Belum ada seminggu selesai dikerjakan plafon bandara Ngloram Ambrol

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Blora – Hujan air dan angin sepoi-sepoi dari lahan persawahan, mampu mengakibatkan plafon bangunan terminal ruang tunggu menulu loby bandara ambrol pada, Sabtu sore (21/8/2020), sehari sebelum kunjungan tiga Menteri. Dari video yang beredar, tampak sejumlah orang panik dan terdengar suara teriakan seorang perempuan dari video yang berdurasi 33 detik itu. Sesaat kemudian, material plafon ambrol hampir mengenai salah satu orang yang berada di video tersebut.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Dewandaru Jepara, Ariadi Widiawan, tidak menampik ambrolnya plafon tersebut. Hanya sekira10 meter persegi. “Informasi BMKG kecepatan angin mencapai 10 sampai 15 knot,” kata dia, Minggu (22/8/2021).

Disebutkan, Kecepatan angin dan guyuran air hujan menjadi penyebab utama ambrolnya plafon. Sebelum ambrol, sempat terjadi kebocoran pada bagian atap hinga menetes pada plafon yang berbahan polycarbonat. “Jika kondisi panas dia memuai, kalau dingin mengkerut,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan terjadi hanya 10 meter persegi. dan masih tanggung jawab kontraktor. Karena masih dalam masa perawatan. Sementara, kontrak pengerjaan selesai pada pertengahan Agustus 2021.”Ini bukan kesalahan kontruksi,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pimpinan terkait hal itu. “Kita akan mengevaluasi teknis dengan direktorat teknik yang akan turun,” jelasnya.

Apakah kontraktor bakal terkena denda? Dan dalam pengerjaanya sudah sesuai dengan RAB? karna menurut keterangan saksi yang enggan disebut namanya proyek BUMN tersebut diduga ada beberapa kesalahan yang dilanggar seperti menampung tanah ilegal dari galian C yang tidak berijin dan belum melalui proses uji Lab.

Ambrolnya salah satu bagian atap plafon itu terjadi sehari sebelum tiga menteri datang ke Bandara Ngloram, Minggu 22 Agustus 2021.

Ketiga menteri itu adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Alhamdulilah ambrolnya plafon tersebut tidak bersamaan dengan kedatanganya bapak pejabat,” ucap seorang lagi yang enggan namanya dicatat.

Dari kejadian dan opini yang berkembang tersebut hendaknya dari tim pengawas proyek tersebut benar benar menjalankan tugasnya untuk mengawasi proyek Negara yang menelan anggaran sekitar 72 miliar tersebut.

 

Pewarta : Menco

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *