Dinyatakan tidak ada penyimpangan oleh Polda, Mega Proyek Pelang Batu Tajam sebesar 56,4 M kondisinya kini hancur

  • Whatsapp
Documentasi (19/8/21), Kondisi Mega Proyek Peningkatan Jalan Pelang-Batu Tajam dengan anggaran Rp.56,4 M dari dana APBD 2019, terlihat hampir 100 persen dalam kondisi hancur dan berlobang.

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Mega Proyek Peningkatan Jalan Pelang – Batu Tajam dari Anggaran APBD Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada Tahun 2019, yang dilaksanakan oleh PT Marga Mulya senilai Rp 56,4 Miliar, kini sebagian besar fisiknya terindikasi gagal mutu dan saat ini hampir 100 persen hancur.

Selain sebagian fisiknya diduga gagal mutu, pelaksanaan proyek tersebut juga diduga gagal Kuantitas, pasalnya hingga saat ini pelaksanaan proyek tahun 2019 tersebut, kondisi kini dilapangan hancur berlobang dan penuh genangan air disaat musim hujan.

Hasil pantauan Mitrapol.com di lokasi pekerjaan Mega Proyek Pelang Batu Tajam, sebagian besar fisik proyek yang sudah dikerjakan, banyak ditemukan telah mengalami kerusakan yang signifikan, dan sebelumnya pernah dilakukan Cutting dan di Patching kembali oleh pelaksana. Hal tersebut merupakan indikator gagalnya mutu dan kualitas proyek ini.

Gagalnya proyek ini secara kualitas dan kuantitas belum dapat diketahui secara pasti apa penyebabnya, hasil penelusuran Mitrapol.com.menemukan bahwa AMP (Asphalt Mixing Plant) milik PT. Marga Mulya berada di luar Kabupaten Ketapang, yaitu di Kabupaten Kayong Utara.

Dengan jarak tempuh yang cukup jauh tersebut diprediksi menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan proyek ini, karena suhu panas aphalt sudah mengalami penurunan saat dihampar dan dipadatkan.

Ibrahim Myh dari LSM NCW Investigator Kalbar

Dari dokumen tersebut diketahui bahwa proyek ini memiliki beberapa item pekerjaan, diataranya : Mobilisasi, Timbunan Biasa dari Sumber Galian, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Lapis Pondasi Agregat Kelas B, Lapis Resap Pengikat – Aspal Cair, Lapis Perekat – Aspal Cair, Lataston Lapis Aus (HRS-WC) (Gradasi Senjang/Semi Senjang) dan Lataston Lapis Pondasi (HRS-BASE) (Gradasi Senjang/Semi Senjang).

Hingga kini Mega Proyek Jalan Pelang – Batu Tajam yang bersumber dari Anggaran APBD Kabupaten Ketapang Tahun 2019,sebesar Rp.56,4 Milliar terkesan Mubazir .

Saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, menjelaskan,”Terkait Kasus Mega Proyek Peningkatan Jalan Pelang Batu Tajam, Polda Kalbar tidak menindak lanjuti lagi karena dinyatakannya tidak ada bukti penyimpangan,” jelasnya singkat melalui via whatshap pada Jumat, (20/8/2021).

Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUTR kabupaten Ketapang, Ir Sukirno enggan memberikan jawaban dan sulit ditemui.

Hal Terpisah, Mega Proyek Peningkatan Jalan Pelang Batu Tajam Rp 56,4 Milliar dapat sorotan tajam dari NCW Investigator Kalimantan Barat, Ibrahim Myh menyampaikan kepada Mitrapol.

“NCW Investigator Kalimantan Barat melihat atas ketidak beresan pekerjaan proyek Peningkatan Jalan Pelang – Batu Tajam senilai sekitar Rp. 65,4 Miliar tersebut dinilai mangkrak,” terang Ibrahim

Lebih lanjut Ibrahim juga meminta kepada Pihak Kepolisian ataupun Pihak Kejaksaan segera melakukan Penyelidikan, Penyidikan serta melakukan penindakan hukum terhadap kontraktor pelaksana termasuk Oknum-Oknum Dinas PUTR di Kabupaten Ketapang yang terlibat tanpa kecuali, tegasnya

NCW Investigator Kalbar tetap berpegang teguh terhadap statement Bapak Kapolri, “Hukum hendaknya jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah..!!!”, ucapnya kepada Mitrapol

 

 

Pewarta : Roy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *