Ketum PJBN dan pengasuh Ponpes AL – Bantani, padepokanya selau di kujungi para tamu

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang – Tempat padepokan ketua umum Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) dan juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren AL – Bantani Drs. KH. TB. Sangadiah MA, yang berada di Kecamatan Karang Tanjung Kabupaten Pandeglang Banten, setiap hari hampir tidak pernah sepi, selalu kehadiran tamu dari seluruh Nusantara, Sabtu (4/9/2021).

Apa alasanya padepokan tersebut sering di kunjungi para tamu yang ingin silaturahmi dengan Abah Sepuh, selain keseharianya sangat sederhana, juga ketika menerima tamu tidak pernah pandang bulu atau pilih kasih suku dan agama baginya, semua tetap dilayani dengan baik dan ramah.

Selain itu Abah sepuh tidak pernah bosan terhadap siapapun yang datang, yang ingin menanyakan tentang marwah perdaban sejrah nenek moyang para leluhur atau yang ngaji diri, selalu diberi keterangan sejarah dan budaya di jelaskan dengan gamblang, mulai dari awal samapai akhir.

Abah Sepuh Sangadiah selain tempat orang menanyakan tentang sejarah dan peradaban juga tempat mengaji diri kalangan mulai dari orang – orang biasa samapai ke orang yang berilmu.

KH. TB. Sangadiah sapaan akrabnya Abah Sepuh mengatakan, PJBN itu watoniah bukan ormas melainkan sebagai Wadah Syiar, juga non partai politik tapi mendukung pemerintah dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Abah Sepuh berpesan,” Kita tidak boleh sombong dan takabur, sok pinter, kita itu harus Hablum Minanas Hablum minaAllah, sehinga kita harus melayani sesama umat, makanya kita harus ngaji diri biar tau, karena kita hidup ini hanya sementara adalah bangkai hidup, maka dari itu Abah sebisa – bisa merawat Marwah dan martabat budaya nenek moyang leluhur kata,” tandasnya.

Lanjut Abah Sepuh,” Kata pemerintah bangsa yang besar itu bangsa yang menghargai budaya nenek moyang, lembur kampung desa kabupaten provinsi dan NKRI harus baldotun toibatun warobun gofur.

Toibah kita harus sungguh – sungguh menjaga budaya, karena kemerdekaan itu di rebut dengan tumpah darah para leluhur nenek moyang kita, sekarang ini kita sudah merdeka tinggal enaknya saja” pungkas Drs. KH. TB. Sangadiah MA. (Muklis)

 

Pewarta : Muklis

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *