Perlu Tindakan Tegas Aparat, Warga Metro Resah Suara Bising Knalpot Racing

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Knalpot racing dari kendaraan bermotor semakin merajalela di wilayah Kota Metro. Bahkan, dari suara knalpot racing tersebut semakin meresahkan dan mengganggu ketentraman masyarakat,hingga masuk dipemukiman warga.

Maraknya penggunaan knalpot racing ini, hingga kini belum pernah tindakan tegas oleh aparat di Kota Metro. Warga berharap kepada aparat, khususnya pihak Polres Metro merazia knalpot racing agar kenyamanan dapat dirasakan oleh masyarakat.

Salah seorang warga yang tinggal di Kauman pusat Kota Metro, yang tidak di sebut namanya, mengaku sangat terganggu akibat suara knalpot tak berstandar tersebut.

Dikatakannya, suara bising yang ditimbulkan kendaraan bermotor yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada saat malam dan siang hari pada saat warga tengah beristirahat itu membuat warga kesal dan jengkel. Apalagi jika akhir pekan di malam minggu, sejumlah club motor berkumpul di pusat Kota Metro.

“ Warga yang tinggal di seputaran pusat Kota Metro khususnya, merasa resah dengan suara knalpot racing. Kami mohon kepada Polres Metro, harus segera melakukan penertiban. Sebab, suara knalpot racing motor yang sangat bising membuat resah warga yang akan beristirahat merasa terganggu. Apalagi kami yang tinggal seperti di Kauman, ini ,” jelasnya Sabtu ( 25/09) malam.

Pinta Warga keadaan tersebut mesti menjadi perhatian serius dari pihak Kepolisian, perlu adanya tindakan tegas untuk melakukan razia, karena keadaan itu mengganggu ketertiban umum.

Ditambahkan, salah satu warga lainnya mengatakan, ” malam dan siang di wilayah Kota Metro, suara knalpot racing ini memang sangat mengganggu kenyamanan warga. Melihat para pengguna motor itu yang berknalpot racing adalah kebanyakan para remaja.” jelasnya.

Soal aturan hukum, ternyata memang dasar hukumnya ambigu. UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan hanya menyinggung tapi tidak mengatur tentang knalpot bising.

Bunyinya, ” Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *