Lembakum Anak Negeri Demak pulangkan PMI terlantar di Timur Tengah

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Grobogan Jateng – Dengan penuh perjuangan panjang yang di lakukan oleh Lembakum Anak Negeri (LAN) Grobogan, dalam upaya memberikan bantuan hukum untuk memulangkan pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terlantar di Timur Tengah bernama Sriwati binti Wasiyo. Jum’at 9/10/2021. Dari Arab Saudi, Dubai pada akhirnya membawakan hasil.

Nyamin, suami dari korban. Mengadu dan meminta bantuan, Kepada Ogi sumarno, AKBP (purn) Pol Slamet riyanto B. A, bersama Siti Khorotin. Sebagai anggota tim Lembakum Anak Negeri DPC Grobogan, untuk mengurus kepulangan Sriwati binti Wasiyo. Berasal dari desa Gundi, Kecamatan godong, Kabupaten Grobogan dan pendampingan hukum.

Selama sebelas bulan yang terlantar di Arab Saudi yang di akibatkan keberangkatan nya melalui penyalur oknum pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mengaku bisa membantu menyalurkan tenaga kerja di Timur Tengah.

Tetapi kenyataannya dalam pemberangkatanya hanya menggunakan paspor kunjung tanpa di sertai visa, Collings visa.

Ketika di temui awak media di rumah nya korban menceritakan, kondisi di Arab Saudi Timur Tengah setiba di sana tidak sesuai apa yang di janjikan oleh oknum – oknum penyalur pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja nya tidak menetap selalu berpindah majikan dengan penuh penderitaan, ujarnya.

Korban juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Lembakum Anak Negeri ( LAN) Grobogan yang beralamat, di desa pulutan, penawangan, Kabupaten Grobogan. Di bawah pimpinan, H. Ogi sumarno, yang telah membantu kepulangan nya sehingga dapat berkumpul kembali dengan keluarga.

Di tempat terpisah di temui awak media, ketua tim advokasi yang bernama Sujadi. S. Pd. S. H. di kantor DPW LAN Jateng yang beralamat di desa Jogoloyo, Kec Wonosalam, kab Demak, Jawa Tengah kepulangan korban.

membenarkan memang Sriwati sebagai korban penyalur tenaga kerja ilegal ke Timur Tengah, perlu di bantu dari sisi perlindungan hukum nya. Mengingat dengan segala keterbatasan nya korban ingin meningkatkan taraf hidup keluarganya dengan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Di Arab Saudi justru di manfaatkan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab di berangkat dengan tidak sesuai prosedur (Ilegal) dan ketentuan yang berlaku, yang pada akhirnya menjadi PMI terlantar.

Maka tim advokasi akan menyiapkan langkah – langkah hukum dalam mencari keadilan dengan menjerat hukum, agar membuat jera.

Kepada oknum-oknum yang terlibat dalam proses pembuatan dokumen dan pembrangkatan korban.

Karena tim advokasi menilai proses pembrangkatan korban ke Arab Saudi melanggar ketentuan UU No 18 Tahun 2007 tetang perlindungan pekerja Migran Indonesia Pasal 82. dan melanggar ketentuan UU No 21 Tahun 2007 Tentang Tindak Perdagangan Orang.

Ketua advokasi menyampaikan agar oknum – oknum penyalur tenaga illegal agar di tindak tegas seadil adilnya sesuai sesuai hukum yang berlaku, tidak ada korban penelantaran pekerja Migran Indonesia di luar negeri, ujarnya.

 

 

Pewarta : Safik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *