Telan anggaran 3.4 Miliar, Lokasi Pembangunan PDU Sampah 10 Ton Kota Metro dekat dengan kawasan pendidikan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Pembangunan PDU (Pusat Daur Ulang) Sampah 10 ton yang berada di Kelurahan Rejo Mulyo Metro Selatan Kota Metro, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai persoalan baru. Pasalnya melihat posisi dan lokasi bangunan tersebut, telah berdiri diatas tanah tidak rata/ tebing serta berdekatan dengan lokasi atau kawasan pendidikan yakni SMA N 6 Metro.

Walaupun tidak berada dekat dalam kawasan pemukiman warga. Namun, dampak persoalan akan timbul dikemudian hari adalah,resiko ancaman tanah longsor serta bau tidak sedap dari tumpukan banyaknya sampah. Sehingga dapat mengganggu para siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

Melihat papan informasi tentang besarnya nilai anggaran dalam Proyek Pembangunan PDU ( Pusat Daur Ulang ) Sampah 10 ton tersebut, berjumlah Rp.3.495.936.000 dan sebagai pelaksana adalah PT.Vanesa Citra Nusantara, waktu 155 hari Kalender dan pendanaan bersumber dari APBN 2021.

Saat dilokasi, Wike Sundari selaku Consultan Pengawas Pembangunan PDU Sampah mengatakan, tentang fungsi bangunan tersebut.

“Pembangunan Pusat Daur Ulang sampah Kota Metro yang dimulai bulan Juni kemarin, dan insya Allah minggu ini selesai. Luas bangunan 17 x 35 meter. Nantinya pemilahan, untuk diproses organik dan plastik,” ujar Wike, saat diwawancarai tim media, Senin ( 20/09) siang.

Ditambahkan Wike, terkait nama perusahaan yang mengerjakan proyek PDU Sampah, serta pengawas dari pihak dinas instansi terkait.

“PTVanesa di Jakarta, yang saya tau disini direktur pelaksananya pak Tio dari Jakarta, tapi beliau enggak disini. Mungkin lagi keluar, saya juga ikutan ngawas disini. Karena ini hibah,saya mengawasi sampai selesai. Nantinya pemda sini yang melanjutkannya. Proyek ini dari pusat dan saya juga dikirim dari pusat. Kalau pengawas Dinas LH Metro, pak Aripanda dan pak Yeri,” tambahnya.

Sementara itu, Yery Noer Kartiko sebagai pejabat Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Metro, menjelaskan tentang kronologis pembangunan PDU Sampah Kota Metro.

” Proyek itu dari Kementerian LH dan Kehutanan, kita hanya siapkan tempat dan lokasi dalam menindaklanjuti permintaan komisi IV DPR RI ,” jelas Yeri via sambungan telpon kepada Mitrapol.com.

Ia juga menuturkan, bahwa project tersebut akan rampung dalam waktu dekat serta fungsi dari kewenangan Dinas LH Metro.

” Kalau tidak salah, kontrak kerja antara kemeterian itu bulan Oktober atau November. Koordinasi kami hanya mengusulkan tempat – tempat mana saja yang memenuhi persyaratan. Jadi tempat pun mereka ( kementerian LHK.red) yang menentukan. Tugas fungsi saya kesana karena kementerian pusat minta foto dari versi LH, sebagai bahan pembanding dengan pemborongnya ,” tutur Yeri.

Lebih lanjut, Yeri mengungkapkan akan fungsi PDU Sampah 10 Ton Kota Metro. Selain itu, mengenai timbulnya bau dan tanah longsor, ia menjamin tidak akan menimbulkan persolan bau.

“Semua sampah 10 ton perhari, enggak dibuang ke TPA dulu, dimasukin kesitu dan yang bisa diolah dulu jadi uang. Residunya yang tidak bisa lagi, baru dibuang ke TPA. Misalnya sampah plastik yang masih ada nilai uang yang masih, dan sampah organik lainnya. Kalau bau sampah enggak itu, malah lokasi PDU harus ditengah pemukiman dan teknik pengolahannya tidak sebau TPA. Kementrian LHK menjamin, kalau PDU bukan TPA. Beda konsepnya karena tidak bau,” tutup Yeri.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *