SPBU 24.34199 Batanghari Lamtim diduga jual Pertalite subsidi tidak sesuai aturan

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Lampung Timur – Masih saja ditemukan dugaan praktek kecurangan dalam penyaluran BBM bersubsidi, seperti yang dilakukan oleh SPBU 24.34199 di Jalan Raya Bumiharjo Batanghari Kabupaten Lampung Timur.

Hal ini terlihat dari adanya kendaraan bermotor roda dua yang bolak balik masuk ke SPBU membeli BBM jenis pertalite bersubsidi.

Saat ditemui, pihak SPBU 24.34199 di Jalan Raya Bumiharjo Batanghari Kabupaten Lampung Timur, mengakui bahwa penjualan BBM bersubsidi harus sesuai aturan.

“Pertalite bersubsidi ini hanya untuk pengendara motor roda dua dan mobil berplat kuning, mas,” ungkap salah satu pegawai SPBU kepada Mitrapol.com, Selasa (28/09) sore.

Melihat aktivitas kendaraan roda dua bolak balik yang diduga mengangkut BBM Pertalite bersubsidi. Kemudian tim meminta tanggapan pengendara/konsumen lainnya.

Antoni (45), warga Kota Metro mengatakan, sangat kecewa atas penjelasan pihak SPBU 24.33199 Bumiharjo Batanghari – Sekampung Lampung Timur. Pasalnya, terlihat jelas ada kendaraan roda dua yang bolak-balik diduga mengangkut BBM jenis Pertalite subsidi.

“Ini tidak adil, jika memang pihak SPBU 38 Bumiharjo ini mau tegakkan aturan sebenar-benarnya. Motor-motor tangki besar kapasitas isi di atas 10 liter tidak boleh bolak-balik ngisi pertalite subsidi, walaupun mereka ganti orang, saya tau, mereka setiap hari bolak-balik ngisi dan antri disini,” kata Antoni, kepada Mitrapol.com.

Antoni menduga, jika pihak SPBU 24.33199 Bumiharjo Batanghari Lampung Timur, tidak menjalankan aturan yang sesuai peruntukan. Selain itu, juga sudah mengetahui segala aktifitas para pengendara roda dua yang diduga mengangkut BBM Pertalite subsidi.

“Kami menduga, pihak SPBU 38 Batanghari ini, telah mengetahui adanya kegiatan motor tangki besar, ngisi pertalite bolak balik ini. Walaupun, mereka beralasan sudah pakai alat pemantau CCTV. Tapi yang jelas, kami sebagai konsumen lainnya dirugikan, dan sudah lihat sendiri. Harapan kami pihak berwajib dapat ikut memantau aktifitas di SPBU 38 ini,terutama dalam penyaluran Pertalite subsidi. Jika perlu, tangkap agar tau siapa pelakunya. Sehingga penyaluran BBM jenis pertalite subsidi ini tepat sasaran yakni khusus roda dua (bukan bolak- balik.red) dan mobil plat kuning,” tutur Antoni.

Perlu diketahui, ada aturan pasal yangharus menjadi acuan dalam pengelolaan BBM serta sanski pidana.

Pasal 53 huruf c UU Migas:
“Setiap orang yang melakukan penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah)”.

Pasal 53 huruf b UU Migas :
“Setiap orang yang melakukan Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp 40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah)”.

Pasal 55 UU Migas:
“Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah)”.

Dalam ketentuan di atas, yang dimaksudkan dengan menyalahgunakan adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan perseorangan atau badan usaha dengan cara yang merugikan kepentingan masyarakat banyak dan negara seperti antara lain kegiatan pengoplosan BBM, penyimpangan alokasi BBM, Pengangkutan dan Penjualan BBM ke luar negeri.

 

 

Pewarta : MM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *