Berdiri puluhan tahun, Yayasan SMP dan SMAS Catur Sakti Margatiga Lamtim disinyalir selewengkan dana BOS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Yayasan pendidikan SMP dan SMAS Catur Sakti Margatiga yang beralamat di Jl. Trans Polri Jayaguna 1 Desa Sukaraja Tiga Kecamatan Margatiga Lampung Timur, sudah berdiri puluhan tahun. Tetapi dalam pengelolaanya tentu ada sejumlah anggaran – anggaran bantuan dari pemerintah yang telah diterima oleh pihak yayasan pada setiap tahunnya.

Adapun bantuannya adalah kucuran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Bantuan ini bertujuan untuk kesejahteraan sekolah, yakni pembayaran gaji guru, perawatan sarpras dan lainnya.

Namun, faktanya saat ini SMP dan SMAS Catur Sakti Margatiga kurang ada perawatan sekolah. Baik dalam perawatan gedung sekolah maupun pengecetan pagar luar sekolah. Hal ini, menimbulkan pertanyaan publik dan tim media. Kemana dialokasikan anggaran – anggaran dana BOS tersebut.

Saat ditemui, pihak sekolah menjelaskan bahwa Kepsek tidak berada disekolah dikarenakan sedang sakit.

“Siswa disini ada 42, Bu Patma sedang sakit, kami tidak tau masalah anggaran – anggaran sekolah ini. Kita semua guru disini belum ada PNS,daftar kemarin enggak ada yang lulus,” ujar Yeni sebagai Guru Bahasa Lampung, Rabu (25/08/21).

Ditambahkannya guru lainnya, pada kesempatan sama, Suparsih bahwa Ketua Yayasan Catur Sakti Margatiga sudah mengalami pergantian.

“Kalau bu Dijah sudah menjadi ketua selama empat tahun,” tambah Suparsih.

Perlu diketahui, bahwa kedua sekolah ini ( SMP dan SMAS ) Catur Sakti Margatiga berada dan menggunakan satu gedung dan sekolah yang sama. Saat ini ketua Yayasan Catur Sakti Margatiga dijabat oleh Dijah Diana yang sekaligus merangkap Kepala SDN 1 Sukarajatiga Kecamatan Margatiga Lampung Timur.

Melihat anggaran dana BOS yang diterima pihak sekolah, pada tahun 2020, SMP dan SMAS Catur Sakti Margatiga Lampung Timur, mencapai puluhan juta rupiah.

Khusus, SMP Catur Sakti Margatiga Lamtim, di Kepalai oleh Patmawati dengan memiliki 63 murid menerima anggaran dana BOS senilai Rp.69.300.000 terbagi dalam tiga tahap dalam satu tahunnya. Pada tahap I Rp.20.790.000, tahap II Rp.27.720.000 dan tahap III Rp.20.790.000 . dan mengeluarkan anggaran untuk perbaikan sarpras Rp.9.250.000 (Rp. 3.420.000 dan Rp.6.830.000).

Selain itu, masih dalam satu sekolah dan yayasan SMAS Catur Sakti Margatiga, di kepalai oleh Masmuli memiliki 136 murid dan menerima anggaran dana BOS senilai Rp.188.100.000 terbagi dalam tiga tahap dalam satu tahunnya. Pada tahap I Rp.54.000.000, tahap II Rp.72.000.000 dan tahap III Rp.62.100.000. Mengeluarkan anggaran bagi perbaikan sarpras Rp.6.425.000.

Selain itu, masih ada komponen lainnya dan menimbulkan kecurigaan dalam anggaran dana BOS ditahun 2020, mencapai puluhan juta belum dijabarkan. Diharapkan kepada pihak penegak hukum dan dinas terkait untuk melakukan pemeriksaan.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *