Dugaan Mark-up Dana BOS SMP Xaverius, Inspektorat Metro : ini gejala awal nanti kita periksa secara regular

  • Whatsapp

MITRAPOL.com, Metro Lampung – Inspektorat Kota Metro akan segera mejindaklanjuti laporan atas pemberitaan media online, terkait dugaan mark-up bantuan dana BOS tahun 2020 oleh SMP Xaverius Metro. Hal itu disampaikan, pihak inspektorat saat ditemui awak media, Senin (18/10) siang.

Persoalannya yang terjadi bahwa tidak tanggung -tanggung, dalam satu tahun pihak sekolah SMP Xaverius Metro, telah menganggarkan biaya untuk perbaikan ( sarpras ) sarana dan prasana sekolah mencapai puluhan juta yakni senilai Rp.98.666.048. Mencakup perbaikan ringan seperti, pengecatan gedung kelas, servis plapon dan servis ringan lainnya.

Namun, faktanya berbeda jika pihak sekolah diduga tidak menjalankan aturan penggunaan dana BOS sesuai juknis. Selain itu, informasi dari narasumber setempat, bahwa pihak sekolah SMP Xaverius Metro, sudah lima tahun tidak melakukan pengecatan.

Irban Sosial Budaya Inspektorat Kota Metro, Sutikno mengatakan, bahwa akan menindaklanjuti adanya persoalan di SMP Xaverius Metro.

” Terima kasih, informasi bagi kami, kalau itu di sekolah negeri dan swasta bisa dilakukan pemeriksaan mendalam. Tapi yang akan diperiksa, yang ada dan dilaporkan. Nanti kita cek kewajarannya. Saya belum tau detail, karena itu teknis di auditor. Apa saja komponen kemarin yang di periksa,”kata Sutikno.

Meski begitu, Sutikno menjelaskan , bahwa pihak sekolah SMP Xaverius adalah yang bertanggung jawab atas pengelolaan dana BOS ditahun 2020, jika ada indikasi mark up juga akan turut dipanggil.

” Kami akan lakukan pengecekan bantuan dana BOS, sebatas penggunaannya. Sifatnya bantuan dari pemerintah itu, apakah telah dipertanggung jawabkan sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Nanti kita lihat RKAS,apakah ada belanja pengecatan .Tetapi jika itu tidak dilaksanakan, berarti itu salah,” jelas Sutikno.

Pada kesempatan itu, pihak Inspektorat Kota Metro, berjanji akan menindaklanjuti atas informasi dugaan mark up dana BOS dalam komponen Sarpras di SMP Xaverius Metro.

” Jadi kami menjamin kualitas sebatas apa yang kami periksa. Jadi apa yang disajikan sesuai rencananya kami periksa. Kalau ada gejala gejala dan kawan – kawan menemukan sebuah titik awal kejanggalan akan kami periksa secara mendalam. Jadi nanti pemeriksaan nantinya secara regular. Apalagi sifatnya fisik,” paparnya.

Dugaan terjadinya penyimpangan di SMP Xaverius Metro, dalam penggunaan anggaran dana BOS . Bukan hanya pada komponen Sarpras. Tetapi, ada juga dugaan mark up pada komponen lainnya yang belum dijabarkan. Tercatat, pihak sekolah SMP Xaverius Metro, pada tahun 2020 secara keseluruhan menerima anggaran dana BOS senilai Rp. 344.080.000.-

Kedepan, atas dugaan terjadinya mark up di SMP Xaverius Metro, akan segera ditindaklanjuti oleh Inspektorat Kota Metro. Mari kita tunggu, atas kinerja Inspektorat Kota Metro.

TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *