Heboh, Oknum Guru SDN 1 Batu Itam diduga menghina profesi wartawan online

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Aceh Selatan – Oknum Guru SD Negeri 1 Batu Itam diduga telah melakukan penghinaan terhadap Profesi Wartawan Media Online dan seret nama LSM LIBAS

Kejadian berawal dari pemberitaan atas dugaan arogansi Kepala Sekolah SD Negeri 1 Batu Itam terkait pemberhentian salah seorang Guru dari jabatan operator di sekolah tersebut yang mencuat ke publik.

Sebelumnya media ini telah menayangkan hasil investigasi dari Pemerhati Kebijakan Aceh Selatan (PEKA) Teuku Sukandi dalam berita berjudul kbbaceh.news/t-sukandi-dari-hasil-investigasi-semakin-terkuak-arogansi-dan-otoriter-oknum-kepala-sd-1-batu-itam/

Berita ini ternyata ditanggapi oleh salah seorang guru berinisial R alias NN, R awalnya menjumpai Teuku Sukandi untuk mengklarifikasi berita tersebut, dalam percakapannya dengan Teuku Sukandi R mengatakan, bahwa dirinya datang datang atas perintah Kadis dan Kepala SD Negeri 1 Batu Itam.

“Menurut R, bahwa berita itu tidak benar dan tindakan Kepala Sekolah serta Kadis dalam melakukan mutasi atas kesepakan Kepala Sekolah Bersama Kadis,” ucap Sukandi kepada Mitrapol.com Senin (20/09/2021).

Mendengar hal itu, Teuku Sukandi mengarahkan jika Kadis Pendidikan mau melakukan klarifikasi atau hak jawab hubungi saja para wartawan yang menaikkan berita itu, lalu R pun berpamitan untuk pulang.

Sukandi melanjutkan, dirinya juga telah menerima informasi, bahwa ternyata R mendatangi beberapa Guru SD Negeri I Batu Itam termasuk para honorer sekolah tersebut dan menceritakan perihal pertemuannya dengan seorang wartawan media online.

Dia menuduhkan berita tersebut ditulis oleh koordinator LSM LIBAS, Mayfendri, karena Guru tadi tidak kenal, R juga mengeluarkan istilah WTS atau wartawan tanpa surat kabar kepada yang bersangkutan, tak hanya kepada sejumlah guru R menceritakan bagaimana dia menemui salah seorang wartawan terkait berita tersebut, bahkan ada ucapan yang tidak pantas yang mendiskreditkan profesi wartawan

Tak berhenti disitu, dalam ceritanya kepada para Guru bahwa, wartawan tersebut sempat kaget ketika dia hendak menelpon Sekda, dengan bangganya R mengatakan hanya nomor tuhan saja yang dia tak punya.

“Adapun Wartawan itu kaget dan kagum ketika saya bilang mau menelpon Sekda, lalu saya jawab nomor siapa saja ada, mau nomor Sekda, Kapolres, Dandim ada sama saya, hanya nomor tuhan saja yang saya tak punya,” ucap Sukandi menirukan penyampaian R kepada sejumlah guru.

Oleh sebab itu, Sukandi mengatakan, bila Kadis pendidikan masih diam saja tidak mengambil tindakan tegas kepada kepala sekolah yang diktator itu serta R maka benarlah kabar yang beredar bahwa Kadis Pendidikan, Kepala sekolah dan R telah bersekongkol atas sesuatu.

“Karena sesuatu dalam urusan mutasi pemecatan operator sekolah SDN I Batu Itam tersebut karena Kadis, kepala sekolah beserta R adalah kawan satu leting sekolahnya,” pungkas Sukandi.

Sementara itu menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Aceh Selatan (PWI), Zulmas mengatakan, sebutan WTS terhadap wartawan itu adalah sebuah penghinaan.” Karena saat ini, wartawan bukan saja menulis di media cetak, tetapi juga ada di media online.

“Semestinya, oknum guru yang dimaksud mengerti tentang Teknologi digital saat ini, termasuk perkembangan media online yang telah terdaftar,” ucapnya.

Pewarta : Rian

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *