Polres Belitung Gelar Press Release Tindak Pidana Pemalsuan Dokumen PCR

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Belitung – Kepolisian Resort Kabupaten Belitung menggelar press release berkaitan dengan tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen hasil tes PCR (Polymerase Chain Reaction) terhadap 11 orang calon penumpang pesawat udara. Selasa (07/09/2021)

Press Release ini menindaklanjuti proses lanjutan terkait 11 calon penumpang tersebut yang berhasil diamankan di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin, Senin (06/09/2021) kemarin.

Sebelumnya, sebelas calon penumpang tersebut, berhasil diamankan di Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin, pada, Senin (06/09/2021) kemarin.

Pihak Polres Belitung mengatakan, setelah melakukan penyidikan, telah menetapkan satu orang tersangka yakni NR (29 th) , warga Kota Bandung Provinsi Jawa Barat yang menjadi dalang pembuatan surat hasil PCR palsu tersebut.

Kasubsi Penmas Si Humas Polres Belitung, Ipda Belly Pinem seizin Kapolres Belitung, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, S.H, S.I.K, M.H mengatakan tindak pemalsuan dokumen ini berawal saat petugas KKP Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin melakukan pemeriksaan dokumen PCR kepada 11 calon penumpang pesawat. Namun saat diverifikasi ditemukan dugaan bahwa hasil PCr tersebut palsu. Menindaklanjuti hal itu, pihak KKP langsung melakukan kroscek dan menanyakan kepada perwakilan RS Utama Tanjungpandan (sebagaimana tertera dalam dokumen PCR tersebut) apakah benar telah mengeluarkan surat PCR

“ Kemudian oleh Yeni pihak perwakilan dari RS Utama setelah mendapatkan kabar dari pihak KKP apa benar tidaknya telah mengeluarkan hasil PCR kepada sebelas calon penumpang pesawat Citilink melakukan pengecekan dan kemudian ditemukan kejanggalan dari data hasil format PCR,” ujar Ipda Belly Pinem.

Setelah dilakukan interogasi, diketahui motif tersangka melakukan tindak pidana ini dikarenakan harga tes PCR yang mahal dan tidak memiliki cukup uang untuk membayar, sehingga terpikirkan oleh tersangka untui membuat dokumen surat PCR palsu.

Lebih lanjut, Ipda Belly Pinem menjelaskan, tersangka membuat surat tersebut pada hari Jum’at (03/09/2021) dengan mencari referensi foto di internet hasil PCR yang dikeluarkan dari RS Utama Tanjungpandan.

“Setelah surat itu dibuat tersangka, dirinya langsung memberikan cap RS Utama Tanjungpandan di seluruh hasil ke 11 PCR, dimana sebuah logo cap RS Utama Tanjungpandan sebelumnya telah dipesan,” kata Ipda Belly Pinem

Terakhir, Ipda Belly Pinem mengatakan tersangka sudah dilakukan penahanan di Mapolres Belitung dan akan dikenakan pasal 263 KUHPidana, terkait tindak pemalsuan surat/dokumen dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.

 

Pewarta : Syahril

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *