Ini Komentar Anton Charliyan Terkait Puluhan Warga Garut di Baiat warga NII

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Tasikmalaya – Dari 2 tahun yang lalu sudah pernah kita infokan baik kepara pihak terkait baik Polri maupun TNI, bersama tim Yeny wahid foundation agar hal tersebut segera diantisipasi oleh pemerintah dengan serius, karena gerakan mereka begitu masif dan terstrukture, sementara kami pantau dari pihak Pemerintah terkait ini sepertinya terkesan adem ayem, slow respon, hanya diantisipasi dengan pola-pola routinitas biasa-biasa saja.

Anton Charliyan atau yang disapa akrabnya Abah Anton mengungkapkan, Seyogyanya pihak pemerintah dan aparat terkait lainya bisa lebih Progresif dan punya pola-pola teknis dan taktis yang lebih khusus dalam mengantisipasi masalah ini. Baik dari sisi Preemtif, Preventif maupun dari sisi refresifnya.

Sinergi semua bergerak sesuai dengan job description masing masing. “Kalau kita lengah ini akan jadi Bom waktu yang sangat berbahaya, hari ini mungkin cuma 59 orang kalau tidak salah hampir satu Kepunduhan, besok bisa satu Desa, Dua Desa, lama-lama bisa-bisa satu kecamatan dipengaruhi dan didominasi oleh kelompok mereka yang berafiliasi kepada NII,” ujar Anton Charliyan yang juga mantan Kapolda Jawa Barat ini pada, Kamis (7/10/2021)

Masih kata Abah Anton, Apalagi daerah Priangan punya sejarah khusus yang merupakan Kelahiran NII Karyosuwiryo, yang sampai saat ini masih kuat sekali Pengaruhnya, sehingga tidak menutup kemungkinan dikemudian hari merekapun mendeklarasikan diri ingin membentuk otonomi sendiri bahkan tidak menutup kemungkinan ingin membebaskan diri dari NKRI dan membentuk NII.

Dalam skala didukung massa yang besar dan terkonsentrasi dalam satu Teritory, Nanti kita semua baru terbelalak dan saling tuding satu sama lain.

Sementara pengalaman di Poso yang hanya ratusan orang saja dalam satu wilayah kecil yang sporadis, begitu merepotkan kita semua sampai butuh bertahun2 utk menyelesaikanya, demikian juga Sparatis Papua, apalagi jika satu wilayah teritori baik Desa apalagi satu Kecamatan, dampaknya bisa lebih dari Moro yang sudah dialami Pemerintah Philiphine bisa puluhan tahun dampaknya bagi keutuhan NKRI, bahkan bila pihak Asing ikut campur tidak menutup kemungkinan juga bisa Lepas dari NKRI sebagaimana yang terjadi dengan Timtim,” ungkapnya

Garut menurut pengamatan kami hanya sekelumit kecil saja dari masalah NII Ini. Justru yang harus lebih diwaspadai adalah gerakan masif yang sekarang ini sedang berlangsung di Indonesia

Ditahun 2015 saja ketika Rapat Akbar di Gelora Bung Karno Hadir Kader-kader NII sekitar 400 ribu orang.

Hasil dari Litbang BIN saja hampir lebih dari 39% Mahasiswa terpapar radikalisme, yang merupakan salah satu Ciri khas ideologi NII ini, yang Notabene sebagaimana kita ketahui bersama saat ini dimotori oleh HTI, Ikhwanul Muslumin, Jamaah Islamiah, JAD & JAT,

Saat ini menurut pengamatan dan hasil diskusi kami dengan Tim Anti Radikal dan Terorisme, di Indonesia tidak kurang dari 10 juta yang terpapar Iedologi NII.

Ini adalah suatu ancaman yang luar biasa. Sehingga bila kita lengah hanya tinggal menunggu Gong nya saja. Untuk itu kami para Penggiat yang tergabung dalam tim anti Radikalimsme dan Terorisme menghimbau sekaligus mengingatkan agar Pemerintah lebih Serius dan lebih Proaktiv dalam menangani masalah NII ini, dan punya Strategi khusus sampai dengan tingkat Teknis dan Taktis yang jitu, sebelum semuanya jadi terlambat.

Jangan sampai nanti anak cucu kita hanya mendengar ceritra bahwa dulu pernah Ada sebuah Negara yang bernama NKRI, yang Bhineka Tunggal Ika yang berideologi Pancasila,

Untuk itu agar Pemerintah segera melakukan langkah-langkah kongkrit, dalam masalah ini adalah menyangkut masalah Pembelotan Ideologi, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Perang Ideoligi jauh lebih Berbahaya dari hanya sekedar Perang fisik. maka upaya pemerintahpun untuk saat ini sebaiknya di khususkan untuk membentuk tim khusus yang mampu meluruskan kembali ideology-ideologi mereka yang sudah terlanjur terpapar, baik secara terbuka maupun secara tertutup.

Red

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *