Aneh, Bangun drainase 636 meter, Kades Gedung Wani Timur Lamtim bilangnya tombok

  • Whatsapp
Wakid Lukman, Kades Gedung Wani Timur Margatiga Lampung Timur, saat ditemui tim media, Rabu (25/08).

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Ada-ada saja yang diucapkan oleh seorang Kades (Kepala Desa) disalah satu Desa yang ada di Kecamatan Margatiga Kabupaten Lampung Timur, dimana saat melaksanakan kegiatan pembangunan desa dalam pembangunan drainase sepanjang 636 meter, Sang kades menerima laporan terjadinya kerugian dalam pembangunan drainase dari tim panitia pembangunan desa.

Kepada Tim media, Wakid Lukman sang Kepala Desa Gedung Wani Timur Kecamatan Margatiga Lampung Timur, menyatakan merugi atas kegiatan pembangunan saluran drainase sepanjang 636 meter didesanya beberapa waktu lalu.

“Itu kemarin bangunan saya denger katanya kurang dan tombok. Kalau rinciannya pembangunan itu saya enggak tau persis,” jawab Wakid beberapa waktu lalu, Rabu ( 25/08).

Mendengar penyataan sang Kades, jika pembangunan drainase merugi. Lalu, tim media menanyakan mengenai harga satuan (perbukasi) material batu belah sebagai bahan pokok dalam pembangunan drainase.

“Kalau harga satuan beli batu disini sekitar Rp. 120 ribuan,” ungkap Wakid.

Sebagai bahan pembanding dan informasi yang akurat, kemudian tim media menghubungi Agung selaku pendamping desa di Kecamatan Margatiga, dan memperoleh informasi.

“Harga perkubikasi material batu belah sebesar Rp.200 ribuan dan harga tersebut berlaku diseluruh Kecamatan Margatiga,” kata Agung, melalui sambungan telpon pada awak media.

Atas info tersebut, Wakid Lukman mengakui, jika ada selisih harga satuan dalam pembelian material batu belah dalam pembangunan drainase.

“Yang jelas secara rinci enggak jelas, berarti setelah kejadian ini saya harus banyak baca – baca tentang kegiatan itu dan belajar lagi mengenai harga – harga satuan itu. Saya kan belum tau persis, artinya pertanyaan kesaya jangan dijadikan patokan. Saya belum tau persis dan masukan ini akan saya pelajari,” ucap sang Kades.

Jika pernyataan sang Kades, ada kerugian dalam pembangunan drainase di desa Gedung Wani Timur Kecamatan Margatiga Lampung Timur, sangatlah tidak mungkin dan tidak beralasan. Padahal sebelum rencana awal pembangunan sudah dilakukan estimasi RAB (Rencana Anggaran Biaya) dari masing-masing item yang akan digunakan. Baik perhitungan material, upah bagi tenaga kerja maupun biaya tak terduga yang menyangkut dalam pembangunan tersebut.

Diduga telah terjadi mark up/ penyelewengan anggaran dana didalam pembangunan drainase sepanjang 636 meter yang dilakukan oleh tim panitia pembangunan (TPD) Desa Gedung Wani Timur kecamatan Margatiga Lampung Timur.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *