Kelola sendiri Proyek Pengadaan Bibit Tanam Buah, Kepala UPT Pertanian Pekalongan Lamtim disinyalir ada Kongkalikong

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung  Timur РPengadaan ribuan dari dua jenis bibit tanaman buah yang ada di penangkaran UPT Pertanian Pekalongan Lampung Timur, diduga bermasalah. Pasalnya, dua jenis bibit tanaman buah ( Alpukat dan Kelengkeng ) tersebut sudah ada sejak lama yang ditanam.

Selain itu, ada kejanggalan dari penjelasan dua versi, Kepala UPT Pertanian Pekalongan Lampung, tentang pengadaan bibit tersebut. Pertama, pengadaan bibit tanaman buah berasal dari dana anggaran APBN. Kedua, seluruh bibit tanaman buah dikirim oleh UPTD Pertanian Provinsi Lampung. Hal ini menimbulkan tanda tanya publik, apa sebenarnya tentang penggunaan anggaran negara ini ?

Saat ditemui, Widodo selaku Kepala UPT Pertanian Pekalongan Lampung Timur, mengatakan bahwa keberadaan dua jenis bibit tanaman tersebut adalah milik UPT Pertanian Provinsi Lampung.

” Ada dua jenis bibit tanaman buah, yakni alpukat 30.000 dan lengkeng 24.000 total 54.000. Seluruh bibit dikirim dari pusat dan milik pertanian provinsi, kami hanya merawat. Pekerjanya dari sini dan kita ambil dari luar. Nantinya, bibit ini akan dibagikan ke masyarakat oleh dinas Provinsi dalam program Gertan ( gerakan tanam ) ,” kata Widodo kepada tim media, Rabu ( 18/08/21).

Selain itu, ia menjelaskan bahwa seluruh biaya dalam pengadaan dua jenis bibit tanaman buah di UPT Pekalongan Lamtim, berasal dari anggaran APBN.

” Bibit ini berasal dari dana anggaran APBN. Dana perawatan secara bertahap, pemeliharaan (biaya okulasi, biaya bikin para – para). Jadi waktunya ini kurang lebih satu tahun dan pihak provinsi juga sering turun pak Revi kepala UPTD,” jelas Widodo.

Lebih lanjut, kejanggalan lainnya di lokasi penangkaran bibit, nampak jelas tidak ada papan informasi bahwa pembibit tersebut dibiayai oleh negara. Dan juga bibit tanaman buah jenis kelengkeng sudah ditanam sejak lama di UPT Pertanian Pekalongan Lampung Timur.

” Plang belum pasang pak, karena ini sedang nyusun – nyusun. Nanti kalau sudah rapih kita bikin plang ,” janji Widodo.

Diperkirakan nilai anggaran dalam pengadaan bibit dua jenis tanaman bibit tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Sebagai contoh, jika dihitung nilai harga dalam satu pohon bibit tanaman senilai Rp.10.000 x 54.000 pohon bibit = maka nilai anggaran proyek pengadaan bibit tersebut berjumlah Rp. 540.000.000.

Pertanyaannya, kenapa pekerjaan ini dikerjakan oleh pihak UPT Pertanian secara internal. Jikapun pekerjaan ini ada rekanan, namun tidak ada papan informasi. Diduga, proyek pengadaan bibit tanaman buah ada kongkalikong antara UPT Pertanian Lampung Timur dan pihak UPT Pertanian Provinsi.

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *