Beredar SK Honor Palsu, satu oknum ASN Disporapar diamankan Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Satu oknum ASN kembali di amankan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro. Pelaku berinisial RS (42) adalah oknum ASN Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Metro. Penangkapan pelaku RS berdasarkan dugaan sindikat pemalsuan (SK) honor palsu / Petikan Keputusan Walikota.

Dalam penyampaian, Kapolres Metro AKBP Yuni Iswandari Yuyun, melalui Kasat Reskrim AKP Andri Gustami menerangkan, bahwa seorang ASN Disporapar yang diamankan tersebut merupakan warga Jalan Loba-lobi RT 28 RW 10, kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat.

” Kalau yang gratifikasi itu masih proses lidik atas pengembangan perkara yang 263 kemarin soal SK bodong itu. Kita menerbitkan LP tentang gratifikasi Undang-undang Tipikor. Ini calon tersangkanya adalah RS,” kata Andri Gustami saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Sabtu (11/09).

Kasat menjelaskan, jika RS berperan sebagai broker mencari korban yang mau membayar SK abal-abal dan ada sebanyak 24 orang yang sudah menyetorkan uang.

” Hasil tipu-tipu SK Honor Palsu itu, RS memperoleh fee dari DS senilai Rp192.500.000. Kalau yang RS ini merekrut 24 orang dan dapat fee dari DS sebanyak hampir Rp. 200 Juta. Kalau total korbannya ada 29 korban, dan semuanya belum ada yang bekerja. Persoalannya adalah gratifikasinya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, AKP Andri Gustami menceritakan, kronologi awal terbongkarnya praktik SK palsu tersebut.

” Setelah salah seorang korban mendatangi salah satu Dinas untuk mengkonfirmasi waktu masuk kerja. Kepala Dinas bingung, karena tidak ada pengajuan. Maka pihak OPD langsung mengkroscek ke BKPSDM,” jelasnya.

Dalam perjalanannya, sindikat pemalsu SK Honor ini dibilang tergolong nekat dengan membawa nama Qomaru Zaman adalah sebagai Wakil Walikota Metro.

” Pelaku DS mengaku masih keponakan, keluarga dekatnya Wakil Walikota itulah. Iya itulah, sampai PNS nya saja ketipu. Dan peran RS ini merekrut para korban ,” jawabnya.

Pada saat dilakukan penangkapan di kediaman RS. Hingga kini, Satreskrim Polres Metro telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan korban. Pemeriksaan akan terus dilanjutkan hingga muncul nama-nama baru yang diduga turut terlibat. Sebagai saksi-saksinya belum semua kami periksa, dari total 38 orang saksi.

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *