Aipda Roni dihukum pidana Mati, terbukti bunuh dua gadis

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan – Tega membunuh dua gadis secara berencana, Aipda Roni Syahputra (45), oknum anggota Polri bertugas di satuan Samapta Pelabuhan Belawan, divonis pidana mati.

Putusan pidana mati disampaikan majelis hakim diketuai Hendra Sutardodo dengan anggota Sayet Tarmizi dan Ronald Panggabean dalam sidang virtual di ruang Cakra-5 Pengadilan Negeri Medan, Senin (11/10/2021).

Menurut majelis hakim, terdakwa diyakini telah memenuhi tindak pidana pembunuhan berencana yang dibarengi dengan perkosaan terhadap korban Riska Pitria (21) dan gadis belia berinisial AC (13 tahun).

Putusan majelis hakim sama persis dengan tuntutan JPU Aisyah dan Bastian, pidana mati, yakni melanggar Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 65 KUHPidana, sebagaimana dakwaan primair.

Sesuai dakwaan, Sabtu 13 Februari 2021 sekira pukul 16,20 Wib, korban Riska Pitria dan AC datang ke Polres Pelabuhan untuk mengantarkan bahan titipan untuk tahanan.

Saat itu terdakwa sedang bertugas piket penjaga tahanan sehingga harus betemu dengan kedua korban. Dalam pertemuan itu terdakwa meminta nomor HP dan WhatsApp korban.

Sabtu, 13 Februari 2021 sekira pukul 19.30 Wib, terdakwa yang tertarik melihat kemolekan korban, lantas menghubungi Riska Pitria, dengan alasan terkait barang titipan untuk tahanan.

Sabtu, 20 Februari 2021, sekira pukul 14.00 Wib, terdakwa keluar dari rumah dengan mengendarai Mobil Xenia, kemudian menghubungi korban Riska Pitria, dengan alasan barang titipan untik tahanan, uang dan HP.

Kemudian terdakwa bertemu dengan Riska Patria bersama AC di depan Polres Pelabuhan Belawan. Terdakwa pun mengajak kedua korban untuk masuk ke mobilnya.

Setelah kedua korban masuk dan duduk di bagian tengah mobil. Lalu terdakwa mengarahkan mobil masuk jalan tol kemudian ke luar di tol Cemara Asri.

Saat itu, terdakwa menyuruh korban Riska Pitria pindahan duduk ke depan, samping terdakwa. Tak lama, nafsu liar terdakwa pun muncul, korban yang berada disebelahnya, langsung dipeluk dan diremas dengan penuh nafsu.

Melihat terdakwa makin beringas, korban pun ketakutan menjerit, akhirnya kedua korban diikat dan mobil diarahkan ke hotel Alam Indah, Simpang Selayang Kec. Medan Tuntungan, Medan.

Kemudian, terdakwa memasukkan kedua korban kedalam kamar untuk dicabuli. Pertama Riska Putria yang digrayangi, namun batal sebab korban sedang datang bulan. Nah, sasaranpun bergeser ke AC.

Sesudah kedua korban pun dibawa terdakwa ke rumahnya di jalan Marelan Pasar II Timur Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan Kota Medan.

Istri terdakwa sempat bertanya tentang dua korban yang dibawa terdakwa. Namun terdakwa mengacam isterinya, sambil mengatakan jika kedua korban merupakan tahanan narkoba.

Kemudian kedua korban disekap di kamar belakang rumah terdakwa, dengan mulut disumpal, kaki dan tangan diikat.

Saat kedua korban sedang sekarat, terdakwa masih sempat bertugas dan apel di Polres Belawan. Belakangan kondisi korban kian parah, bahkan tewas.

Selanjutnya terdakwa membawa kedua korban yang sudah tak bernyawa, dan membuangnya secara terpisah di kawasan Deliserdang. (ZH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *