Wabup Demak : Stop Diskriminasi Terhadap ODHA

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Demak Jateng – Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, MSI mengharapkan tidak ada lagi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), terutama di lingkungan yang kurang edukasi terkait apa itu HIV/AIDS.

Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan pertemuan keluarga kelompok warga peduli Aids, yang diselenggarakan oleh Bagian Kesra Setda Kabupaten Demak, pada Selasa (12/10/2021) di Pendopo Satya Bhakti Praja.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Sekda Demak, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan serta Sekretaris KPA Kabupaten Demak.

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, bahwa Jumlah kasus HIV-AIDS terus bertambah dan menyebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Kondisi demikian tidak hanya dialami oleh masyarakat kota besar yang kebanyakan pergaulannya lebih bebas, namun juga banyak yang berasal dari masyarakat desa. Lebih memprihatinkan lagi, penderita tidak hanya remaja maupun dewasa, namun juga anak-anak yang tertular oleh orang tuanya. “Para penderita HIV/AIDS memiliki hak merdeka, untuk berkomunikasi,” tuturnya.

Oleh karenanya pihaknya berharap kepada Warga Peduli AIDS untuk lebih kompeten dalam menekan stigma dan menghentikan diskriminasi terhadap para ODHA. “Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA menjadi tantangan bagi kita. Hal ini harus menjadi prioritas utama dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, “Jelasnya.

Sementara itu, panitia penyelenggara dalam laporannya menyampaikan bahwa Kabupaten Demak merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang jumlah HIV/AIDS nya sangat tinggi, termasuk kelompok sepuluh besar tingkat Jawa Tengah. Kasus AIDS tersebar hampir di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Demak.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan diketahui bahwa sejak tahun 2003 sd 2020, jumlah kasus HIV/AIDS secara kumulatif sebesar 589 dengan rincian 499 penderita HIV, dan 90 kasus AIDS yang tersebar di seluruh kecamatan di Wilayah Kabupaten Demak.

Pewarta : Safik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *