Perihal Dugaan PUNGLI Program BST Pusat di Desa Cipinang Ombudsman Banten Angkat Bicara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Ramainya dimedia sosial terkait adanya dugaan pungutan liar (PUNGLI) Bantuan BST pusat yang diduga dilakukan oleh oknum RW dikampung Cilampung Desa Cipinang Kecamatan Angsana Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten masih jadi soal

Pasalnya, Pungutan yang sangat berpreatif mulai dari Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,- padahal masih dalam keadaan Pandemi Covid-19.

Hal tersebut, diungkapkan oleh warga berinisial (SP), dirinya selalu mengeluh dengan adanya pungutan tersebut.

Selain (SP) masih ada warga lainnya yang mengeluhkan, namun enggan untuk disebutkan namanya, Ia mengatakan bahwa setiap adanya bantuan BST pusat dari pemerintah tersebut selalu diminta.

Ya pak, “Setiap ada bantuan dari pemerintah selalu di minta oleh pak Rohani selaku RW desa cipinang sebesar Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,” ucapnya

Sedangkan didalam pemberitaan sebelumnya, Doni Hermawan selaku Kepala Dinas DPMPD Kabupaten Pandeglang, menerangkan dengan jelas bahwa setiap bantuan dari pemerintah tidak boleh dipotong oleh siapapun, “Baik itu aparatur pemerintah dan Ia akan mengkroscek melalui camat sampai sejauh mana pemotongan oleh aparatur pemerintah dan siapa saja yang terlibat,” terang doni

Menanggapi hal tersebut Ombudsman Banten Angkat Bicara, Dalam hal ini Pemkab Pandeglang melalui DPMPD wajib usut tuntas dugaan pungli BST oleh oknum RW tersebut.

Karena agar jernih permasalahannya dan jelas duduk perkaranya dan apabila terbukti kebenarannya maka harus ada tindakan dan penerapan sanksi tegas untuk memberikan efek jera, dan ini bisa menjadi contoh atau peringatan bagi seluruh aparatur agar tidak bermain-main dengan bantuan bagi masyarakat yang tidak mampu, “Lebih baik, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum,” tuturnya

Seandainya praktek Pungli masih berlangsung dan tidak ada tindakan apapun dari pejabat maupun aparat yang berwenang, maka langsung sampaikan laporan tersebut ke Ombudsman Banten melalui via WhatsApp Centre Ombudsman Banten 08111273747,” Tegas Ombudsman Banten melalui via WhatsApp nya pada hari, Jumat (13/08/2021)

Sementara itu, Mukra selaku Kepala Desa (Kades) Cipinang saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp nya mengatakan, bahwa menurut dirinya Bapak RK (RW) tidak meminta perihal bansos tersebut akan tetapi dia hanya di beri dengan ikhlas.

“Kalau menurut saya, Bapak RK itu tidak minta, dia hanya di beri dengan ikhlas dan kemarin saya panggil bahkan sama Pak camat di kecamatan,” ucap Mukra pada hari, Sabtu (14/08/2021)

Masih kata Mukra,” kemarin pak RK saya hadirkan di kecamatan angsana, bersama pak camat dan hasilnya bahwa menurut RK, “Uang tersebut di kasihkan ke rumah pak RK bahkan yang menerimanya bukan pak RK.
sudah cukup penjelasannya dan KPM nanti akan saya panggil,” Katanya

Ditempat terpisah Camat Angsana Bapak Arif Mahmud saat dimintai keterangan perihal tersebut bahwa, dirinya akan memanggil ketua RW kembali.” Singkatnya.

 

Pewarta : Hr/ Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *