Kondisi sekolah bobrok tanpa perbaikan, Kepsek SDN 3 Rama Puja Raman Utara Lamtim disinyalir selewengkan dana BOS

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung  Timur РRusaknya sejumlah gedung di SDN 3 Rama Puja di kecamatan Raman Utara Lampung Timur, rupanya cukup memprihatinkan. Kerusakan ringan hingga berat ada disejumlah titik pada setiap gedungnya. Mulai dari plapon jebol, kayu patah, sekolah bongkor dan pagar tanpa pengecatan.

Sepertinya pihak sekolah tutup mata akan kebersihan, perbaikan dan gedung sekolah semakin parah. Padahal, anggaran dana BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ) telah dikucurkan pemerintah di setiap bulannya. Baik anggaran dana untuk perbaikan sarana dan prasaran sekolah. Hingga bantuan lainnya untuk kesejahteraan siswa.

Pertanyaannya kemana anggaran – anggaran dana BOS tersebut. Disinyalir telah diselewengkan oleh Kepsek SDN 3 Rama Puja Raman Utara Lamtim.

Saat dilokasi, Tohari selaku Kepala SDN 3 Rama Puja Raman Utara Lamtim, tidak ada dan sekolah tutup dikarenakan proses belajar secara daring. Sehingga tim media menemui warga di sekitar SDN 3 Rama Puja Raman Utara Lampung Timur.

Suparti ( 55 ) warga sekitar, seorang pedagang makanan anak – anak mengatakan, bahwa parahnya kerusakan serta kurang perhatian akan kebersihan semenjak pergantian Kepala sekolah baru.

“Semenjak pak Tohari sekolah ini bongkor pak, lihat saja. Kurang rajin dan kotor. Sebelumnya sekolah ini bagus pak dan tidak seperti ini,” kata Suparti kepada Mitrapol.com, Rabu ( 01/09 ).

Ia juga mengatakan, kurangnya kepedulian sekolah kepada warga sekitar. Sehingga berdampak buruk akan pendapatannya dalam mencari nafkah berkurang.

“Saya ini dagang pak, hanya kecil – kecilan, tetapi pagarnya ditutup. Malah pak Tohari masukin orang luar dagang disekolah. Tadinya guru – guru bisa pesen kopi, sekarang enggak bisa. Apalagi rumah saya disamping sekolah ini. Biar Allah saja tau isi hati saya pak,” tambahnya dengan mata berlinang dan kedua tangannya mengelus dada.

Melihat anggaran dana BOS di SDN 3 Rama Puja Kecamatan Raman Utara Lamtim, Pada tahun 2020, dan 107 siswa telah menerima anggaran senilai Rp. 91.170.000 . Dalam pelaporannya diduga ada anggaran yang menimbulkan pertanyaan publik. Salah satunya dari anggaran dana untuk perbaikan sarpras Rp. 15.410.000, anggaran pengembangan perpustakaan Rp. 13.995.000 dan anggaran kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.10.481.200. Selain itu, masih ada lagi sejumlah anggaran dana BOS lainnya belum dijabarkan.

Diharapkan aparat penegak hukum serta dinas terkait juga dapat melakukan pemeriksaan secara detail terhadap sekolah tersebut.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *