Ajukan penangguhan penahanan, Puluhan Anggota Kaum geruduk Polsek Percut Seituan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut –¬†Puluhan Advokat yang tergabung di Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), menyeruduk Polsek Percut Seituan, ingin melakukan penangguhan kasus penganiayaan yang dilakukan Deasy Natalia Sinulingga (32) karena memiliki tiga anak yang masih balita dan menyusui. Senin (13/9).

Kaum bersama Noviritani Lumban Tobing (56), ibu kandung Deasy dan ketiga anaknya masih balita mendatangi Polsek Percut Seituan dengan maksud dan tujuan untuk menyerahkan bayi berusia 2 bulan kepada ibunya yang berada dipenjara. Karena selama beberapa hari tidak mendapatkan asi sehingga tubuhnya lemas dan mulai membiru.

Sebelumnya, Minggu (12/9) Noviritani mengendong cucunya datang ke Polsek Percut Seituan meminta tolong agar bayinya dapat disusui ibunya dipenjara. Namun, dirinya disuruh pulang dianggap gila oleh petugas kepolisian.

“Saya semalam sudah kesini, karena cucu saya ini badannya udah lemas sampai muntah-muntah, akibat tidak dapat asi ibunya, tapi disuruh pulang dibilang gila, kalau saya gila mana mungkin bisa sampai kesini,” ungkapnya sambil meneteskan air mata.

Sementara itu selaku kuasa hukum, Kaum melalui Ketua Kaum, Mahmud Irsyad Lubis, SH mengatakan kepada wartawan saat berada di Polsek Percut Seituan, kedatangan Kaum untuk menyerahkan anak bayinya kepada Deasy yang masih menyusui berusia 2 bulan.

“Deasy ini ditangkap atas laporan penganiayaan, kita juga akan melakukan praperadilan ke Kapolsek Percut Seituan, melihat Deasy memiliki 3 anak masih balita dan salah satunya bayi berumur 2 bulan dan ibunya sendiri sudah tua baru keluar dari rumah sakit, kami meminta HAM kepada Kapolsek Percut Seituan. Kalau tidak diberikan asi anak ini bakalan kenapa-kenapa kedepannya, ” ucap Mahmud Irsyad Lubis, SH didampingi puluhan anggota Kaum

Setelah sempat berargumen dan memanas, Kapolsek Percut Seituan, AKP Janpiter Napitupulu akhirnya menyetujui agar dilakukan penangguhan kepada Deasy dengan jaminan ibu kandungnya.

“Alhamdulillah, sekarang ini sesuai harapan kita, Polisi membuka mata, biar tidak terjadi pelanggaran HAM di kantor Polisi, karena anak-anak ini sangat butuh peran ibunya,” tandas Mahmud Irsyad Lubis.

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *