4 Nyawa Melayang Akibat Pesta Miras Oplosan Bikin Suasana Riang Menjadi Duka

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tasikmalaya – Maraknya minuman keras oplosan dikonsumsi masyarakat telah semakin meresahkan karena telah banyak merenggut korban. Rasanya belum lama kita mendengar kabar menyedihkan beberapa remaja meninggal akibat menenggak miras oplosan ini.

Bukan hanya menyebabkan mabuk, minuman keras (miras) oplosan ibarat racun yang dapat menyebabkan peminumnya meninggal dunia.

Konsumsi alkohol pada dasarnya berdampak buruk bagi tubuh, apalagi minuman oplosan.

Kejadian kali ini terjadi wilayah Jabar tepatnya di Nagreg dan Sumedang sampai memakan puluhan korban jiwa, sekarang terjadi lagi di Desa Tenjonagara Cigalontang kab Tasikmalaya.

Saya turut prihatin sekaligus sangat menyayangkan kok bisa kejadian ini terus berulang, siapa sesungguhnya yang harus disalahkan.? Aparat penegak hukumkah.? Masyarakatkah.? Penjual minumankah.? atau siapa.? Apapun juga masalahnya, yang paling penting bagaimana caranya agar hal ini tidak terulang lagi

“Tidak diketahui yang dioplos apa saja, berapa kandungan alkohol atau metanolnya. Dengan begitu efek sampingnya juga tidak bisa diprediksi,” kata Abah Anton, Rabu (5/10/2021)

Menurut penjelasan Abah Anton, seringkali orang meminum miras oplosan untuk mencapai efek eforia atau senang, mabuk, merasa lebih berani, atau meningkatkan kepercayaan diri.

Saya menghimbau pertama agar aparat Penegak hukum baik Polri maupun Satpol PP bisa bersikap lebih keras dan tegas terhadap peredaran Miras, jika perlu Razia secara rutin dan berkala, begitu juga Pemda secara administratif agar adakan Penertiban surat izin penjualan larangan miras. “Tidak lupa upaya-upaya Pencegahan khususnya sosialisasi bahaya Minuman Oplosan dari berbagai fihak, baik dari Polri, TNI, dan aparat penegak hukum lainya,” tegas Abah Anton

“Masalahnya pakai minuman alkohol biasa seperti bir efek itu tidak bisa dicapai dengan cepat. Sementara kalau wiski yang alkoholnya lebih tinggi harganya mahal. Maka yang diminum miras oplosan karena efek memabukannya lebih segera,” papar Anton Charliyan mantan Kapolda Jawa Barat ini

Ambang toleransi setiap orang terhadap minuman beralkohol berbeda-beda.

Selain itu konsumsi alkohol juga bisa menimbulkan efek adiksi atau kecanduan dan potensiasi atau toleransi tubuhnya makin tinggi.

“Kalau kemarin minum satu gelas tidak apa-apa, besoknya dinaikkan jadi dua gelas, sampai berpuluh gelas juga tidak ada efeknya. Tapi, kalau minuman oplosan tidak jelas apa isinya,” paparnya.

Konsumsi alkohol bisa menimbulkan efek akut (segera) dan juga kronis (jangka panjang) mulai dari kerusakan rongga mulut, kerongkongan, sampai kanker liver.

Sementara itu efek akut berupa rasa mabuk, atau kalau terlalu dalam membuat orang tertidur.

“Alkohol bisa menyebabkan keracunan yang efeknya adalah muntah. Selain itu konsumsi minuman ini juga bisa membuat tidur dalam, nah kalau muntah dan tidak sadarkan diri bisa masuk ke paru-paru,” kata Abah Anton

Di sisi lain, alkohol juga akan menekan pusat kesadaran dan ini terkait dengan pusat pernapasan.
Peminumnya akan mengalami henti otak dan henti napas.

Pada peminum miras oplosan, menurut Anton Charliyan karena efek samping itu dicapai dalam waktu singkat mereka akan mengalami ketidaksadaran, berhenti napas dan henti jantung.

“Karena mabuk berat, fungsi otaknya akan tertekan, bersamaan dengan tertekannya fungsi pernapasan sehingga meninggal,” ujarnya.

Jika korban segera dibawa ke rumah sakit dan diberi bantuan oksigen, mungkin saja nyawanya bisa tertolong.

Namun, jika efek toksisitasnya hilang, masih ada kemungkinan ia mengalami infeksi paru-paru.

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *