Kejari Ketapang masih dalami laporan Masyarakat terkait kasus di Desa Suak Burung Ketapang

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Ketapang Kalbar – Kejaksaan Negeri Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat masih mendalami kasus Kepala Desa (Kades) Suak Burung Kecamatan Manis Mata yang dilaporkan warga ke Kajari (Kantor Kejaksaan Negeri) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat atas dugaan tindak pidana korupsi.

Laporan itupun dibenarkan oleh pihak Kejaksaan dan diterangkan, Kejaksaan Ketapang telah menangani kasus tersebut. Selain laporan terkait kasus peluasan jaringan lisdes PLN, ada juga dugaan kegiatan fiktip dan markup.

“Memang benar ada laporan warga terhadap aparat Desa Suak Burung. Sekarang sudah ditangani Bidang Pidsus (Pidana Khusus) dan kita telah memanggil beberapa pihak,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang melalui Kasi Intel Fajar Yuliyanto Kepada awak media, Kamis (16/9/21).

Laporan warga ini diterima oleh Kejaksaan Ketapang sekitar sebulan lalu. Menyikapi laporan dijelaskan, dalam sepekan terakhir pihak jaksa telah memanggil beberapa aparat desa untuk dimintai keterangan.

“Bahkan sebelum itu kita juga telah mengunjungi Desa Suak Burung untuk mengumpulkan keterangan guna menyesuaikan data yang diterima dari pihak pelapor,” terang Fajar.

Meski demikian dikatakan dia, hingga saat ini Kejaksaan masih belum menetapkan tersangka. “Masih tahap penyelidikan belum kepenyidikan,” ujarnya.

“Jika pendalaman kasus nantinya ditemukan kerugian negara, maka akan kita naikan kepenyidikan dan tentunya kasus ini ditangani Bidang Pidsus. Namun jika ditemukan penggelapan biasa (bukan uang Negara), sesuai aturan maka berkas yang ada (kasusnya) akan diserahkan kepolisian”

“Dan kita belum ada rencana memanggil pihak swasta (pihak ketiga). Kita lihat dulu, bagaimana hasil penyelidikan nanti,” terangnya.

Yang jelas dikatakan Fajar, kejaksaan masih mendalami kasus tersebut. Untuk naik dari penyelidikan ke tahap penyidikan, pihak penyidik masih perlu menggali atau mengungkap apakah pertanggung jawaban itu dari ADD atau DD yang dananya dari masayarakat, atau apakah dana tersebut bersumber dari bantuan pihak lain.

“Semuanya masih didalami, dan saya tidak bisa menerangkan secara rinci karena itu wewenang penyidik dan kepentingan penyelidikan. Namun kasus ini telah ditangani Pidsus atau sudah di ranah pidana khusus,” papar Fajar.

Sementara Kepala Desa Suak Burung, Bidardi ketika dikonfirmasi lewat telepon seluler pada Kamis sore (16 September 2021) menjelaskan dan membenarkan adanya laporan warga terhadap dirinya. Namun diakui bahwa dia belum mengetahui secara rinci apa saja yang dituduhkan karena hingga saat ini dia belum dipanggil Kejaksaan.

Meskipun demikian dikatakan Bidardi kabar aduan tersebut sudah terdengar. Bahkan kasus yang dilaporkan menurutnya adalah terkait dugaan korupsi DD dan ADD tahun 2017, 2018 dan 2019.

“Sebagai warga negara yang baik, saya akan mengikuti proses hukum yang ada dan akan bersikap korporatif,” ujar Kades dua periode ini yang mengakui kondisinya kurang sehat.

 

 

Pewarta : Roy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *