BPBD Toba dan masyarakat sekitar terus lakukan pencarian orang hilang, dan Jaga Ketat Arus Sungai Aek Kualu

  • Whatsapp
Tiarma sitorus pane (62)

MITRAPOL.com, Toba – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kab.toba bersama masyarakat desa habinsaran toba kini tengah menjaga aliran sungai Aek Kualu yang berada di Kecamatan Borbor, Nassau, dan Habinsaran. Penjagaan arus sungai dilakukan sejak, Sabtu (21/08/2021) hingga hari ini, Selasa (24/08/2021).

Informasi hilangnya seorang ibu rumah tangga di Habinsaran mulai ramai dibicarakan sejak, Selasa (17/08/2021), dan pencarian segera dilakukan. Masyarakat sekitar langsung membentuk kelompok pencarian dan menyisir kawasan yang dinilai keramat dan mistis di kawasan tersebut. Setelah 5 hari pencarian, Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara menemukan titik terang setelah mendapatkan sebuah sarung yang berada di sebuah jembatan di Desa Lumban Rau, Kecamatan Borbor pada, Sabtu lalu (21/08/2021).

“Setelah kita temukan sarung tersebut, kita pastikan dulu ke keluarga. Nah, setelah keluarga mengatakan bahwa sarung itu adalah milik ibu itu, kita langsung bergerak untuk memasang jaring atau net di aliran sungai Aek Kualu yang berada di bawah jembatan tersebut,” ujar Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara saat dikonfirmasi pada, Selasa (24/08/2021).

Walau 9 hari pencarian, orang hilang bernama Tiarma Sitorus Pane (62) ini belum juga ditemukan. Padahal sejak hari pertama, masyarakat sekitar sudah melakukan pencarian setelah ada petunjuk bahwa lokasi hilangnya Tiarma Sitorus Pane berada di kawasan Sijambur, sebuah ladang dan persawahan masyarakat.

Kini, masyarakat sekitar dan BPBD tengah mencari yang bersangkutan, sementara pihak kepolisian dan TNI tidak ikut dalam pencarian.Dalam pencarian, pihaknya menemukan sebuah sarung yang menjadi bukti kuat hilangnya Tiarma Sitorus Pane pergi dari rumahnya pada, Selasa (17/08/2021) sekitar pukul 05.00 WIB.

“Keterlibatan TNI Polri tidak ada bersama kami. Kami hanya bersama-sama masyarakat, aparat kecamatan dan kelurahan mencari yang bersangkutan. Korban dengan nama Tiarma boru Sitorus Pane (62). Pontas juga menerengkan Kalau dari rumah yang bersangkutan ke jembatan itu sekitar 4 hingga 6 kilometer,” sebutnya.

“Jarak dari jembatan ke ranting, tempat kita menemukan sarung sekitar 6 hingga 10 meter. Kalau jarak dari jembatan ke dasar itu ada 20 hingga 50 meter karena sungai itu sudah terlihat kecil dari atas,” ujar pontas.

Dari informasi yang diperoleh, korban hilang Tiarma Sitrorus Pane masih sempat bercengkerama dengan anaknya pada Selasa (17/08/2021) dinihari sebelum pergi dari rumah pada pukul 04.33 WIB. Kepergian Tiarma Sitorus Pane dari rumahnya terekam oleh CCTV milik pengusaha bengkel yang berada di samping rumah korban.

Setelah bangun sekitar pukul 08.00 WIB, keluarga memastikan bahwa Tiarma Sitorus Pane dinyatakan hilang dan menghubungi masyarakat sekitar agar segera mencarinya ke daerah yang menjadi kemungkinan tempat persembunyian.

5 hari pencarian, tak ada tanda-tanda keberadaan korban. Pada hari keenam, Kepala BPBD mengitari sejumlah kawasan dan melihat ada sesuatu yang janggal di bawah sebuah jembatan. Ia melihat sebuah kain, lalu meminta anggotanya mengambil kain tersebut. Ternyata benar, sarung tersebut adalah milik Tiarma Sitorus Pane.

Dengan demikian, Kepala BPBD mengambil alih pencarian. Ia meminta anggota BPBD Toba agar membentangkan jaring di aliran sungai Aek Kualu yang mengalir deras dan melalui sejumlah daerah termasuk Kecamatan Habinsaran, Nassau dan Borbor.

“Hingga saat ini, kita masih melakukan pencarian. Kita juga melibatkan para pencari orang hanyut yang berada di kawasan tersebut yang sudah memiliki pengalaman. Ini kita lakukan agar pencarian dapat berjalan dengan lancar. Kita berharap agar korban hilang segera ditemukan dalam waktu dekat ini,” sebut pontas.

 

Pewarta : Abdi.S

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *