Potret Pendidikan Perbatasan Negera Harus Jadi Perhatian Khusus Pemerintah Sebagai Waja Bangsa

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Nunukan Kaltara – Ibu Hj Cahaya S.S, wanita kelahiran Sebatik tahun 1968 ini yang sekarang menjabat sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri I Sei oancang Sebatik Utara, lulusan sarjana Sastra Indonesia universitas muslim,

Menuturkan bahwa, Pendidikan diujung perbatasan selama masa Pandemi tetap Exsis pembelajaran dengan sistem Daring dan Luring mengikuti anjuran pemerintah, alhamdulillah berjalan dengan baik termasuk SMP Negeri Sei Pancang Sebatik Utara jarak dari patok batas Negara 100 Meter. Rabu (13/10/21)

Saya bersama siapa dan komite sekolah sangat mengharapkan bagi pemerintah untuk mendukung kami terutama dalam hal pembangunan karena sekolah kami ini adalah sekolah yang sudah lama berdiri sejak tahun 1984, karena sekolah kami adalah sekolah yang pertama di Sebatik Utara.

Saya menjabat sebagai Kepala Sekolah sejak 8 Mei 2018 sampai sekarang 2021, kalau program kami berusaha untuk melengkapi fasilitas Sekolah agar lengkap, apalagi kita tahu bersama bahwa SMP Negeri 1 ini adalah sekolah yang sudah lama istilahnya kalau ibaratnya orang tua sudah kakek-kakek karena dari tahun 1984 sudah tentu kalau kita perhatikan bangunannya sangat memperihatinkan dan harus menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Nunukan dan pemerintah Provinsi Kaltara hingga sampai kepemerintah pusat.

Saya Bersama Perangkat Sekolah mengharapkan sentuhan dari pihak pemerintah masalah sekolah kami, apalagi sekolah kami ini adalah jalan keluarnya setiap pejabat yang datang pasti lewat ke Sekolah kami jadi kami mengharapkan kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah agar sekolah kami lebih diperhatikan kalau bisa dibangun II Lantai sebagai contoh kepada daerah 3 T adalah, daerah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Malaysia.

Ketika disindir oleh media, apakah Sekolah SMPN 1 Sebatik Utara ini pernah ada yang dari Negara Tetangga Malaysia yang Sekolah di sini.?

Menurut Cahaya kalau untuk warga Malaysia di sekolah yang saya Pimpin ini tidak ada kalau yang dulu-dulu memang ada, tapi kalau untuk sekarang sudah tidak ada.

Disekolah SMP Negeri 1 Sebatik Utara dan total jumlah Gurunya ada 28 termasuk saya selaku Kepala Sekolah dan 7 orang diantaranya merupakan On dan 21 lainnya merupakan pegawai honorer, dan Semua berlatar belakang pendidikan Guru S. Pd dan disekolah kami hanya satu yang bukan sarjana pendidikan semua berlatar belakang pendidikan SI Sarjana Pendidikan dan satu lulusan D3. dan satu yang sudah pension,” ucap Cahya

Lanjut Cahaya. S.S bahwa di awal – awal itu memang kita tidak bisa melakukan tatap muka harus sistem daring jadi kami berupaya untuk setiap guru harus mengirimkan tugas atau apapun itu melalui Google Classroom atau mungkin lewat video, jadi setiap wali kelas itu memasukkan siswanya ke dalam grup Classroom.

“Jadi tanda aktif siswa sesuai dengan tugas atau apapun yang diberikan dari gurunya, kalau misalnya ada siswa yang tidak aktif kami menyuruh wali kelas mendatangi siswa tersebut dan cari tahu apa yang menjadi permasalahan atau mendatangi siswa tersebut apa kendalanya sehingga kami memanggil orang tuanya ke sekolah bersama anaknya, kemudian kami cari apa permasalahan kemudian kami sama-sama membahas kami cari solusinya sama dengan orang tua murid,” ujarnya

Kalau untuk paket belajar kita juga ada bantuan dari Kemendikbud hanya saja di awal-awal itu tidak ada bantuan jadi kita sebagai guru biasa memberikan bantuan kuota kepada Siswa.

Kalau masalah Pembelajaran Tatap Muka tetap kami akan minta persetujuan ke orang tua ada surat persetujuan apakah orang tuanya setuju atau tidak itu tergantung dari orang tua, kalau setuju mereka anaknya tatap muka, Anaknya diturunkan ke sekolah kalau tidak anaknya tetap daring jadi kami tidak memaksakan.

Yang pernah kami ikuti selama pandemic ini adalah Pencak Silat dan Pramuka dan sekarang ini kami mengikuti KSN ini Alhamdulillah kami masuk di tahap pertama itu sudah gold.” Tuturnya

Pewarta : Yuspal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *