Prestasi gemilang, dalam Enam Bulan Disdukcapil Nunukan berhasil capai target

  • Whatsapp
Sekertaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Mesak Adianto. S.Sos.,M.Si.

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Sesuai data yang ada pada Kantor Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Nunukan jumlah Penduduk Kabupaten Nunukan Tahun 2021 yang sudah terdata mencapai 192.000 Jiwa.

Untuk jumlah total perekaman dan percetakan hingga akhir tahun semester 2021, pencetakan KTP Elektronik dari Target 100 Realisasi 101.4 Wajib el.126 .811 100 & dan Jumlah Cetal KTP.E el ‘ 126.811 (100)

Sekertaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, Mesak Adianto kepada wartawan Mitrapol Yusuf Palimbongan mengatakan bahwa Disdukcapil Nunukan sesuai target pemerintah telah berhasil mencapai target dalam penyelesaian perekaman Wajib KTP Elektronik.

Sementara pencapaian cakupan kepemilikan akte kelahiran usia 0-18, target kita 57-620 sekarang sudah mencapai 59.380 total cakupan kepemilikan akta kelahiran hingga semester satu tahun 2021.

Untuk penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) target kita 30 dan saat ini sudah terealisasi 30.58 sudah jumlah Penerbita KIA 19-501, Pencapaian cakupan kepemilikan atas kelahiran Uaia- 0-18 Tahun target disdukcapil 95.

Mesak Adianto menyampaikan, kesuksesan pencapaian target ini tak terlepas dari peran penting para Ketua RT, Kepala Desa, kelurahan, Kecamatan dan beberapa intansi lainnya, pencapaian dan kesuksesan target dalam 6 bulan ini tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Menurut Mesak, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Besar Warga Toraja (IKAT) di Kabupaten Nunukan, bahwa sesuai dengan amanat Undang-Undang tentang Disdukcapil, tugas kami adalah untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan di dalam administrasi kepegawaian dan administrasi kependudukan itu ada banyak produk.

Lanjut Mesak, ada 19 bentuk layanan, tetapi yang rutin kami laksanakan itu adalah pelayanan dalam bentuk penerbitan dokumen kependudukan pencatatan dan juga fungsi mengaktifkan misalnya ada dokumen-dokumen yang tidak aktif dan sebagainya.

Selain itu juga kami punya kewajiban untuk mendata kependudukan dari proses pertambahan, perpindahan, penduduk yang meninggal, itu adalah bagian dari pada tugas dan fungsi kami, Ujar Mesak Mantan Kabid Sapras Disdikbud Kabupaten Nunukan, Jumat (17/9/21).

Terkait dengan target-target dari pelayanan kami itu itu juga mengacu kepada target nasional jadi sampai dengan semester pertama di akhir Juni 2021 ini target kami itu sudah berada pada posisi yang mengarah kepada target nasional.

Jadi memang ada yang targetnya 90% keatas seperti misalnya Kartu Tanda Penduduk(KTP) Elektronic itu kita sudah laksanakan bahkan untuk meningkatkan atau mencapai target kita sudah berapa kali masuk ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau misalnya wilayah 3 Lumbis bahkan sampai diujung perbatasan negara yakni kematan krayan dan bahkan ke sebatik juga untuk istilahnya “jemput bola”, ujar Mesak.

Jadi jemput bola ini adalah program kami yang ingin memudahkan pelayanan kependudukan bagi masyarakat karena masih banyak warga yang tidak bisa langsung ke kota Nunukan di kantor Dinas kependudukan dan catatan sipil untuk perekaman KTP karena kalau perekaman KTP itu hanya bisa dilaksanakan di kantor dukcapil, tetapi kalau perekamannya ada sudah tersedia diberapa titik seperti di Sebatik Induk dan di Krayan, kemudian di wilayah 3 itu di Sebuku, Sembakung dan juga di lumbis.

Karena kita ada 21 kecamatan sekarang jadi tidak semua kecamatan bisa melakukan pelayanan langsung itu artinya kita wajib melakukan “jemput bola” mendatangi titik-titik tertentu supaya masyarakat akan lebih mudah dari segi dana Transportasi dan waktu untuk mendapatkan hal tersebut .

Karena memang target kita terutama bagi masyarakat pemula yang tentunya perlu untuk kelanjutan pendidikan atau untuk mencari kerja dan sebagainya.

Disamping itu juga akte kelahiran ini kan juga penting karena dokumen ini dipakai untuk anak-anak terutama yang mau sekolah termasuk juga mau cari kerja sehingga kami juga melakukan “jemput bola” selain itu juga kami lakukan juga terkait dengan penerbitan akta perkawinan, yang kemudian bekerja sama dengan Kemenag dan juga pengadilan agama. Untuk yang muslim kita juga melakukan kolaborasi atau kerjasama secara terpadu jadi disatukan jadwal nanti ada isbat yang dilakukan bagi saudara-saudara kita yang muslim setelah selesai sidang isbat tersebut kita langsung dapat dengan mudah mengubah identitasnya, terbitkan KK, KTP dan akta nikahnya.

Jadi di satu pelayanan tadi beberapa dokumen bisa diberikan kepada masyarakat, jadi hal ini yang kita buat sebagai inovasi kita ke depan untuk memudahkan masyarakat jadi kita itu ingin pola-pola pelayanan kita bekerjasama dan kolaborasi dengan beberapa instansi terkait yang memudahkan masyarakat.

kita bikin satu titik pelayanan, tetapi di situ bisa punya produk yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, jadi tidak saja produk dari dukcapil tetapi produk dari misalnya kementerian agama, atau dari pengadilan agama, juga dinas pendidikan dinas sosial, kesehatan, jadi ada fungsi-fungsi yang kami memang akan dipadukan dan kedepan sehingga bisa lebih memudahkan para masyarakat yang ingin mengurus surat kependudukan atau hal lainnya.

Terkait kendala Disdukcapil dalam pelayanan Kartu Tanda Pendudu (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akte dan lainya, Mesak Adianto mengatakan bahwa kita tidak bisa berjalan dengan mulus dengan program-program dan inovasi-inovasi yang kami telah buat tanpa dukungan dari beberapa faktor, pertama dan paling penting adalah kesadaran dari masyarakat untuk memiliki administrasi kependudukan inilah yang menjadi kendala kami.

Biar bagaimanapun peralatan kita secanggih apapun jika tidak didasari dari kesadaran dari para masyarakat, jika masyarakat tersebut tidak mempunyai keinginan atau kesadaran untuk mempunyai administrasi kependudukan tersebut maka itu pun tidak akan terlaksana .

Faktor lainya yaitu faktor alat selain Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu untuk mengoperasikan alat yang canggih, Selain itu kita juga butuh alat yang canggih tersebut.

Sebab Alat yang dimiliki Disdukcapil Nunukan sudah dari tahun 2011 itupun bantuan dari Kementerian, semoga kedepan Disdukcapil memiliki alat yang lebih canggih seperti di Kota-kota besar di Jakarta, Surabaya dan Makassar dimana alat mereka sudah canggi, pungkas Mesak.

 

 

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *