Proyek Rehab SMPN Cikedal 1 dan 2 Diduga Abaikan RAB, Aktivis Desak Penegak Hukum Turun Tangan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Cikedal 1 dan 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Specifikasi Kontruksi, seakan mengabaikan mutu dan kualitas pekerjaan.

Dari pantauan awak media Perkumpulan Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Banten, baru – baru ini, proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut dalam pelaksanaan pekerjaannya terkesan asal jadi, terlebih di lokasi kegiatan SMPN Cikedal 2, papan informasi (Plang Proyek) dalam posisi tersembunyi, jauh dari transparansi publik.

Awak media melakukan investigasi lapangan berawal dari laporan warga yang menyebut proyek rehab sekolah itu terindikasi adanya pengurangan bahan matrial baja ringan yang tidak diganti dengan baja ringan yang baru.

,”Lihat saja itu pak baja ringan yang sudah berkarat tapi tidak diganti dengan yang baru sama pelaksana,” ujar warga setempat kepada Mitrapol.com sembari menunjuk kearah bagian atap plafon Ruang Kegiatan Belajar (RKB).

Tidak hanya itu, terpantau pada titik sambungan reng baja pun menggunakan baja bekas. Pasangan plesteran dinding yang terkelupas tidak juga diperbaiki, kondisi lantai pasangan keramik yang terlihat pecah tak pula diperbaiki.

Belum lagi kusen jendela di SMPN Cikedal 1, terlihat masih bekas yang terpasang bukan matrial baru.

Proyek SMPN Cikedal 2 yang mulai dilaksanakan sesuai informasi di papan proyek tercatat pada tanggal, 2 juni 2021 dengan menelan anggaran begitu fantastis hampir 1 Miliar tepatnya Rp. 944.444.000. (Sembilan Ratus Empat puluh empat juta empat ratus empat puluh empat Ribu Rupiah), dilaksanakan CV. Adiyana Jaya, No Kontrak: 425/100/SPK/PPK/SMP/DIKBUD/2021.

Sementara untuk pekerjaan SMPN Cikedal 1 sesuai papan proyek senilai Rp. 721.890.000 dilaksanakan CV Al Bahar dengan Nomor Kontrak 425/85/SPK/PPK.SMP/Dikbud/2021.

Menanggapi hal tersebut aktivis Peleton Pemuda Cikedal, Doris menyayangkan, pihak rekanan yang mendapatkan tender untuk proyek rehab sekolah SMPN Cikedal 1 dan 2 dinilai tidak profesional, dan terkesan memiliki motif cari keuntungan semata tanpa menghiraukan hasil pekerjaan yang berkualitas.

“Kami meminta baik pihak inspektorat Pandeglang maupun Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan Sidak ke lokasi kegiatan. Karena hal itu tidak boleh dibiarkan mengingat, pekerjaan tersebut adalah pembangunan gedung sekolah dan menggunakan uang negara, yang harus dipertanggung jawabkan,” tegas Doris.

Hingga berita ini diturunkan pihak pelaksana kedua proyek sekolah itu belum dapat terkonfirmasi.

 

Pewarta : Hr/ Team

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *