Plapon kelas Ambruk, Kepsek SDN 2 Banarjoyo Lamtim : Kerusakan gedung Sekolah sejak pak Legiono

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Fakta adanya kerusakan gedung kelas di SDN 2 Banarjoyo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, membuktikan bahwa sekolah tersebut tidak ada perawatan. Parahnya kerusakan gedung sekolah sudah berlangsung lama. Mulai dari plapon ruang kelas jebol, sehingga runtuh dan tembok pagar sekolah berlumut tanpa ada pengecatan.

Namun, pihak sekolah justru berdalih baru menjabat dan menyalahkan pejabat Kepsek lama, yang bertanggung jawab atas kerusakan sarpras sekolah karena tanpa perawatan dan pemeliharaan.

Edi Trisulo selaku Kepala SDN 2 Banarjoyo Batanghari Lampung Timur, menjelaskan bahwa adanya kerusakan gedung sekolah tanpa adanya perawatan sarpras sejak pejabat lama.

” Ambruknya plapon ini sejak tahun 2018, dan tidak pernah ada pengecatan juga sejak Zaman pak Mugiono, yang sekarang sudah pensiun. Pak Legiono juga pernah menjabat disini selama satu tahun dan sekarang ia menjadi pengawas,” jelas Edi Trisulo kepada saat ditemui bersama Mitrapol.com melihat lokasi plapon kelas ambruk, Sabtu (21/08) pagi.

Edi Trisulo mengakui, semenjak kepemimpinannya SDN 2 Banarjoyo Batanghari Lampung Timur, banyak mengalami perubahan dan keberhasilan. Sehingga perubahan sekolah tersebut menjadi lebih baik.

” Saya masuk disini sejak tahun 2020 dan seperti ini posisinya begini sebagian plapon luar dan dalam dalam keadaan jebol. Takutnya menimpa anak – anak sewaktu belajar. Lihat saja keramik ruangan, sudah tak ganti semuanya, podium dan perubahan cat ini saya ganti. Tadinya warna hijau dan juga pagar itu. Sedikit demi sedikit saya perbaiki juga taman dan lainnya. Saya juga risih melihat rusak – rusak seperti ini. Padahal saya baru setahun menjabat disini sudah banyak perubahan,” jawab Edi dengan rasa bangga.

Atas bukti kerusakan sekolah yang sudah berlangsung lama, di duga anggaran dana BOS, untuk biaya perawatan dan pemeliharaan sarpras telah diselewengkan.

Selain itu, melihat anggaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) ditahun 2020, SDN 2 Banarjoyo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, menerima anggaran senilai Rp. 203.580.000. Dana tersebut diterima dalam tiga tahap, (Tahap I Rp.62.640.000), (Tahap II Rp. 83.520.000) dan (Tahap III Rp.57.240.000).

Khusus komponen dana pemeliharaan dan prasarana (sarpras) sekolah ditahun 2020, SDN 2 Banarjoyo Batanghari Lampung Timur, telah mengeluarkan dana senilai Rp. 34.759.000. Dana dikeluarkan dan terbagi dalam tiga tahap, tahap I (Rp.8.790.000) dalam masa pandemi, tahap II (Rp.2.391.000) dan tahap III (Rp.23.578.000).

Namun, dalam kenyataannya bahwa sekolah tersebut tidak ada perbaikan. Selain itu, bahwa sekolah telah menerima dana anggaran lainnya di masing – masing komponen yang belum dijabarkan.

Kedepan, atas penjelasan Edi Trisulo selaku Kepsek SDN 2 Banarjoyo Batanghari Lampung Timur, tim media akan menkonfirmasi dan menemui Legiono atau pejabat Kepsek lainnya. Hal ini, guna membuktikan pernyataan atas tudingan Edi Trisulo, Apakah benar memang sekolah tersebut SDN 2 Banarjoyo Batanghari Lampung Timur, tidak pernah ada perawatan atau perbaikan sarpras. ?

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *