Disinyalir ada penyimpangan, SDN 4 Metro Timur, kelola dana BOS Rp.483 jt minim perawatan sarpras

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Beragam modus penyalahgunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dilakukan oknum pengelola anggaran sekolah. Sehingga ada sebagian item dari anggaran dana BOS diabaikan dan tidak dijalankan. Selain itu, oknum pengelola anggaran sekolah kerap menjadikannya kedok penyelewengan anggaran. Mulai dari penambahan jumlah siswa yang tidak sesuai atau mark up dilaporkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah.

Adanya temuan kerusakan sarpras ( sarana dan prasarana) yakni terlihat plapon jebol di gedung SDN 4 Metro Timur Kota Metro, membuktikan apakah dana BOS telah dijalankan dengan baik. Apalagi dana BOS yang dikelola SDN 4 Metro Timur, mencapai ratusan juta rupiah.

Pada tahun 2020, SDN 4 Metro Timur, di Kepalai Sumarni, telah menerima anggaran dana BOS senilai ( Rp. 483.030.000 ). Dengan 29 tenaga Pendidikan, serta 535 murid. Penerimaan dana BOS terbagi dalam tiga tahap : Tahap I ( Rp.144.990.000 ),Tahap II ( Rp.193.320.000 ), Tahap III ( Rp.144.720.000 ).

Dalam laporannya, perhitungan anggaran dana BOS SDN 4 Metro Timur, secara keseluruhan terbagi dalam beberapa item penggunaan sesuai peruntukan. Biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Rp.26.784.000 dan Biaya kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 15.110.000. dan masih ada lagi dana anggaran lain yang bisa dijabarkan.

Atas dasar fakta kerusakan sarpras sekolah itu, Tim media menghubungi, Sumarni selaku Kepsek SDN 4 Metro Timur. Ia mengatakan, telah menjalankan aturan dana BOS sesuai juknis.

” Kamu lihat saja, westapel gimana, afa dikelas 6 A. Plapon kelas kita ganti, semua yang buruk – buruk itu banyak. Tapikan kita bertahap, enggak sekaligus, karena uang BOS untuk rehab itu terbatas.Tapi yang jelas tahun 2020, westapel tujuh kita pasang,mengingat pandemi ini kita utamakan,” jawab Sumarni , via sambungan telpon kepada Mitrapol.com , Kamis, ( 12/08/2021) siang.

Mengingat saat pendemi Covid-19 seluruh kegiatan belajar tatap muka diliburkan. Sumarni justru berdalih, jika dana anggaran BOS, pada item ekstrakulikuler akam digunakan untuk HUT Kemerdekaan. Padahal dana BOS yang dikelola tahun 2020.

” Ekstrakurikuler selama pandemi,kita daring – daring saja. Enggak ada yang tatap muka. Tetapi menghadapi bulan Agustus 2021, akan ada lomba – lomba. Tidak seperti sebelumnya,tapi dana – dana pembinaan sudah pangkas semua,kita jadikan fasilitas sarpras. Sekolah kita ini tua, membereskan dana tidak cukup. Besok kesekolah akan saya tunjukkan ,” kilah Sumarni.

Pada kesempatan itu, Sumarni sang Kepsek justru meminta pihak media mencarikan dana untuk sekolahnya.

” Kalau kamu mau mencarikan duit, untuk sekolah masih banyak yang perlu diberesi. Artinya untuk membantu dan memajukan sekolah ,” tutur Sumarni, kepada tim media dengan nada tertawa.

Selanjutnya, Pada hari Senin tanggal 16 Agustus 2021, tim media menemui Sumarni selaku Kepsek SDN 4 Metro Timur. Namun, Sumarni enggan menemui dengan alasan sedang menerima tamu pihak Dinas.

Melihat fakta serta jawaban Kepsek SDN 4 Metro Timur, mengenai minimnya perbaikan sarpras dan saat ini peserta didik tidak ada belajar secara tatap muka serta penggunaan dana ekstrakurikuler. Terlihat sangat berbeda jauh dengan kenyataan. Disinyalir Kepsek SDN 4 Metro Timur, mengabaikan aturan dan telah menyelewengkan dana BOS tersebut.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *