Terbukti membunuh pemilik kos-kosan, tiga terdakwa dihukum 20 dan 18 tahun penjara

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Medan Sumut  – Dinilai terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana, terdakwa Faonasekhi Zamago divonis 20 tahun penjara, sedangkan  Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu divonis masing-masing 18 tahun penjara.

Majelis hakim diketuai Denny Lumban Tobing menyebutkan, ketiga terdakwa terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap korban, Djie Gon Gunawan alias Acek (76).

“Ketiga terdakwa dengan sengaja memegang kaki dan tangan korban sambil dipukuli dengan batu,” jelas majelis hakim dalam sidang virtual di ruang Cakra-9 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (13/10/2021).

Hal yang memberatkan, ketiga terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain. Hal meringankan, para terdakwa masih berusia muda dan belum pernah dihukum.

Majelis hakim menilai, ketiga terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 340 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHPidana, sebagaimana dakwaan pertama.

Menanggapi putusan majelis hakim, para terdakwa yang berasal dari Kabupaten Nias, Sumatera Utara ini, melalui penasehat hukumnya menyatakan, pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan JPU, pikir-pikir.

Dengan adanya putusan majelis hakim, maka ketiga terdakwa lolos dari hukuman pidana seumur hidup. Sebab JPU Elisabeth Berliana dkk dari Kejari Medan menuntut ketiganya hukuman pidana seumur hidup.

Awalnya, Senin (1/3/2021) terdakwa Faonasekhi Zamago (20) bertemu dengan Bezisokhi Zalukhu (24) dan Aperseven Zalukhu (21) di depan kamar kost di Jalan Merbabu No. 62 Kel. Pusat Pasar Kec. Medan Kota, Kota Medan.

Faonssekhi menyampaikan, dirinya akan dikeluarkan dari kost-kosan karena belum bayar 3 bulan. Rupanya pengalaman yang sama juga dialami terdakwa Bezisokhu Zalukhu.

Lantas terdakwa Faonasekhi Zamago mengajak kedua temannya, Bezisokhi Zalukhu dan Aperseven Zalukhu untuk menghabisi pemilik kos-kosan, Djie Gon Gunawan alias Acek.

Kemudian, Minggu 7 Maret 2021, sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa Faonasekhi Zamago mulai melakukan rencana yang telah disepakati dengan kedua temannya

Dengan berpura membeli rokok, ia mendatangi kamar korban yang berada di lantai satu. Saat korban menyerahkan rokok, terdakwa langsung menendang punggung korban.

Lantas terdakwa memukulkan batu ke kepala bagian belakang korban  dan menyeretnya ke tempat tidur dengan posisi tubuh terlentang.

Sesudahnya, dia naik ke lantai III memanggil kedua terdakwa lainnya dan kembali memukuli kepala dan wajah korban dengan tangan dan batu.

Apes, saat ketiga terdakwa memukuli korban, tiba-tiba muncul saksi Alwi yang ingin membeli air minum. Melihat ada yang datang, ketiganya pun melarikan diri meninggalkan korban yang sekarat dan tewas.

 

 

Pewarta : ZH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *