samad (manajer jetski Makassar)
Asriadi (Koordinator Teller Bank Mandiri)
M Fathul Fauzi Nurdin/ Uji (putra NA)
Nurhidayah (PTT)

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino betanya kepada Muh Irham Samad
– Hakim, Kenal NA?
– Saksi, tidak

Hakim, bertanya kepada Erik Horas,
– Hakim kenal dengan NA?
– Erik,hanya kenal sebagai gubernur
Hakim bertanya kepada Asriadi
– Hakim, kenal dengan NA?
– Asriadi, kenal, sebagai gubernur

– Hakim, kenal dengan
– Fathul, Orang tua kami yang mulia

– Hakim, kenal dengan NA?.
– Dayah, kenal yang mulia, karena saya tinggal di rumah NA

Ibrahim Palino menyampaikan kepada Uji (akronim Fathul).
Khusus Fathul karena dia anak terdakwa, maka bisa mengundurkan diri, jika tidak bersedia sebagai saksi.
Tanya hakim, Apakah kamu bersedia menjadi saksi atau tidak?,
Uji, bersedia yang mulia.

Saudara saksi semua sudah disumpah, maka wajib memberikan keterangan yang sebenarnya karena dusumpah,
Kalau tidak tahu bilang tidak tahu.
Kalau lupa bilang lupa.
Tapi jangan pura pura lupa.
– Hakim. Pernah diperiksa di KPK?
Saksi, iya
– Hakim, apakah dibawah tekanan, atau psikis
– Saksi, tidak yang mulia
– Hakim, apakah saudara membaca BAP-nya
– Saksi, baca yang mulia
– Hakim, apakah di BAP murni Ketetangan saksi?
– Saksi, murni.
Selanjutnya Ibrahim Palino mempersilakan JPU untuk bertanya

JPU, Andi Asri, bertanya ke Irham, bahwa memberi keterangan palsu ada ancamannya

– JPU, saudara bilang tidak kenal NA
– Saksi, tahu, tapi tidak kenal
– JPU, pernah berkomunikasi dengan NA?
– Saksi, tidak
– JPU, bergelut dibidang apa?
– Saksi, dilaut pak, ketika kami naik jetski
– JPU, murni di laut?,
– Saksi, murni dilaut naik jetski
– JPU, ternyata pernah sama sama naik jetski, jelaskan?
– Saksi, saya sebagai mitra yang mempromosikan pariwisata Sulsel
– JPU, yang tidak ada kaitannya dengan laut, apakah ada hal hubungan dengan NA?
– Saksi, saya punya CV pak
– JPU, kenal Fathul?
– Saksi, kenal, saya kenal karena promosi pariwisata, begitu saya urus sektor bahari, saya kenal Fathul
– JPU, apakah pernah menerima pesanan suatu barang?
– Saksi, pernah pada saat pembelian 2 unit jetski, diakhir Desember 2020 karena saya menjadi manajer jetski .
– JPU, siapa yang tawarkan Yohanes?
– Saksi, iya
– JPU, apa menghubungi Uji?

Ibrahim Palino langsung menyela, ” Siapa Uji ?”
– JPU, maaf yang mulia, Uji adalah Fathul itu sendiri, jadi saya menyebut Uji yang mulia.
– Saksi
– JPU, sudah ada Yohanes?
– Saksi, iya pak, saya dapat satu penjualan dan rental
– JPU, pernah ada pembelian saudara Uji?,
– Saksi, pernah pak
– JPU, berapa ,unit dipesan Uji?
– Saksi, 2 unit jetski
– JPU, Pribadi atau kebutuhan pemprov?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, kamu kan dibidang promosi pariwisata, masa tidak tahu?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, pembelian atas nama pribadi?
– Saksi, saya hanya urus jetski, mengenai pembelian pribadi atau tidak, saya tetap layani
– JPU, jelaskan?
– Saksi, saya hanya urus administrasi, lalu saya buat invoice nya
– JPU, semua hal hal administrasi?
– Saksi, iya pak
– JPU, apakah pembayaran jetski cash atau debet?
– Saksi, cash melalui transfer
– JPU, berapa kali ditransfer?
– Saksi, 1 kali transfer
– JPU, tipe apa?
– Saksi, ada dua tipe dengan harga
389 juta yang tipenya lebih besar
dan 230 juta tipenya lebih rendah
– JPU, Ada dua unit yang dibeli, dan apakah dua unit, ditransferkan sekaligus
– Saksi, iya pak
– JPU, ditransfer dimana
– Saksi, pak Ardi
– JPU, kenal pak Ardi?
– Saksi, tahu pak
– JPU, dia sebagai apa di Bank Mandiri?
– Saksi, orang bank mandiri
– JPU, bagaimana kau tahu?,
– Saksi, pada saat buka rekening
– JPU, kenapa bisa buka rekening yang baru, padahal sudah punya rekening?,
– Saksi, harus buka rekening bisnis
– JPU, berapa rekening anda?
– Saksi, saya punya satu, jadi saya buka hanya khusus rekening bisnis, dan pembayaran dilakukan, saya dibukakan rekening Bank Mandiri tinggal saya tanda tangan dan buku rekening dan kartu ATM dikasih langsung oleh pak Ardi.
– JPU, Jadi uangnya masuk langsung ke rekening itu?,
– Saksi, iya pak, 797 juta

Ketua Majelis Hakim Ibrahim Palino melanjutkan pertanyaan kepada Irham

– Hakim, rekening siapa?,
– Saksi, atas nama rekening pribadi saya
– Hakim, apakah banyak perusahaan diluar, mau rekening pribadi, maupun rekening perusahaan masuk ke rekening pribadi saudara?
– Saksi, iya
JPU melanjutkan pertanyaan kepada Irham
-JPU, harus tegas, ini nasib orang?
– Saksi, ke rekening pribadi, yang masuk ke rekening bisnis sebesar 797 juta
– JPU, untuk pembukaaan rekening bisnis, siapa yang arahkan?
– Saksi, Uji pak
– JPU, saudara yang menerima pembelian, masa Uji yang suruh buka rekening?
– Saksi, saya diarahkan oleh owner pak
– JPU,
– Saksi, saya hanya urus administrasinya

Ibrahim Palino kembali bertanya

– Hakim, sebagai, siapa itu Yohanes?
– Saksi, owner pak
– Hakim, pak Yohanes sebagai owner perusahaan, tapi kenapa justru memakai rekening saudara?,
– Saksi, iya pak masuk di rekening saya.
– Hakim, masuk di rekening saudara,kenapa bukan masuk di rekening pak Tios.

JPU kembali bertanya
– JPU, semua penyetoran, ada slip penyetoran, kenapa kamu teken?
– Saksi, bukan kami teken pak
– JPU, bukan yang kamu tandatangani?
– Saksi, kalau pembukaan rekening saya yang tanda tangani?,
– JPU, yang penyetoran?
– Saksi, pak Ardi
– JPU, saudara Uji pernah menyampaikan
– Saksi, tidak pak
– JPU, kenapa
– Saksi, saya hanya tanda tangan pembukaan rekening pak
– JPU, masuk 397 juta, kau konfirmasi Pak Tios?
– Saksi, iya pak, saya mohon arahannya,
– JPU, uang masuk ke saudara, kau kirim lagi ke Tios?
– Saksi, iya, sesuai arahan pak
– JPU, pernah transfer uang ke Uji?
– Saksi, sebagai bonus atau cashback
– JPU, karena harganya 397 juta, makanya kau kasih Uji?
– Saksi, iya pak, karena banyak membantu penjualan.
– JPU, jetski itu setelah dibeli kau serahkan ke UJi?
– Saksi, iya pak
– JPU, dimana kau serahkan jetski itu?
– Saksi, di popsa pak
– JPU, ada surat tanda terima?
– Saksi, ada pak
– JPU, dimana sekarang jetski itu?
– Saksi, tidak tahu

JPU Andi Asri bertanya ke Erik Horas
– JPU, periode berapa?
– Saksi, tiga
– JPU, kapasitas sebagai apa?
– Saksi, sebagai pemilik toko
– JPU, kenal NA?
– Saksi, kenal sebelum jadi bupati?,
– JPU, kau pernah ketemu?
– Saya, tidak pernah pak, hanya kenal
– JPU, kenal Uji?
– Saksi, kenal, karena dulu main jetski
– JPU, kapan terakhir ketemu Uji?
– Saksi, pada saat pembelian mesin pak
– JPU, sebagai apa?
– Saksi, komisaris
– JPU, tahun berapa?
– Saksi, tahun 2020 sekitar Desember
– Mesin apa yang dibeli?
– Saksi, out bound
– JPU, peruntukan untuk apa?
– Saksi, keperluan pribadi pak
– JPU, untuk mesin tempel, dan berapa unit yang dibeli?
– Saksi, 3 unit
– JPU, berapa unit di Bulan Agustus
– Saksi, 1 pak
– JPU, berapa harganya
– Saksi, 260 juta
– JPU, Bulan Desember
– Saksi, 2 unit dengan harga 555 juta
– JPU, 3 unit semua, kapal apa?
– Saksi, speed boot
– JPU, tahu dan Uji ada?
– Saksi, hanya Uji beli mesin sama saya
– JPU,
– Saksi, pernah bicara?
– JPU, pembayaran melalui siapa?
– Saksi, tunai melalui toko
saya
– JPU, dia bayar?
– Saksi, dia bayar di bulan Desember

JPU Andi Asri bertanya ke Asriadi
– JPU, Bank mandiri dimana
– Saksi,Panakkukang pak
– JPU, koordinator seperti apa?
– Saksi, teller pak,
– JPU, siapa kacabnya
– Saksi, Muh Ardi
– JPU, terkait pembelian jetski,
– Saksi, tidak tahu
– JPU, kenal NA?
– Saksi, tidak
– JPU, kenal UJI,?
– Saksi, tidak
– JPU, lalu apa yang mau kau jelaskan
– Saksi, mengenai nominal uang setoran
– JPU, coba jelaskan yang menukarkan uang?
-Saksi, pada hari Minggu, ditelpon sama Ardi, bahwa gubernur mau tukar uang, untuk penukaran 400 juta, akhirnya saya kembali ke kantor

– Hakim, mau tukar dolar atau rupiah
– Saksi, rupiah pak, mau uang baru untuk ditukar
– JPU, Setelah ditukar, masa kau tidak kenal, Kamu tidal kenal orang yang bawa koper?,
– Saksi, saya tidak tahu pak
– JPU, kau tidak komunikasi orang itu?
– Saksi, tidak pak
– JPU, kau hitung uangnya yang 400 juta?
– Saksi, saya hitung pecahan 50
– JPU, Setelah dihitung?
– Saksi, untuk memastikan jumlah 2 milyar
– JPU, dimana ditaruh uang itu?
– Saksi, ditaruh di brankas, jumlahnya 1, 6 Milyar
– JPU, lalu dibawa ke rujab?
– Saksi, yang 400 juta, langsung diambil oleh orang yang datang
– JPU,ada sekuriti Ketut yang mengoperasikan mobil kantor pak?
– Saksi, uang itu dibawa ke perintis, kemudian pak Ardi intruksikan untuk kembali kekantor
– JPU, uang baru?
– Saksi, iya pak
– JPU, sisanya?
– Saksi, disimpan
– JPU, setelah itu?
– Saksi, ditransfer ke Erik Horas dan Irham Samad
– JPU, siapa yang setor?
– Saksi, teller pak
– JPU, milik siapa uang itu?
– Saksi, uangnya Pak gub
– JPU, siapa yang infokan?
– Saksi, pak Ardi
– JPU, setoran 790 juta, ada beritanya?
– Saksi, lupa
– JPU 350 juta
– Saksi, sisanya 48 juta, dan ada orang datang kerumah Ardi dan diserahkan.
– JPU, setelah kejadian, kau tahu namanya siapa?,
– Saksi, Uji pak
– JPU, berapa orang yang datang?,
– Saksi, satu orang saja pak
– JPU, yang 48 juta siapa yang ambil?
– Saksi, tidak tahu
– JPU, Pada saat uang 1, 6 milyar di brankas

Ibrahim Palino menyela

– Hakim, coba cari tahu,berapa lama kau duduk?
– Saksi, saya WA yang mulia
– Hakim, 1,6 milyar, yang 400 juta , keesokan harinya baru disetor?
– Saksi, ada orang datang lagi ambil uangnya yang 400 juta pak
– Hakim, siapa yang bawa koper isinya 2 milyar
– Saksi, tidak tahu pak
– Hakim, totalnya berapa, 1 Milyar?
– Saksi, betul pak
– Hakim, ini yang datang ambil uang, siapa?
– Saksi, masih orang yang sama pak
– Hakim, coba ingat, siapa orang itu?
– Saksi, lupa
– Hakim, masa kau lupa, padahal dua kali datang
– Saksi, lupa pak

Giliran JPU, Andi Asri bertanya
– JPU, membawa foto lalu memperlihatkan kepada hakim dan saksi, mengenai orang yang yang membawa uang 2 milyar, coba lihat foto ini, apakah kau kenal?
– Saksi, tidak ingat pak
– JPU, tapi yang datang itu laki laki
– Saksi, iya pak
– JPU, apa kah pak Nurdin Abdullah yang datang?,
– Saksi, bukan pak

Ketua Majelis Hakim mengambil alih sidang dan menskorsing, karena sudah jam 13.00 (ishoma) dan dilanjutkan jam 14.00.

Sidang dicabut dan terbuka untuk umum, dan Ibrahim Palino mempersilakan kepada JPU.

JPU, Andi Asri bertanya kepada Asriadi
– JPU, apakah terdakwa NA sebagai nasabah di bank mandiri, sebagai nasabah prioritas?
– Saksi, kurang tahu pak
– JPU, ada uang masuk, bagaimana kau tahu,
– Saksi, dipanggil pimpinan pak
– JPU, apakah berkaitan NA, terkait 400 juta
– Saksi, berdasarkan pemberitahuan, yah

JPU Andi Asri bertanya ke Uji

– JPU, anak keberapa dari Nurdin Abdullah
– Saksi, anak ke 3 pak
– JPU , uang sisa 48 juta
– Saksi, saya terima pak
– JPU, siapa yang kembalikan
– Saksi, saya sendiri
– JPU, berapa jumlahnya 119 juta ditambah 48 juta, sudah dikembalikan?
– Saksi, sudah dikembalikan pak
– JPU, apakah ada permintaan dari orang tua
– Saksi, akhir minta tolong, hubungi Ardi
– JPU, kenal Ardi?
– Saksi, kenal pak
– JPU, komunikasi dengan Ardi?
– Saksi, yah
– JPU, hari minggu?
– Saksi, hari kerja pak
– JPU, ketemu dimana?
– Saksi, di kantor bank mandiri
– JPU, apakan ayah anda nasabah bank mandiri?
– Saksi, yah nasabah pak
– JPU, coba ceritakan pembelian jetski
– Saksi, ayah saya menyuruh saya cari jetski, pada akhir Desember 2020, kemudian saya menemui Pak Irham, yang merupakan Direktur CV Reso Utama, di sebuah perusahaan yang menjual dan menyediakan jasa rental jetski di Makassar. Pada akhir 2020, ayah saya minta tolong untuk mencarikan 2 unit jetski. Lalu saya cari Irham, dan Irhampun sepakat atas pembelian 2 unit jetski dengan tipe yang berbeda, masing-masing senilai Rp 349 juta dan Rp 448 juta.
– JPU, kamu lihat wujud uang itu?
– Saksi, saya tidak pernah lihat uang itu pak
– JPU, uang yang Rp 797 juta Saudara bayarkan cash atau transfer?
– Saksi, untuk pembayaran 2 unit jetski itu, saya diperintahkan ayah saya untuk bertemu Kepala Cabang Bank Mandiri Panakkukang, Makassar, Pak Ardi, kemudian saya meminta pak Ardi untuk melunasi pembelian 2 unit jetski.

– JPU, kamu bertemu Ardi?,
– Saksi, iya pak, Awalnya saya datang bertemu Pak Ardi, kemudian saya langsung menyampaikan ke Pak Ardi bahwa ada yang mau dibayar. Yang dibayar itu, nanti saya pertemukan Pak Ardi dengan Pak Irham. Pada saat itu, mereka bertkar kontak Irham dengan Pak Ardi untuk saling berkomunikasi terkait pembayaran 2 unit jetski tersebut.
– JPU, Pembayarannya Cash atau transfer?
– Saksi, jadi mereka yang berhubungan pak, saya tidak tahu lagi apakah proses pembayarannya transfer atau cash. Yang jelas Irham konfirmasi ke saya bahwa sudah dibayarkan.
– JPU, Kemudian, untuk mesin tempel speedboat beli di mana?
– Saksi, saya membeli 1 unit mesin speedboat jenis F 200 Rp 260 juta pada Agustus 2020. Kemudian membeli 2 buah mesin tempel speedboat jenis F 250 senilai Rp 555 juta pada Desember 2020. Tiga mesin speedboat ini seluruhnya dibeli dari pengusaha Eric Horas pak.
– JPU, pembelian Desember ?
– Saksi, Desember 2020 senilai Rp 555 juta, lalu membayar Rp 200 juta secara cash. Sementara sisanya, yakni Rp 355 juta, lagi-lagi dia meminta Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Panakkukang Ardi untuk melakukan pelunasan ke Eric Horas.
– JPU, Pembayarannya Cash atau transfer?
– Saksi, jadi mereka yang berhubungan pak, saya tidak tahu lagi apakah proses pembayarannya transfer atau cash. Yang jelas Irham konfirmasi ke saya bahwa sudah dibayarkan.
– JPU, Pembelian untuk keperluan pemprov atau pribadi?
– Saksi, beli pribadi pak
– JPU, apa ayah bilang?
– Saksi, Carikan saya jetski, untuk ke pulau pulau
– JPU, untuk apa?
– Saksi, untuk ke pulau pulau melihat kondisi warga, bisa olahraga dan bisa wisata bahari
– JPU, sudah lama kenal Irham?
– Saksi, salah satu pengusaha jetski
– JPU, berapa unit?
– Saksi, 2 unit
– JPU, Irham Samad sebagai penjual?
– Saksi, Irham mengatakan tidak usah di inden
– JPU, deal?
– Saksi, 797 juta
– JPU yang 797 juta bayar cash atau transfer?
– Saksi, awalnya saya datang ke pak Ardi, bahwa ada mau dibayar, jadi pak Ardi dan Irham yg berhubungan
– JPU, kamu tahu bahwa sudah ditunaikan?
– Saksi, saya tidak tahu lagi cash atau tidak
– JPU, tidak bertanya ke orang tua?
– Saksi, tidak, karena kewajiban sudah terbayar
– JPU, membuka rekening bisnis mandiri, apakah benar, kau suruh buka?,
– Saksi, saya hanya sarankan untuk buka rekening mandiri.
– JPU, apakah Irham menyerahkan jetski?,
– Saksi, yah pak, di popsa
– JPU, apakah disita KPK?
– Saksi, sudah disita pak
– JPU, kau bercerita ke Erik Horas?
– Saksi, saya pernah membeli mesin di toko Erik Horas

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino menyela dan memperingatkan kepada semua hadirin agar tenang

– JPU, apakah merasa ditekan
– Saksi, tidak
– JPU, mesin untuk ditempel di jetski?
– Saksi, yah
– JPU, mesin dibeli dimana
– Saksi, f 200, f 25
– JPU, sekitar 500 juta dan pembayaran melalui siapa?
– Saksi, bank mandiri pak
– JPU,selang berapa hari pembelian
– Saksi, lupa pak
– JPU, kenal kapten aco
– Saksi, iya pak
– JPU, yang mengurus kapal ?
– Saksi, iya pak
– JPU, tahu sumber dari mana uang itu
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, tidak ditanya Ardi?
– Saksi, tidak pak

JPU lain bertanya ke Uji

– JPU, tanggal berapa menghubungi pak Ardi?
– Saksi, lupa pak
– JPU, mengenal Ardi di bank mandiri, sebagai apa?
– Saksi, sebagai Kepala Cabang Mandiri Panakkukang pak
– JPU, berapa kali kau lihat Pak Ardi ke rujab?
– Saksi, sering pak
– JPU, di rumah mana?
– Saksi, rumah pribadi tamalanrea
– JPU,, tapi tidak tahu dalam rangka apa?
– Saksi, iya pak
– JPU, Erik Horas pembeli mesin untuk jetski?
– Saksi, benar
– JPU, apa yang disampaikan
– Saksi, tolong carikan 2 buah jetski
– JPU, dan carikan mesin?
– Saksi, betul
– JPU, apakah tanggal 20 September atau besoknya ketemu lagi?
– Saksi, besoknya pak
– JPU, apa yang disampaikan ke Ardi
– Saksi, meminta nomor rekening pak
– JPU, sumber uangnya dari mana?
– Saksi, tidak tahu
– JPU, NA punya rek di mandiri
– Saksi, saya tidak tanya mengenai itu pak
– JPU, pada saat penyetoran
– Saksi, saya tidak, saya hanya minta tolong untuk dibayarkan
– JPU,ada konfirmasi dari pak Ardi?
– Saksi, tidak menyampaikan, saya tahu dari pak irham dan pak Ardi
– JPU,
– Saksi, saya minta pak Ardi untuk membayarkan
– JPU, bukan kau minta dibukakan rekening?
– Saksi, saya hanya menyarankan ke Irham
– JPU, apakah saudara menyarankan
– Saksi, pak Ardi yang menyarankan
– JPU, kapan dapat info bahwa sudah dibayar?,
– Saksi, 555 juta
– JPU, sisanya?
– Saksi, saya pakai uang pribadi 50 juta pak
– JPU, kenapa bisa ada cash back 119 juta
– Saksi, perusahaan kasih cash back, karena mungkin banyak membantu dalam penjualan dan itu lazim pak
– JPU, 119 juta sudah disetor ke KPK
– Saksi, sudah pak
– JPU, kenapa bisa kenal?
– Saksi, teman pak, satu hobby
– JPU, apakah ada hubungan keluarga dengan pak Tios?
– Saksi, iya pak
– JPU, ada percakapan dengan Erik Horas, pernah menghubungi Syamsul Bahri?
– Saksi, saya lupa, tapi dia pengusaha
– JPU, kenapa?
– Saksi, bapak dimana, ada mau ketemu
– JPU, developer, knp kamu yang fasilitasi dengan Nurdin Abdullah?
– Saksi, saya hanya fasilitasi, dan saya tidak tahu lagi
– JPU, kenapa bukan protokol?
– Saksi, tidak tahu pak

JPU bertanya ke Nurhidayah
– JPU, kenal NA?,
– Saksi, saya kenal, karena saya tinggal di rumahnya pak
– JPU, sudah berapa lama tinggal di rumah NA?
– Saksi, sudah12 tahun pak
– JPU, bekerja sebagai apa?
– Saksi, sebagai PTT pak
– JPU, apa itu PTT?
– Saksi, Pegawai Tidak Tetap pak
– JPU, apa yang saudara lakukan di rumah NA?
– Saksi, tugas utama saya membantu dan menyiapkan makanan bapak
– JPU, selain itu, pernah disuruh menyetor uang?
– Saksi, pernah dikasih bapak untuk disetor kerekening ibu
– JPU, kapan itu?
– Saksi, lupa pak
– JPU, bagaimana cara menyetor?
– Saksi, saya setor di bank mandiri
– JPU, 70 juta yah?
– Saksi, iya pak
– JPU, dari mana sumber uangnya?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, selain itu, ada lagi?
– Saksi, kasih uang tunai, 40 juta
– JPU, apa dibilang bapak?
– Saksi, kau pergi bayar emas di somba Opu
– JPU, masih ingat tokonya?
– Saksi, toko Paris
– JPU, selain itu
– Saksi, pernah
– JPU, kapan?
– Saksi tahun lalu, 4 lembar dolar sekitar 40 jutaan setelah dikonversi?
-JPU, kau dikasih dimana
– Saksi, dirumah pak
– JPU, rumah siapa?
– Saksi, lupa pak tidak terlalu jauh dari rujab
– JPU, kau disuruh dirujab?
– Saksi, iya, dirujab
– JPU, kenal dengan Rudi Moha?
– Saksi, kenal pak
– JPU, sudah lama kenalan dengan Rudi Moha?
– Saksi, iya pak, karena pak Rudi Moha sudah seperti keluarga pak
– JPU, Rudi Moha sering ketemu pak gub?
– Saksi, tapi itu biasa pak
– JPU, pernah transfer uang?
– Saksi, pernah pak
– JPU, bulan 4 tahun lalu yah?
– Saksi, saya ditelepon, katanya saya mau di kasih bantuan covid pada bulan April tahun 2020. Rudi Moha minta nomor rekening.
– JPU, berapa semua?
– Saksi, saya selalu lihat di SMS banking kadang 20 juta, 30 juta pak tidak ditransfer sekaligus, bertahap pak
– JPU, sering ketemu pak gub?
– Saksi, iya pak
– JPU, lalu gub bilang transfer’ aja ke rekening Daya 357 juta?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, tidak pernah cek di rekening saudara?
– Saksi, saya tidak tahu, hanya biasa lihat sms banking
– JPU, apakah jumlah yang ditransfer Rudi moha 357 juta?
– Saksi, iya pak
– JPU, Rudi moha kan mau bantu covid, dan bantua sosial?
– Saksi, hanya Rudi Moha sendiri yang mau kasih, kamu sendiri saja yang belanja
– JPU, uang ditransfer pak Rudi untuk siapa?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, sembakonya untuk siapa?
– Saksi, saya tidak tahu pak, yang jelas biasa kasih tukang becak, dan orang yang packing
– JPU, apakah sesuai bantuan pak Rudi?
– Saksi, setiap habis saya belikan lagi, sesuai permintaan kebutuhan
– JPU, yang bagi siapa?
– Saksi, tidak tahu pak, ada tim nya dan panitia pak
– JPU, dimana di packing?
– Saksi, di perdos
– JPU, siapa panitianya?
– Saksi, saya tidak tahu, saya hanya belanja
– JPU, yang jelas untuk covid yah?
– Saksi, iya pak
– JPU, sudah lapor ke pak gub?
– Saksi, tidak pak
– JPU, pak gub tidak pernah tanya?
– Saksi, tidak pak
– JPU, uang itu habis?
– Saksi, iya pak, karena bukan untuk sembako saja, tapi masker, dan untuk orang yang packing juga dan yang angkat angkat barang pak
– JPU, habis yah?
– Saksi, habis pak
– JPU, tidak ada lagi tersisa?
– Saksi, habis pak
– JPU, kamu sering dikasih Rudi Moha?
– Saksi, biasa pak, uang pulsa 200 kadang 300 ribu, dan uang transfor.
– JPU, habis yah!
– Saksi, habis pak
– JPU, apakah ada kualifikasinya, mekanisme penyaluran ke masyarakat, apa ada daftar yang dibuat, atau ada permintaan dari masyarakat?
– Saksi, tidak tahu pak
– JPU, kenapa tidak tahu?
– Saksi, Mungkin ada timnya, tapi saya tidak tahu siapa pak

Hakim Ibrahim bertanya ke Nurhidayah

– Hakim, siapa yang packing sembako?
– Saksi, ada memang khusus yang packing sembako pak
– Hakim, siapa saja yang minta sembako
– Saksi, anak- anak di rumah pak
– Hakim, bisa disebutkan siapa namanya
– Saksi, Agus, mbak, dan orang yang selalu datang pak
– Hakim, apakah saudara memberi disalurkan kepada yang berhak?
– Saksi, iya pak, karena pak NA tidak tahu mengenai itu, hanya pak Rudi Moha bilang, belikan saja sembako
– Hakim, berarti sumbangan pribadi pak Rudi saja yah?
– Saksi, Iya pak, Rudi moha sebagai orang dermawan yang hanya membantu meringankan beban masyarakat pak

Giliran JPU yang bertanya ke Nurhidayah

-JPU, dari seluruh uang dari Rudi Moha, apakah buat SPJ?
– Saksi, tidak pak, karena pak Rudi tidak minta dilaporkan pak
– JPU, nota pembelian sembako, apakah kamu simpan?
– Saksi, iya pak, saya simpan semua.
– JPU, karena pak Rudi tidak minta, yah,? Dan timnya juga kau tdk tahu yah?
– Saksi, iya pak,

JPU yang sama bertanya ke Erik Horas

– JPU, bagaimana saudara dihubungi?
– Saksi, dia menyampaikan mau diganti speed boatnya pak
– JPU, jumlah 555 juta, lalu ditransfer ke bank mandiri?
– Saksi, pembayaran Uji yang tahu pak.
– JPU, penyetornya siapa?
– Saksi, saya tidak tahu
– JPU, kapan diberitahu?
– Saksi, awal Desember

JPU yang sama bertanya ke Irham

– JPU, apa yang disampaikan Uji?
– Saksi, untuk beli jetski
– JPU,kapan pertemuannya?
– Saksi sebelum tgl 20
– JPU, itu ketemuannya dimana?
– Saksi, di Makassar pak
– JPU, Makassar yah, dan akhirnya ketemu pak Ardi dan pak Irham membuka rekening mandiri?
– Saksi, berkas pembukaan rekening
– JPU, apa disampaikan pak Irham?
– Saksi, slip nya
– JPU, biaya pembukaan rekening?
– Saksi, tidak tahu
– JPU, pak Ardi yang 797 juta sebagai pembayaran jetski
– Saksi, yah dan sisanya dikasih Cashback
– JPU, kenapa bisa ada cash back?
– Saksi, saya tidak tahu,yang jelas pak Johanes yang tahu dan sisanya saya tarik cash lalu saya kasih ke Yohanes pak
– JPU, apa yg disampaikan Johanes
– Saksi, kirimkan sisanya ke Uji
– JPU, jetski dimana Sekarang?
– Saksi, disita KPK pak
– JPU, tahu sumber uang 797 juta
– Saksi, tidak tahu

JPU bertanya ke Asriadi,

– JPU, siapa mengantar 400 juta yang ditukar ke rumah NA?
– Saksi, saya tidak jadi karena tidak ketemu pak gub
– JPU, berapa lama dan kembali datang seseorang membawa 2 Milyar?
– Saksi, tidak tahu yang bawa 400 juta
– JPU, uang yang dititip 2 Milyar di brankas, kenapa bukan ke rekebing NA?
– Saksi, Saya tidak tahu pak

Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino menegur JPU, untuk tidak menanyakan itu.
JPU, “maaf yang mulia”

– JPU, uang yang disetor 2 Milyar, kurang satu juta yah?
– Saksi, saya hitung memang kurang 1 juta pak
– JPU, yang 2 Milyar, 400 juta ditukar ?
– Saksi, iya pak
– JPU, kenal Salman?
– Saksi, tidak pak

Hakim Ibrahim kembali bertanya,

– Hakim, sekitar jam berapa uang 2 Milyar disetor?
– Saksi, sekitar jam 8 pak
– Hakim, jam berapa?
– Sekitar jam 9 dan jam 10 pak
– Hakim, siapa yang pertanggung jawabkan uang 400 juta, mungkin saja uang 400 juta yang kau antar ke rumah NA?
– Saksi, itu uang brankas pak
– Hakim, Kamu terlalu berani mengeluarkan uang, ini ilegal?
– Saksi, pada saat membawa uang 400 juta
– Hakim, siapa yang berkomunikasi pada saat itu?
– Saksi, tidak tahu

Ibrahim Palino bertanya ke Uji

– Hakim, ada mesinnya yah,?
– Saksi, ada yan mulia, tapi digantikan karena tidak layak lagi dipakai
– Hakim, 119 juta yang merupakan cash back
– Saksi, bapak yang membeli
– Hakim, jadi yang beli ini memang bapak yah?
– Saksi, iya pak
– Hakim, mengenai penjualan?
– Saksi, hasil penjualan mesin yang tua 150 juta, lalu saya tambah pakai uang pribadi

Ibrahim Palino menskors sidang karena memasuki waktu shalat asar dan dibuka pada jam 16.30

Hakim persilakan ke penasehat hukum

Penasehat Hukum bertanya kepada Irham

– PH, sudah berapa lama menggeluti jetski?
– Saksi, sebagai manajer jetski bulan Desember pak
– PH, selama menjadi manajer sudah berapa lama?
– Saksi, sejak bulan desember pak
– PH, apakah harga itu pantas?
– Saksi, memang harga speknya seperti itu
– PH, ada cash back?
– Saksi, memang lazim diberikan cash back karena membantu penjualan
– PH, siapa saja berjasa menjual ?
– Saksi, karena penjualan, sehingga dikasih 119 juta
– PH, siapa yang arahkan?
– Saksi, karena pertimbangan dan arahan beliau untuk memberikan cash back ke Uji

– PH harga disepakati dengan pembeli, harga wajar?
– Saksi, ada harga distributor, tergantung diskon
– PH, siapapun yang beli diperlakukan sama?
– Saksi, iya pak diperlakukan sama
– PH, bukan karena Uji?
– Saksi, tidak ada pengaruh pak

PH bertanya Ke Asriadi

– PH, dalam BAP saudara nomor 7 dari poin A sampai poin R aktivitas saudara sampai penyetoran itu, apakah perintah betul?
– Saksi, betul pak
– PH, ada pihak lain yang ikut mengarahkan?
– Saksi, tidak ada pihak lain pak

PH bertanya ke Uji

– PH, bahwa diminta oleh bapak saudara untuk membeli jetski dalam rangka ke pulau, apakah untuk keperluan pribadi?
– Saksi, pribadi pak
– PH, operasinal ada krone?
– Saksi, karena bapak memang sering ke pulau untuk meninjau berbagai kebutuhan masyarakat yang ada di pulau
– PH, termasuk speed boat digunakan sebelum jadi bupati
– Saksi, sering digunakan untuk keperluan pemerintah juga
– PH, dalam proses pembelian ada komunikasi dengan Ardi, apakah uji terlibat, mengenai transfer, pembuatan rekening?
– Saksi, tidak, itu terserah pak Ardi,
– PH, termasuk pembukaan rekening, bukan bapak yah!
– Saksi, bukan

PH lain bertanya ke Irham

-PH, dalam BAP saudara, pertanyaan nomor 11, bahwa saudara untuk membuka rekening baru di mandiri, itu saran kau ikuti?
– Saksi, iya
– PH, apakah itu rekening bisnis?
– Saksi, Iya, mandiri untuk bisnis
– PH, apakah diketehui pimpinan saudara?
– Saksi, iya pak
– PH
– Saksi, Hanya untuk transaksi pembayaran jetski
– PH, saudara sebagai penjual dan Uji sebagai pembeli?
– Saksi, Uji sudah lama main jetski, karena ada stock
– PH, ada Cash back?
– Saksi, saya diarahkan Yohanes untuk memberikan cashback
– PH, ada keluhan
– Saksi, tidak ada pak
– PH, yakin bisnis?
– Saksi, iya pak

PH bertanya ke Erik Horas

– PH, soal speed mesin yang dibeli sudah di terangkan semua?
– Saksi, iya
– PH, waktu kau terangkan bahwa nanti mau dipakai karena sudah lama, apakah saudara memberikan nomor rekening?
– Saksi, yah, untuk perusahaan kami hanya satu rekening dan Uji minta rekening mandiri, karena perusahaan saya tidak punya.

PH bertanya ke Asriadi

– PH, ada tukar uang 100 pecahan, ada orang yang saudara tidak tahu mengambil
400 juta dan ada lagi yang transfer, benar dan sisanya 48 juta.
Ada orang yang mengantar ke kantor saudara?
– Saksi, benar

PH bertanya ke Uji

– PH, saudara diberikan amanah orang tua, itu membeli soeed boat, dan jetsky?
– Saksi, yah
– PH, sehingga kau cari orang benar?
– Saksi, yah
– PH, sesuai keinginan orang tua?
– Saksi, yah
– PH, sebagai pejabat yang selalu ke pulau manjalankan tugas negara?
– Saksi, iya, dan dulu biasa pinjam kapal, karena mesin tidak mumpuni, makanya bapak beli sendiri

PH lain bertanya ke Irham

– PH, apakah diberi janji janji karena Uji anak NA?
– Saksi, tidak ada pak

PH bertanya ke Erik Horas

– PH, apakah ada janji janji
– Saksi, tidak pak

PH bertanya ke Asriadi

– PH, sampai hari ini kamu tidak tahu, apakah betul pak Uji yang datang
– Saksi, tidak tahu
– PH, seberapa dekat orang itu
– Saksi, saya tidak tahu dan saya tidak perhatikan

PH bertanya Ke Uji

– PH, anda ke bank mandiri pada hari Minggu, kau datang?
– Saksi, tidak
– PH, hari Senin kau datang?
– Saksi, yah, cuma menyampaikan untuk dibayarkan ini
– PH, lalu 48 juta
– Saksi, tidak ada

PH Arman bertanya ke Asriadi

– PH , mengenai uang baru, 400 juta, datanglah orang yang membawa uang 2 Milyar. Apa keterangan benar?
– Saksi, benar
– PH, dalam BAP saudara tgl 30 April 2021 bertempat di Polda Makassar, ada perhitungan, 2 Milyar kurang 1 juta, benar?
– Saksi, benar
– PH, dalam BAP, kekurangan 1 juta, ada keanehan 1, 6 atau 1 juta?
– Saksi, 1 juta pak

PH bertanya ke Nurhidayah

– PH, apakah selama anda bekerja, apakah pak gub selalu menerima tamu?
– Saksi, biasa pak
– PH, selama 12 tahun bekerja sama pak gub?
– Saksi, iya pak, dan bapak baik sekali, selalu membantu, termasuk saya dan banyak orang dikasih sekolah

PH bertanya ke Asriadi

– HP, 400 juta, anda Konfirmasi ke pak Ardi
– Saksi, konfirmasi nya langsung ditukar fisik, info dari pak Ardi, nanti ditukar Disana

PH bertanya ke Asriadi

– PH, bukankah
– Saksi, sampai disana, saya turun dari mobil bersama Ardi dan ketemu diteras, dan tidak lama kemudian kembali ke kantor.

Hakim anggota bertanya ke Irham

– Hakim, memilih kembali buka rekening baru, dikonfirmasi di BAP,?
– Saksi, rekening pribadi tidak dicampur
– Hakim, membuka rekening dan Irham tidak punya rekening?

– Uji meluruskan, mengenai pembukaan rekening, yah terserah pak Ardi, yang penting ini terbayarkan,saya tidak tahu apakah dibuatkan rekening baru atau tidak

– Hakim, apa mereknya?
– Saksi, sidu pak
– Hakim, motor tempel?
– Saksi, sidu dari Kanada

Hakim bertanya ke Asriadi

– Hakim, di poin 7, betul yang kekurangan 1 juta?
– Saksi, benar pak
– Hakim, sisa 1, 6 m diatas meja saya pindahkan ke brankas?
– Saksi, yang 400 juta ditukar, nilai uangnya 2 Milyar, 400 juta diambil
– Hakim, bahwa ada uang 400, sudah dilaporkan?
– Saksi, iya pak

Ibrahim Palino melempar pertanyaan ke Erik Horas

– Hakim, apa urgensinya membuka rekening sendiri, kenapa harus membuka rekening baru, bisa toh transfer antar bank,
– Saksi, pada saat itu Uji, meminta rekening mandiri, pada saat itu saya punya rekening BCA, makanya saya buka rekening mandiri
– Hakim, semoga tidak ada kepentingan disitu karena pak jaksa makanan nya itu.
– Saksi, tidak ada urgensi lain pak
– Hakim, mungkin kalau transfer ke BCA butuh waktu lama yah?
– Saksi, betul pak

Hakim bertanya ke Uji,
– Hakim, rekening mandiri yah?
– Saksi, Kalau beda bank pak, biasanya delay dan lama pak

Hakim kembali bertanya ke Asriadi

– Hakim, tugas saudara ada 3
Pegang kunci brankas?
– Saksi, iya pak
– Hakim, hanya saudara pegang?
– Saksi, yah
– Hakim, ada transaksi di hari Minggu, kapan melakukan transaksi, untuk mengunci brankas?
– Saksi,ada dan pimpinan cabang
– Hakim, untuk membuka brankas
– Saksi, pemegang kunci pintu dan pemegang kombinasi pak
– Hakim, apakah ketiga orang itu harus ada!
– Saksi, saya dan pimpinan cabang pak
– Hakim, coba jelaskan kenaps bisa buka, padahal ada orang yang tidak ada?
– Saksi, saya ambil kuncinya
– Hakim, berati pada saat buka brankas, kurang satu orang, kau ambil kuncinya?
– Saksi, Iya pak
– Hakim, dimana kau letakkan uang itu
– Saksi, diatas meja teler pak
– Hakim, setelah 400 juta ada lagi transaksi
– Saksi, saya pulang pak
– Hakim, kau ditelepon ambil lagi 400 berarti sisa 1,2 Milyar!
– Saksi, iya pak
– Hakim, jam berapa dibuka brankas?
– Saksi, jam 10
– Hakim, apakah dihitung setelah ambil?
– Saksi, dihitung
– Hakim, transaksi kedua hari senin sore
– Saksi, uang yang dicairkan kemarin, dan dikasih keluar
– Hakim, pada saat itu fisik uang dibrankas, masih ada?
– Saksi, iya pak
– Hakim, kau saksikan
– Saksi, iya pak

Hakim bertanya ke Nurhidayah

– Hakim, Apakah uang yang ditransfer Rudi Moha melalui rekening apa?
– Saksi, BNI pak
– Hakim, berapa nomor rekeningnya?
– Saksi, dua pak
– Hakim, masih aktif?
– Saksi, ada yang tdk aktif pak
– Hakim, rekening yang ditransfer pak Rudi, kenapa tidak kasih tahu
– Saksi, takut diblokir pak.
– Hakim, kenapa takut?
– Saksi, takut pak, karena rekeningnya bapak dan ibu diblokir pak.

Sebelum sidang ditutup, terlebih dahulu Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino mempersilakan kepada Bapak Nurdin Abdullah, “siapa tahu ada yang ingin disampaikan, silakan Pak Nurdin”, kata Ibrahim Palino.

Secara virtual, voice yang saya tangkap dari Nurdin Abdullah tidak utuh, karena terjadi permasalahan teknis. Tapi walaupun tidak utuh, namun dapat membantu kita semua, khususnya bagi pembaca.
Mari kita simak voice Bapak Nurdin Abdullah;

NA, Terima kasih yang mulia,
Pertama, “Sulsel ini terdiri dari 330 pulau. Di Makassar saja pak, ada 12 pulau dan memang kekurangannya adalah air bersih, jadi kami memang sering kepulau pakai jetski tua yang saya punya ketika saya masih bupati bantaeng. Sehingga anak saya Uji, saya minta untuk berkomunikasi dengan Erik Horas salah satu pengusaha jetski di makassar,

Kedua pembelian jetski ini kebutuhan untuk ke pulau pulau dalam rangka mendukung program jetski nusantara.

Ketiga mengenai Asriadi, saya juga baru dengar, tiba tiba uang yang 2 Milyar dan sama sekali saya tidak tahu. Saya pernah suruh tukar uang waktu hari raya idul fitri

Mengenai 400 juta, saya juga kaget untuk siapa, kami tidak pernah mengeluarkan uang sebesar itu. Untuk pembelian jetski adalah uang pribadi saya pak.

Sedangkan bantuan Rudi Moha itu sangat berarti, karena APBD Sulsel tidak cukup, sehingga Rudi Moha dengan ikhlas membantu untuk penanganan covid, tapi itu Nurhidayah yang atur.

Setelah mendengar keterangan NA, maka Ibrahim Palino minta agar sidang berikutnya dipercepat.

Catatan, dalam persidangan kali ini beberapa kali terjadi kesalahan teknis mengenai voice dari Jakarta, sehingga berkali kali keterangan saksi, Nurhidayah diulang ulang karena tidak jelas. Demikian pula suara Nurdin Abdullah kurang jelas, sehingga menyulitkan bagi jurnalis untuk menangkap voice beliau secara utuh. Bahkan JPU Andi Asri sendiri yang berada dalam ruang sidang meminta kepada Nurdin Abdullah untuk mengulangi keterangannya.

Demikian pula di ruang sidang Harifin Tumpa, sering terjadi voice bising, sehingga Ketua Majelis Hakim sesekali menegur pengunjung agar tenang.

Sidang ditutup pada jam 18.10 (WITA), menjelang magrib.

Langsung dari Ruang Sidang Harifin Tumpa.

 

 

Pewarta : Ali Ghugunk

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *