Sistem Online BPUM Masih Dikeluhkan Penerima Manfaat

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Pandeglang Banten – Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang dikucurkan Pemerintah guna membantu dan meringankan beban hidup masyarakat terlebih di masa pandemi covid 19, ternyata menyisakan keluhan di kalangan masyarakat khususnya penerima manfaat.

Pasalnya, bantuan sebesar Rp.1.200.000 bagi setiap penerima manfaat ini dalam penyaluran oleh perbankkan yang ditunjuk yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) harus melalui sistem online.

Tujuan pemerintah melalui sistem online pada program BPUM agar tidak terjadi penyelewengan anggaran dan diharapkan tepat sasaran diterima penerima manfaat, ternyata tidak sepenuhnya berjalan optimal.

Hal itu dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat yang masih minim dalam penggunaan teknologi seperti gadget ataupun Handphone (HP). Sehingga tidak sedikit masyarakat yang mengeluh terutama saat mereka melakukan reservasi menentukan unit bank yang mereka harapkan sebagai penyalur pencairan bantuan.

Semisal yang dikatakan beberapa warga penerima manfaat di wilayah Kabupaten Pandeglang yang sempat dijumpai awak media mengaku merasa putus asa lantaran bantuan yang mereka dapatkan sudah satu bulan lamanya belum dapat dicairkan.

“Kami menerima bantuan BPUM ini tapi kami kesulitan dari mulai daftar hingga pencairan ke bank BRI karena sistem Online, yang jelas kami gaptek alias gagap tekhnologi,” tutur beberapa warga yang mengaku sebagai penerima manfaat kepada awak media baru – baru ini.

Hal senada juga disampaikan seorang penerima manfaat BPUM, Suwata warga asal Desa Pasirgadung Kecamatan Patia, kepada awak media, Sabtu (7/9/2021) mengatakan, kalau dirinya mengetahui dapat bantuan BPUM dari tetangganya, lantaran dirinya tak memiliki Handphon dan tak mengerti soal teknologi internet.

Bahkan kata Suwata, setelah tahu sebagai penerima manfaat, dirinya mencoba mendaftar secara online dengan meminta bantuan tetangganya, namun sudah berkali – kali daftar, tetap saja kesulitan untuk dapat masuk unit bank selaku penyalur.

“Saya sudah berkali kali mendaftar secara Online lewat tetangga yang punya HP Android, tapi gak pernah masuk masuk. Bahkan saya mencoba datang langsung ke salah satu Bank meminta bantuan agar bisa di cairkan, tapi tetap saja gak bisa, malah pihak bank menganjurkan untuk kembali menggunakan sistem Online,” ujar Suwata,

Ia pun mengatakan, bantuan BPUM atau UMKM dari Pemerintah tersebut dinilainya bukan membantu, akan tetapi membuat masyarakat lebih kebingungan dan bikin kesal.

“Bantuan ini bikin pusing penerima manpaat pak, awalnya bahagia mendapatkan bantuan untuk tambahan modal dagangan, tapi setelah diurus dan mau mencairkannya kami dibuat susah karena pake cara online,” imbuhnya

Bantuan ini tambah Suwata, seolah program pemerintah pemberi harapan semata. Kenapa begitu kata dia, karena masyarakat senang dapat bantuan tapi masyarakat kembali kecut saat hendak mencairkannya.

“Kami masyarakat kecil yang gak punya HP Android, dan kami juga gak faham soal internet. Jadi kami berharap Pemerintah bila memberikan bantuan kiranya dibuat sistem yang mudah dan bisa dimengerti masyarakat. Kami tau keinginan pemerintah agar BPUM berjalan sesuai harapan. Tapi gimana juga kalau masyarakatnya banyak yang tidak faham soal teknologi,” pungkasnya seraya meminta semoga ada cara lain yang efektif dari pemerintah untuk memudahkan masyarakat menerima haknya.

 

Pewarta : Hr/ Team

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *