Pemilik Gudang tersegel sebut Camat yang urus semua masalah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Jakarta – Pembangunan Gudang yang disegel di wilayah jalan Raya Prepedan Tegal Alur Kecamatan Kalideres masih terus berjalan. Senin (23/08/21).

Ironis, meski plang segel berwarna Merah milik Pemda Jakarta Barat terpampang, namun tidak diindahkan oleh pemilik Gudang, dengan terus melakjukan proses pembangunan.

Itu bukan kegiatan pembangunan Bang itu kegiatan urug aja, kita belum ada mendirikan Bangunan,” ucap Heri pemilik Gudang itu saat di konfirmasi melalui viar seluler.

Kalau untuk segala sesuatu sudah diurus Camat Bang terkait segel yang terpasang juga sedang dalam proses pengurusan,” tegas dia

Untuk penjelasan lebih dalam nanti RT saya suruh ke lokasi untuk nemuin Abang ya, sebenarnya saya gak boleh terlalu banyak bicara kesiapapun karena udah diurus sama Camat, semua juga udah dikondisikan dari tingkat Lurah sampai kecamatan,” tambah dia.

Semuanya sudah diserahkan ke Camat H. Naman, dan perangkatnya sudah dalam pengurusan IMB satu dua hari ini akan jadi,

Semua sudah berkoordinasi dari Kelurahan, Kecamatan semua sudah selesai, ucap dia saat dikonfirmasi

Jelas menjadi pertanyaan besar apa hubungannya dengan Camat terkait spanduk Segel yang terpasang didalam Gudang yang masih dalam proses pembangunan tersebut, ada apa ? Kenapa ? Mengapa ? Menjadi pertanyaan Besar Menurut saya,” kata Zaenal Abidin.

Pak walikota Jakarta Barat harus ambil sikap keterkaitan apa antara Gudang bermasalah dengan Camat Kalideres,” Kata dia

“Padahal dalam isi surat Segel tertulis Berdasarkan Undang-undang tertulis, Melanggar Undang undang, peraturan Nomor: 1Tahun 2014, Peraturan Daerah Nomor: 7 Tahun 2010 Peraturan Gubernur Nomor : 128 Tahun 2012.

Barang siapa yang sengaja Memutus, Membuang atau Merusak Segel suatu benda oleh atau atas Nama penguasa umum yang berwenang atau dengan cara Lain menggagalkan penutup dengan segel diancam dengan Pidana penjara paling lama 2 Tahun 8 Bulan (Pasal 232 Ayat 1 KUHP).

Namun pada kenyataannya kondisi spanduk Segel itu dibiarkan dengan keadaan yang piluh,” Ucap Zaenal Abidin pengamat kinerja pemerintah dari warga Sipil Indonesia.

Setiap pemilik bangunan gedung, penyedia jasa konstruksi, profesi ahli, penilik, pengkaji teknis, dan/atau pengguna bangunan gedung pemilik dan/atau pengguna yang tidak memenuhi kewajiban pemenuhan fungsi, dan/atau persyaratan, dan/atau penyelenggaraan bangunan gedung dikenai sanksi administratif.

peringatan tertulis :
– Pembatasan kegiatan pembangunan;
– Penghentian sementara atau tetap pada pekerjaan pelaksanaan pembangunan;
– Penghentian sementara atau tetap pada pemanfaatan bangunan gedung;
– Pembekuan persetujuan bangunan gedung;
– Pencabutan persetujuan bangunan gedung;
– Pembekuan sertifikat laik fungsi bangunan gedung;
– Pencabutan sertifikat laik fungsi bangunan gedung; atau
– Perintah pembongkaran bangunan gedung.

Selain itu, terdapat sanksi pidana dan denda juga apabila tidak dipenuhinya ketentuan dalam UU Bangunan Gedung jo. UU Cipta Kerja, jika karenanya mengakibatkan kerugian harta benda orang lain, kecelakaan bagi orang lain yang mengakibatkan cacat seumur hidup, atau hilangnya nyawa orang lain, tutup Zaenal

 

 

Pewarta : Shem

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *