Menolak Ketidakadilan Pembatasan Ganjil-Genap, Puluhan Massa HMI UBK dan Kader GMKI UBK diserang OTK Hingga diacungkan Pistol Oknum Polisi

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Bogor – Beberapa orang yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok Himpunan Mahasiswa Islam dari Komisariat Fisip UBK Cabang Jakarta Pusat-Utara melakukan aksi penertiban di lampu merah Jl. Raya Puncak – Ciawi, Bogor, Jawa Barat terhadap pengguna kendaraan bernopol ganjil. Sebagaimana diketahui pemerintah daerah bogor menerapkan ganjil-genap (read-penyekatan) guna mengatur lalu lintas di wilayah bogor tersebut

Insiden aksi ini berawal saat kelompok dari HMI Komisariat Fisip UBK tersebut melintasi kawasan Jl. Raya Puncak yang di berhentikan oleh aparat kepolisian akibat menggunakan nopol ganjil dan diarahkan untuk memutar balik atau jika tetap melanjutkan akan di lakukan bukti pelanggaran (read-tilang)

“Kami paham regulasi dalam penertiban ganjil-genap ini, tapi kenapa kami di tahan, tidak diperbolehkan untuk naik (read-melewati) sedangkan kami baru saja selesai dari rumah sakit ciawi, mengantar 2 mahasiswa yang baru saja terkena serangan jantung. Ini keadaan mendesak” Protes Ilham Pangumboro (25) salah satu peserta aksi yang mengenakan gordon HMI tersebut pada, Sabtu malam (18/09/2021)

Sedangkan menurut pengakuan Ilham dan rekan-rekan HMI yang lain, menyatakan bahwa dalam proses penertiban ganjil-genap tersebut dianggap tidak adil karena masih banyak yang di izinkan melaju di area pembatasan ganjil-genap, padahal terbukti menggunakan kendaraan ber nopol ganjil

“Indonesia ini menganut azas equality before the law, kita semua dalam hukum kedudukannya sama. Jadi jangan karena atasan abang-abang kepolisian, atau golongan elitis di izinkan tetap melewati penertiban ini, kami bawa nyawa orang ditahan. Ini tidak adil” sesal nya di kawasan Lampu Merah Jl. Ciawi – Puncak, Bogor, Jabar

Beberapa saat setelah aksi berlangsung, massa dari HMI akhirnya turut serta dalam melakukan penertiban ganjil-genap sebagai bentuk protes. Mereka memberhentikan kendaraan-kendaraan yang tetap memaksakan untuk melewati kawasan tersebut, namun menurut aparat kepolisian yang dibantu oleh Satpol PP, Dishub dan beberapa Anggota TNI. Masa HMI dianggap mengganggu lalu lintas dan membuat kemacetan sehingga terjadi perdebatan diantara kedua belah pihak antara Masa HMI dengan aparat Kepolisian

Tidak berselang lama, puluhan orang tak di kenal tiba-tiba berkumpul diarea tersebut dan melakukan penyerangan kepada massa HMI. Mereka memukul dan mengejar para peserta aksi bahkan memukul kepala salah satu mahasiswi, mereka memprovokasi dengan tindakan-tindakan anarkis

Saat massa aksi dikejar oleh orang tak dikenal, salah satu kader HMI Fisip UBK juga mengalami pengancaman oleh oknum kepolisian. Husein Rumkel diacungkan Pistol, padahal hal tersebut dilarang oleh undang-undang bahwa kepolisian tidak boleh mengancam dengan Pistol kepada masyarakat sipil jika tidak melakukan tindakan yang anarkis dan membahayakan bagi polisi tersebut

Dalam kejadian ini, aparat kepolisian membiarkan aksi penyerangan terhadap puluhan massa dari HMI Fisip Ubk Cabang Jakarta Pusat-Urata dan 1 kader GMKI Jakarta.

“Kami menuntut Kapolres dan Kasatlantas Bogor di copot dari jabatannya, karena terbukti membiarkan kami diserang puluhan preman yang mengatasnamakan diri sebagai warga setempat. Aparat kepolisian yang bertugas mengayomi masyarakat justru melanggar aturannya sendiri. Mereka mengizinkan plat (read-nopol) ganjil tetap naik (read-melewati) dengan dalih itu pimpinan atau orang-orang tertentu. Tetapi kami bawa 2 orang habis serangan jantung, tidak dizinkan” seru Solinfiktus Ade Putra (25) salah satu Kader GMKI yang juga dari UBK

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *