Bimbingan Teknis Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Brebes – Bertempat di Aula Kantor Camat Jatibarang Brebes (14/10) bimbingan teknis KIM diikuti 45 orang dari Kecamatan Brebes dan Jatibarang dibuka oleh Kepala Dinkominfotik Kab Brebes yang diwakili Sekdin Dinkominfotik
Diah Intan Fitriyati, SH :

Pada era digitalisasi sekarang ini komunikasi dan informasi cepat tepat dan transparan sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk membuka akses bagi keterbukaan informasi di desa/kelurahan maka pemerintah perlu menjamin salah satunya dengan dibentuknya kelompok Informasi masyarakat

Masyarakat perlu diberdayakan guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingannya sendiri maupun untuk kepentingan kebijakan pemerintah dalam melanjutkan informasi pembangunan agar tidak terjadi kesenjangan informasi.

Kelompok Informasi masyarakat (KIM) merupakan mitra dari Dinas Komunikasi informatika dan Statistik Kabupaten Brebes dalam menyebarkan informasi publik untuk itu peranan KIM sangat strategis sebagai media penyampai informasi atau kebijakan pemerintah ke masyarakat luas dan sebagai jurnalis warga

Dengan melihat peran KIM yang begitu efektif mendiseminasikan informasi publik ,pemberdayaan KIM perlu dilakukan, Sumbangan- sumbangan berupa pemikiran pengembangan, sosialisasi dan teknis pelatihan anggota KIM patut diusulkan dalam program Pemerintah Daerah dalam penyebaran informasi kepada masyarakat Dinkominfotik mempunyai media Informasi internal yaitu 2 penyiaran publik lokal, Website running teks baliho /spanduk mobil publikasi keliling pemutaran Film Rilis berita Humas TV, PPID dan sambu. media informasi tersebut dapat dijadi sumber penyebaran informasi KIM kepada masyarakat .

Kabid.Komunikasi dan Kehumasan Dinkominfotik Lusiana Indira Isni M.Ikom: KIM adalah Lembaga layanan Publik yang dibentuk dan dikelola untuk masyarakat yang berorientasi pada layanan informasi dan pemberdayaan masyarakat sesuai kebutuhannya terletak di perkotaan/pedesaan beranggotakan 3 sampai 30 orang

Tugas KIM mewujudkan masyarakat yang aktif peduli peka dan memahami informasi memberdayakan masyarakat agar dapat memilih dan memilah informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat

Sedangkan peran KIM adalah mengelola informasi yaitu mencari mengumpulkan mengelola dan mendesiminasikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya

Adapun tujuan dilaksanakannya Bintek KIM untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai tugas dan peran KIM serta memberikan pemahaman mengenai pembentukan KIM Desa/ Kelurahan

Zaenal Muhibbin, Ketua FKIM Kota Pekalongan : Perkembangan zaman yang bisa diibaratkan meloncat, loncatannya telah jauh melampaui perkiraan dan prediksi para pakar dan para ahli. Terjadinya proses globalisasi adalah proses penghilangan sekat-sekat lintas bangsa dan negara. Banyak hal positif dengan adanya globalisasi, namun tak sedikit pula dampak negatifnya.

Dampak positif yang kita dapatkan adalah kemudahan-kemudahan di dalam proses komunikasi antar wilayah, antar pulau bahkan antar negara termasuk pula persebaran informasi yang dengan sangat fantastis dapat tersebar keseluruh dunia hanya dalam hitungan menit bahkan dalam hitungan detik.
Persebaran informasi yang super cepat ini mengakibatkan arus informasi yang massif ini tidak sekedar dalam jumlah yang tak terukur namun sudah melebihi kebutuhan masyarakat, karena informasi yang tersebar begitu luas jangkauannya dalam jumlah yang sangat besar, terjadiah banjir infomasi, bahkan menjadi tsunami informasi yang kita sebagai warga masyarakatan memilih.

Bila ini dibiarkan maka kita akan tenggelam dan terseret didalam pusaran arus informasi tanpa sempat menyaring, ujung-ujungnya kita akan terjebak didalam informasi yang tak pasti termasuk informasi bohong atau “HOAX” Maka kita harus lakukan sesuatu untuk mengeliminir hal ini Kelompok informasi Masyarakat (KIM) sebagai alternatif.

Kelompok Informasi Masyarakat sebagai Alternatif kenyataan bahwa sementara masyarakat dengan berbagai alasan dan kondisi tidak bisa atau gagal mengakses informasi yang dibutuhkan, ujung-ujungnya mereka gagal mengakses fasilitas yang seharusnya mereka dapatkan. Ini menjadi kesempatan bagi pihak ketiga untuk mengambil peran yang justru kadang malah menambah keruwetan.

Diperparah lagi ketidak berdayaan warga dalam membendung besarnya arus informasi yang masuk menjadikan warga semakin gamang untuk mempercayai sebuah infomasi, akibatnya adalah makin maraknya mis-informasi dan mis-komunikasi, kondisi masyarakat seperti ini sangat rentan dan bisa mengancam stabilitas yang lebih luas. KIM, dari, oleh dan untuk masyarakat adalah kelompok yang pendiriannya diprakarsai oleh masyarakat.

Dibentuk untuk membatu dan mendampingi masyarakat yang membutuhkan informasi akurat tentang isu terkini dan bersangkutan langsung dengan hajat dan kebutuhan mereka.

Pendampingan KIM bersifat penguatan, edukatif dan partisipatif. Artinya masyarakat diajak untuk berpartisipasi didalam mengakses informasi, memilih informasi yang mereka butuhkan, mendiskusikannya dan menemukan pihak yang terkait.

Ini untuk menghindari ketergantungan warga dan dalam rangka membentukmasyarakat yang berdaya dan mandiri khususnya di bidang informasi.

Tujuan dibentuknya KIM adalah terjadinya hubungan yang harmonis dan saling memahami antar warga dengan warga, warga dengan pemerintah atau warga dengan lembaga public lainnya karena tidak adanya saluran informasi yang mampet, baik informasi dari pemerintah ke masyakat atau sebaliknya. Karena KIM mengambil peran menjembatani bertemunya para pihak dalam rangka proses “Tabayyun”

KIM menginginkan terciptanya masyarakat yang informatif, komunikatif, berdaya dan mandiri menuju masyarakat madani, maka KIM mengupayakan penyelesaian yang win-win solution. Masyarakat adem tentrem, pemerintah bisa berjalan dengan ayem dan jenjem. Posisi Strategis KIM sebagai kelompok yang dilahirkan dan tumbuh di masyarakat KIM dapat mendengar dan melihat langsung apa yang terjadi di tengah masyarakat.

KIM melihat dan mendengar apa yang didapat dan tidak didapatkan oleh masyarakat yang seharusnya mereka dapatkan baik dari pemerintah maupun dari lembaga public lainnya.

Sebagai kelompok yang bersifat moderat maka mereka akan menggunakan pola-pola yang sedapat mungkin bisa menangkap ikannya tanpa membuat keruh airnya.

Sehingga dalam hal ini masyarakat relatif lebih tenang, pemerintah akan lebih memahamkan dan melaksanakan program-program pembangunan dan pihak –pihak yang dapat berkiprah dalam mendukung pembangunanpun bisa lebih yain karena berhadapan dengan masyarakat yang cerdas dan visioner.

KIM dan kejelasan sebuah informasi. Maka disamping menyebarkan informasi KIM juga bersifat aspiratif yakni akomodatif terhadap komplain dan masukan dari warga, dan sesuai dengan mekanisme dan tata cara yang berlaku harus menyampaikan kepada pemerintah maupun kepada lembaga public terkait lainnya.

Adapun pola persebaran yang dilakukan oleh KIM bisa dengan berbagai cara dan media, misalnya dengan cara:

1. Getok Tular
2. Grumungan Warga
3. Rembug Warga
4. Temu Warga, dll

Kinerja KIM akan sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, dan selaras dengan nilai-nilai kearifan local yang adiluhung.

Didalam proses kerja KIM terdapat nilai – nilai demokratis yang menjunjung tinggi asas musyawarah mufakat, penghargaan kepada harkat manusia, mengutamakan persatuan, menginginkan terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sehingga masyarakat akan lebih bermartabat dan lebih mudah disadarkan untuk senantiasa ingat dan bersyukur kepada Tuhan YME. Maka akan lestari dan tetap jayalah Pancasila di bumi Indonesia.

Pewarta : Maeel / Hms

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *