Dugaan Pemerasan dan Penganiayaan Tahanan, Kapolda Metro diminta bertindak

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Salah satu tahanan yang ditahan di Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya mengalami pemerasan yang diduga dilakukan oleh sesama tahanan.

Panji Asmoro Jati, tahanan Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, diduga telah diperas oleh sesama tahanan sebesar Rp10 juta, dengan ancaman jika tidak membayar korban akan dianiaya.

Hal ini terungkap usai seseorang tahanan yang diduga pelaku, menelepon ibu korban, Linda, dan menyampaikan permintaan dan ancaman tersebut.

Pengamat kepolisian dari Indonesia Civilian Police Watch (ICPW) menyesalkan peristiwa itu.

“Jika benar, kejadian ini sangat memalukan dan mencederai institusi Kepolisian dan apalagi Kapolri ingin menjadikan Polri yang Presisi,” ujar Ketua ICPW Bambang Suranto, Jumat (20/8/2021).

Apabila peristiwa ini terbukti, menurut Bambang, kejadian tersebut dinilai melecehkan semangat Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karenanya tindakan tegas harus diambil guna menyelesaikan perkara ini.

“Saya tegaskan ini sudah benar-benar melecehkan Presisi Pak Kapolri, Kapolda harus segera menindak ini,” kata dia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran diminta menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum tersebut. Jika tak mampu atau tak serius dalam memberikan perhatian terhadap kasus ini, Fadil diminta mundur.

“Kapolda harus bertanggung jawab atas kejadian ini, karena diduga apa yang dilakukan oknum tahanan tersebut atas sepengetahuan anak buahnya. Jangan sampai kejadian ini terulang dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum di republik ini,” tuturnya.

“Kalau tidak mampu, turun dari jabatan Kapolda Metro Jaya,” imbuhnya.

Bambang Suranto: 0852100049731

 

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *